Khotimatus Sholikkhah
UNISDA LAMONGAN

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MASA PANDEMI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 2 KEPOHBARU Khotimatus Sholikkhah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 di Indonesia mulai merambah dunia pendidikan, pemerintah pusat hingga daerah memberikan kebijakan untuk meliburkan sementara untuk seluruh lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah meluasnya penularan virus Covid-19. Pembelajaran daring kemudian menjadi solusi terbaik agar kegiatan belajar mengajar peserta didik tetap berlangsung. Kegiatan belajar mengajar secara daring dilakukan dirumah peserta didik masing-masing. Guru melakukan proses belajar mengajar melalui media daring (online). Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi (TI) dan komunikasi. Terdapat banyak kendala-kendala yang dialami guru atau peserta didik selama pembelajaran secara daring, seperti keterbatasan quota, jaringan buruk, dan rasa bosan jenuh dialami oleh sebagian siswa dan guru. Keadaan seperti itu juga dialami oleh SMP N 2 Kepohbaru Bojonegoro, akan tetapi hal ini tidak membuat menyerah para siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran daring Pendidikan Agama Islam terhadap peserta didik di kelas VII SMP Negeri 2 Kepohbaru, dan mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap proses pembelajaran daring Pendidikan Agama Islam di kelas VII di SMP Negeri 2 Kepohbaru. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran daring yang dilaksanakan di kelas VIII SMP N 2 Kepohbaru dapat didistribusikan dengan baik seperti komunikasi, pemberian materi dan pengumpulan tugas yang telah dibantu beberapa aplikasi seperti Google Clasroom, dll. Dampak pandemi Covid-19 terhadap proses pembelajaran daring sangat bervariatif, salah satunya guru merasakan memiliki skill, wawasan, dan ilmu baru dalam bidang IPTEK, dan siswa cenderung merasakan kebosanan selama kegiatan pembelajaran daring.
DAMPAK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MASA PANDEMI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 2 KEPOHBARU Khotimatus Sholikkhah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i1.3087

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 di Indonesia mulai merambah dunia pendidikan, pemerintah pusat hingga daerah memberikan kebijakan untuk meliburkan sementara untuk seluruh lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah meluasnya penularan virus Covid-19. Pembelajaran daring kemudian menjadi solusi terbaik agar kegiatan belajar mengajar peserta didik tetap berlangsung. Kegiatan belajar mengajar secara daring dilakukan dirumah peserta didik masing-masing. Guru melakukan proses belajar mengajar melalui media daring (online). Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi (TI) dan komunikasi. Terdapat banyak kendala-kendala yang dialami guru atau peserta didik selama pembelajaran secara daring, seperti keterbatasan quota, jaringan buruk, dan rasa bosan jenuh dialami oleh sebagian siswa dan guru. Keadaan seperti itu juga dialami oleh SMP N 2 Kepohbaru Bojonegoro, akan tetapi hal ini tidak membuat menyerah para siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran daring Pendidikan Agama Islam terhadap peserta didik di kelas VII SMP Negeri 2 Kepohbaru, dan mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap proses pembelajaran daring Pendidikan Agama Islam di kelas VII di SMP Negeri 2 Kepohbaru. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran daring yang dilaksanakan di kelas VIII SMP N 2 Kepohbaru dapat didistribusikan dengan baik seperti komunikasi, pemberian materi dan pengumpulan tugas yang telah dibantu beberapa aplikasi seperti Google Clasroom, dll. Dampak pandemi Covid-19 terhadap proses pembelajaran daring sangat bervariatif, salah satunya guru merasakan memiliki skill, wawasan, dan ilmu baru dalam bidang IPTEK, dan siswa cenderung merasakan kebosanan selama kegiatan pembelajaran daring.
Analisis dan Pengembangan Standar Isi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Khotimatus Sholikkhah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 6 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dar el-ilmi.v6i2.3244

Abstract

Kurikulum merupakan salah satu alat untuk membina dan mengembangkan siswa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Lembaga pendidikan Islam harus mampu mendesain sebuah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan yang telah dikembangkan sesuai dengan standar isi, agar hasilnya dapat mencapai standar kompetensi kelulusan yang diinginkan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Mutu pendidikan dibuktikan dengan adanya kepercayaan dan kesesuaian lulusan sekolah terhadap lapangan pekerjaan dan juga sikap atau karakter yang melekat pada diri peserta didik. Kurikulum bersifat desentralisasi, artinya kurikulum telah bersifat lebih luwes untuk mengembangkan materi yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. pelaksanaan pendidikan agama Islam lebih masih benyak ditemuka bermuara pada aspek kognitif dan orientasinya yang lebih bersifat normatif, dan teoritis, termasuk di dalam aspek gurunya yang kurang mampu mengaitkan dan berinteraksi dengan mata pelajaran dan guru non-pendidikan agama. Aspek lainnya yang disoroti juga adalah menyangkut aspek muatan kurikulum atau materi pendidikan agama, sarana pendidikan agama, termasuk di dalamnya buku-buku dan bahan ajar pendidikan agama.