Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUKURAN TAHANAN TANAH PADA KONDISI TANAH KERING DI LAPANGAN BOLA Armansyah Armansyah; Ramayulis Nasution; Yusmartato Yusmartato
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 2 (2022): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya sistem tenaga listrik pada saat ini, sangat penting untuk memperhatikan sistem tahanan pentanahan. Fungsi dari pentanahan adalah untuk menghubungkan bagian dari peralatan yang seharusnya tidak dialiri arus listrik dengan suatu massa yang besar. Pengukuran Tahanan tanah di daerah tanah kering. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur analog Earthtester dan menggunakan metode 3 titik pada tanah kering. Beberapa percobaan dilakukan guna melihat pengaruh  dari kondisi tanah terhadap hasil pengukuran tahanan tanah. Kebutuhan pentanahan ini bermula dari kenyataan bahwa gangguan sering terjadi pada peralatan listrik, sehingga mengakibatkan arus gangguan mengalir pada pentanahan, yang akan menimbulkan kenaikan beda potensial. Beda potensial yang timbul ini mungkin sangat besar sehingga dapat membahayakan manusia yang berjalan di daerah tersebut. Beda potensial berbahaya ini dapat muncul diantara peralatan yang ditanahkan dengan tanah sekitarnya. Untuk menjamin pentanahan yang baik diperlukan pengukuran tahanan tanah yang tepat.
ANALISIS RUGI-RUGI DAYA PADA PENGHANTAR NETRAL JARINGAN DISTRIBUSI SEKUNDER AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN Zulfadli Pelawi; Yusmartato Yusmartato
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban-beban yang ada di konsumen. Pada sistem distribusi sekunder bentuk saluran yang paling banyak digunakan ialah sistem radial. Sistem ini menggunakan konduktor tanpa isolasi. Dikerenakan beban disuplai melalui sistem satu fasa, maka ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi. Akhirnya akan menyebabkan mengalirnya arus pada netral transformator, sehingga timbul rugi-rugi  pada penghantar netral. Bila arus netral (arus bocor) yang mengalir pada penghantar netral terlalu besar, sehingga rugi-rugi daya yang timbulkan akan semakin besar. Seharusnya bila keadaan sistem benar-benar setimbang, maka rugi-rugi daya yang ada hanyalah pada saluran R, S dan T saja. Setelah dianalisa, diperoleh bahwa bila terjadi ketidakseimbangan beban sebesar 4,67%, maka arus netral yang muncul 20,43, dan rugi-rugi akibat arus netral yang mengalir ke tanah sebesar 1,27%.
Pemanfaatan Aliran Air Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Picohidro (PLTPH) Di Desa Bandar Rahmat Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara Yusmartato Yusmartato; Zulfadli Pelawi; Yusniati Yusniati; Fauzi Fauzi; Shalahuddin Alayubi Sitanggang
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 1 (2022): JET Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v7i1.5391

Abstract

Disaat sumber energi lain mulai menipis dan memberikan dampak negatif, maka air menjadi sumber yang sangat penting karena dapat dijadikan sumber energi pembangkit listrik yang murah dan tidak menimbulkan polusi. Pembangkit tenaga listrik Picohidro pada dasarnya memanfaatkan beda ketinggian serta jumlah debit air per detik yang ada pada aliran air irigasi, sungai atau air terjun. Kemudian energi ini dihubungkan dengan generator listrik yang nantinya akan menghasilkan energi listrik. Menurut Robert, keunggulan teknologi PLTPH adalah cocok digunakan di daerah terpencil. Piko Hidro hanya butuh ketinggian air 1-3 meter dan debit 30 liter per detik. Jadi cocok digunakan di daerah terpencil. Selain itu biaya investasinya pun tergolong murah sekitar Rp 30 juta per unit dengan biaya pemeliharaan yang minimum dan tidak memerlukan biaya bahan bakar. Piko Hidro ini pun mudah dirakit dan dioperasikan serta bisa beroperasi selama 24 jam sesuai dengan debit air. Teknologi ini membuatnya cocok untuk diterapkan di daerah terpencil yang memiliki debit air yang sesuai.