Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Work From Home (WFH) di Masa Pendemi Covid-19 terhadap Kinerja Karyawan Rommy Heryadi; Achmad Fauzi; Nobel Alamsyah; Martius Martius; M Tryanza Maulana; Rahmad Faisal; Nur ‘Aini; Susy Arissani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.912 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7325

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan perusahaan di Indonesia harus segera menerapkan sistem WFH (Work From Home) demi keselamatan karyawannya dan mendukung kesehatan nasional. Kebijakan WFH bertujuan untuk memutus rantai Covid-19 agar tidak cepat menyebar luas karena banyaknya jumlah karyawan yang bekerja pada perkantoran atau banyaknya populasi pekerja. Penelitian ini mencari pengaruh pandemi Covid 19 terhadap kinerja karyawan. Peneliti menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif, pengumpulan data jenis trianggulasi dan memakai sistem perhitungan analisis data induktif melalui pendekatan penelitian fenomenologi. Data ditelaah dengan literature review lalu dianalisis dengan teknik mereduksi data. lalu diproses dengan teknik penyajian data yang menghasilkan teori grounded secara induktif. Melalui data lapangan, yang kemudian dapat diuji keabsahannya melalui sistem verifikasi data. Ditemukan produktifitas kerja disebabkan karena menurunnya tingkat stress kerja karena adanya tekanan langsung ketika para pekerja saling berinteraksi langsung baik sesama atasan, bawahan, ataupun sesama rekan kerjanya dalam level posisi yang setara. Hasil lainnya, WFH justru mengurangi tingkat efektifitas kerja sehingga mempengaruhi kualitas kinerja dan terhambatnya aktifitas pekerjaan, output pekerjaan yang dihasilkan tidak maksimal. Dari hasil penelitian, WFH sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara signifikan. Diharapkan WFH memiliki lingkungan kerja yang fleksibel, koneksi internet dan perangkat elektronik yang mendukung kegiatan bekerja dari rumah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi peneliti lainnya untuk melakukan penelitian lanjutan khususnya di bidang pembahasan tentang pengaruh WFH terhadap Kinerja Karyawan pada masa Pandemi COVID-19.
Analisis Determinasi Iklim Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus di KPP Pratama Cilegon) Mochamad Saprudin; Zainur Hidayah; Achmad Fauzi
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.3710

Abstract

Tujuan pendirian suatu orgaisasi salah satunya adalah bagaimana organisasi tersebut dapat mewujudkan tujuannya sesuai dengan cita-cita awal pendiriannya secara daya guna (efektif) dan tepat guna (efesian). Ukuran efektifitas dan efesiensi organisasi salah satunya dinilai dari penilaian atas kinerja organisasi tersebut.  Kinerja organisas merupakan cerminan kinerja anggota organisasi tersebut karena sejatinya yang menggerakkan dan menjalankan organisasi adalah para anggotanya. Dalam artikel ini peneliti melakuka penelitian beberapa variable yang dapat mempengaruhi kinerja para pegawai di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cilegon. Variabel dimaksud adalah iklim kerja, lingkungan kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja para pegawai. Metode penelitian dilakukan melalui metode kuantitatif yaitu jenis penelitian yang akan menghasilkan temuan temuanyang aka diepdapatkan melalui penggunaan prosedur statistik. Data diperileh melalui survey dengan membagikan quisioner kepada responden dengan hasil sebagai berikut: 1). Iklim kerja memberikan pengaruh positif yang kuat terhadap Kinerja pegawai.2). Lingkungan kerja memberikan pengaruh positif yang kuat pada kinerja pegawai. 3). Kepuasan kerja juga memberikan efek positif terhadap kinerja pegawai. 4). Variabel kepuasan kerja terbukti memoderasi iklin kerja terhdap kinerja pegawai, dan 5), Variabel kepuasan kerja telah memoderasi lingkungan kerja terhadp kinerja.