Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Preventif Stunting Sebelum 1000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Menerapkan Prinsip 3 M (Mengenali, Mencegah, Menerapkan) Gebby Nusantara; Cut Mourisa; Desi Isnayanti
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Mereka masih mengabaikan pentingnya nutrisi yang didapatkan sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Selain nutrisi yang harus tercukupi, pemeriksaan kesehatan seperti antenatal care (ANC) penting dilakukan secara rutin dan tepat waktu sehingga tidak menimbulkan berbagai masalah kesehatan terutama stunting. Stunting adalah masalah kekurangan gizi pada anak yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Stunting dapat terjadi sejak janin hingga tanda akan nampak pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Untuk itu kegiatan pengabdian masyarakat ini direalisasikan dengan mewujudkan program intervensi stunting dengan menerapkan prinsip 3M (Mengenali, Mencegah, Menerapkan). Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mencegah stunting sejak dini. Metode yang dilakukan adalah dengan melibatkan langsung masyarakat setempat selama kegiatan berlangsung yaitu dengan penyuluhan stunting di Polindes. Dengan adanya program ini, masyarakat sadar akan pentingnya asupan nutrisi dan pemeriksaan kehamilan yang rutin dan terjadwal.
Perbedaan Tingkat Depresi pada Orang dengan Skizofrenia Berdasarkan Jenis Kelamin terhadap Lama Pengobatan di Rumah Sakit Madani Medan Gebby Nusantara; Nanda Sari Nuralita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i1.12889

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan kelainan otak kronis yang dapat bergejala pada saat aktif berupa delusi, halusinasi, bicara tidak teratur, kesulitan berpikir, dan kurangnya motivasi. Orang yang menderita skizofrenia sering kali mengalami masalah kesehatan mental lainnya, seperti gangguan kecemasan dan depresi. Orang yang mengalami skizofrenia juga sering mengalami disfungsi sosial, sehingga lebih mungkin menjadi pengangguran, miskin, dan tunawisma. Hal ini menyebabkan penurunan harapan hidup dengan beberapa perkiraan lebih sedikit 10-12 tahun dibandingkan orang yang tidak menderita skizofrenia. Bukti menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental seperti depresi lebih buruk pada skizofrenia. Sebagai contoh, depresi adalah faktor paling signifikan dalam bunuh diri pada skizofrenia. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat depresi skizofrenia berdasarkan jenis kelamin terhadap lama pengobatan di Rumah Sakit Madani Medan. Metode: analitik kategorik dengan rancangan penelitian yang dipakai adalah studi cross sectional, Teknis pengambilan sampel yang digunakan penelitian ini adalah Non Probability Sampling yaitu sampel tidak dipilih secara acak dengan metode Purposive Sampling. Data penelitian ini diperoleh dari data primer menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan bahwa pada laki-laki lama pengobatan 1 tahun 29 orang (33.7%) dan 1 tahun 14 orang (16.3%), pada perempuan lama pengobatan 1 tahun 31 orang (36.0%) dan 1 tahun 12 orang (14%). Hasil analisis antara jenis kelamin terhadap lama pengobatan pada orang dengan skizofrenia adalah p = 0.815 (P0.05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin terhadap lama pengobatan pada orang dengan skizofrenia.