Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Negeri Kopiwangker Elisa Ashari Labunga; Jeffry S.J. Lengkong; Ricard D.H Pangkey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi membangun tim dan mengelola gotong royong untuk mencapai tujuan Bersama sesuai target yang ditentukan melalui penerapan model Problem Based Learning di kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 16 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran, serta tes hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I rata-rata hasil belajar peserta didik mencapai 71,88 dengan tingkat ketuntasan 56,25%, sehingga belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥ 75. Aktivitas peserta didik memperoleh persentase 69,79 (kategori cukup) dan aktivitas guru 73,07% (kategori cukup). Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus II melalui pengoptimalan langkah-langkah Problem Based Learning dan peningkatan bimbingan dalam diskusi kelompok, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 82,81 dengan ketuntasan klasikal melampaui KKTP. Aktivitas peserta didik meningkat menjadi 83,33% (kategori baik) dan aktivitas guru menjadi 84,61% (kategori baik ). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi membangun tim dan mengelola gotong royong untuk mencapai tujuan Bersama sesuai target yang ditentukan di kelas IV SD Negeri Kopiwangker.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V di SD Inpres Kakaskasen Tiga Rivenda Damopolii; Jeffry S.J. Lengkong; Sarah S.N Tombokan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi lingkungan jadi rusak dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga. Subjek penelitian ini adalah 11 siswa kelas V. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 03 Februari 2026 sampai dengan 12 Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas guru, aktivitas siswa, serta ketuntasan hasil belajar. Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata observasi pada siklus I sebesar 65 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 90 (baik sekali). Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata observasi pada siklus I sebesar 62,5 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 83,33 (baik sekali). Ketuntasan hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 65,90, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 94,09. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kreativitas serta hasil belajar siswa dalam materi lingkungan jadi rusak.
Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Negeri Kopiwangker Elisa Ashari Labunga; Jeffry S.J. Lengkong; Ricard D.H Pangkey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi membangun tim dan mengelola gotong royong untuk mencapai tujuan Bersama sesuai target yang ditentukan melalui penerapan model Problem Based Learning di kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 16 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran, serta tes hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I rata-rata hasil belajar peserta didik mencapai 71,88 dengan tingkat ketuntasan 56,25%, sehingga belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥ 75. Aktivitas peserta didik memperoleh persentase 69,79 (kategori cukup) dan aktivitas guru 73,07% (kategori cukup). Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus II melalui pengoptimalan langkah-langkah Problem Based Learning dan peningkatan bimbingan dalam diskusi kelompok, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 82,81 dengan ketuntasan klasikal melampaui KKTP. Aktivitas peserta didik meningkat menjadi 83,33% (kategori baik) dan aktivitas guru menjadi 84,61% (kategori baik ). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi membangun tim dan mengelola gotong royong untuk mencapai tujuan Bersama sesuai target yang ditentukan di kelas IV SD Negeri Kopiwangker.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V di SD Inpres Kakaskasen Tiga Rivenda Damopolii; Jeffry S.J. Lengkong; Sarah S.N Tombokan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi lingkungan jadi rusak dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga. Subjek penelitian ini adalah 11 siswa kelas V. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 03 Februari 2026 sampai dengan 12 Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas guru, aktivitas siswa, serta ketuntasan hasil belajar. Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata observasi pada siklus I sebesar 65 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 90 (baik sekali). Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata observasi pada siklus I sebesar 62,5 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 83,33 (baik sekali). Ketuntasan hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 65,90, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 94,09. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kreativitas serta hasil belajar siswa dalam materi lingkungan jadi rusak.