Moch Nuruddin
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Gresik, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Bahaya Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control di PT. Sumbermas Indah Plywood Moch Ivan Eka Surya Rachmana; Moch Nuruddin; Said Salim Dahda
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.626 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.8047

Abstract

Sumber Mas Indah Plywood merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang pengolahan kayu lapis yang memiliki kualitas tinggi. Setelah melakukan wawancara dengan supervisor bagian produksi masih sering dijumpai kecelakaan kerja di PT. Sumber Mas Indah Plywood yang berarti K3 dibagian produksi masih belum bekerja dengan baik. Setelah mengetahui permasalahan yang ada metode yang cocok untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan adalah metode Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control atau biasa dikenal dengan HIRARC. HIRARC adalah suatu program yang didesain untuk lebih mengenali potensi bahaya yang ada disekitar tempat kerja, membuat identifikasi bahaya dan mengetahui nilai dari risiko bahaya kemudian melakukan upaya pengendalian potensi bahaya yang ditemukan. Tujuan HIRARC adalah untuk mencari bahaya yang sering diabaikan oleh pekerja yang memiliki potensi untuk mencelakai pekerja dan memberikan pengendalian misalnya dengan memberikan APD yang sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk menemukan potensi bahaya dan memberikan cara penanggulangan degan baik dan benar agar kedepanya tidak lagi ditemukan kecelakaan kerja pada saat bekerja. ditemukan 10 potensi bahaya dengan rincian terdapat 5 potensi bahaya yang memiliki nilai High kemudian 3 potensi bahaya bernilai Moderate dan masing – masing 1 potensi bahaya yang memiliki nilai Low dan Extreme yang berarti diperlukan proses pengendalian risiko agar kedepanya dapat mengurangi potensi kecelakaan kerja. Contoh dari pengendalian administratif adalah memberikan briefing sebelum memulai pekerjaan, menyediakan kotak P3K, dan contoh pada pengendalian teknis adalah memberikan safety sign, untuk pemberian APD kepada pekerja contoh APD nya adalah sepatu safety, sarung tangan, google glass, helm safety, dan ear plug.