Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAPATAN ON FARM, OFF FARM, DAN NON FARM PADA RUMAH TANGGA PETANI PADI DI DESA CAMPAGAYA KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR Nur Anil Saputri; Sri Mardiyati; Nadir Nadir
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1257

Abstract

Para petani padi yang ada di Desa Campagaya seabagian besar telah mengetahui pendapatan dan jalur pemasaran hasil panen beserta masalah-masalah yang dihadapi. Akan tetapi1secara spesifik, mereka belum pernah melakukan analisis pendapatan mereka dari usahatani padi maupun dari luar usahatani padi. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian secara spesifik mengenai sumber pendapatan on farm, serta kontribusi yang diberikan oleh sektor off farm, dannon farm petani padi di Desa Campagaya Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sedangkan, teknik penentuan1sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Jumlah pendapatan petani tergantung pada tingkat penerimaan yang dipengaruhi oleh produktivitas padi. Selain itu, jumlah biaya yang dikeluarkan juga berpengaruh dalam menentukan jumlah pendapatannya yang dimana semakin besar suatu biaya usahatani yang dikeluarkan, maka pendapatan akan berkurang. Selain pendapatan dari usahatani, terkadang petani juga mengandalkan pendapatan dari dua subsector pertanian lainnya yaitu subsector off farm dan non farm. Tingkat pendapatan usahatani on farm pada rumah tangga petani padi didapat dari total penerimaan Rp.13.805.120,91/ha dikurangi dengan total biaya produksi Rp.4.624.434,58 sehingga menghasilkan pendapatan rata-rata perhektar sebesar Rp.9.180.686,33. Adapun kontribusi off farm sebesar Rp.1.379.800,85 ha/ musim dengan kontribusinya terhadap pendapatan petani sebesar 29,50%. Sedangkan pendapatan pada non farm sebesar Rp.2.920.341,39 dengan kontribusi sebesar 53,31%.
Fear of Missing Out: A Scale Development with Focus on Hallyu Phenomenon Ignatius Hari Santoso; Suzy Widyasari; Euis Soliha
Journal of Management and Business Environment (JMBE) Vol 5, No 2: January 2024
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jmbe.v5i2.10131

Abstract

Hallyu that is marked by the proliferation of entering South Korean culture into Indonesia has become a phenomenon for especially young Indonesian people. This culture includes Korean films and dramas, Korean music and songs, as well as the use of South Korean artists as brand ambassadors for local products. The influence of South Korean culture thoughtfully results in psychological changes of the generation Z in Indonesia especially those who are in the development from adolescence to adulthood. The purpose of this research is to develop a measurement scale on the aspects that are considered to have a significant influence on the psychological condition of fear of being outdated in young women of the generation Z in Indonesia. This research started by looking for the results of relevant studies. Upon the collection of the references, items that were tested for validity and reliability were formulated. The pre-test was conducted by involving 50 young women of the generation Z in Indonesia. After being declared valid and reliable, further tests was conducted to find indicators that have high loading factor values by involving 100 respondents. The study results in three constructs comprising interest on the Korean culture, social circle acceptance, and intention to consume Korean cultural products. Business people can use the questionnaire for increasing the sales figure.