Depresi dan kecemasan merupakan gangguan utama yang muncul pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialysis. Dalam beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan dimana relaksasi spiritual dapat menyeimbangkan saraf simpatis dan parasimpatis, hal ini efektif membuat kondisi seseorang menjadi rileks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Saiful Anwar Malang . Metode: Desain penelitian dengan Cross Sectional. Populasi 41 orang dan sampel sebanyak 37 orang dengan Quota Sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dilakukan pada tanggal 10 sampai 30 September 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan dua kuesioner yakni kuesioner kecerdasan spiritual (SISRI 24) dan kuesioner tingkat kecemasan (HARS). Hasil dan Analisis: Penelitian ini membuktikan sebagian besar responden, 28 (75,68%) memiliki kecerdasaran spiritual sedang dan hampir separuh responden yaitu sebanyak 17 responden (45.95%) memiliki tingkat kecemasan sedang. Hasil uji Spearman rank didapatkan nilai p = (0.034) < (0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini, untuk mengurangi tingkat kecemasan salah satunya dengan meningkatkan kecerdasan spiritual pasien, menjalani hidup dengan penuh makna,selalu mendengarkan hati nuraninya, dan semua yang dijalani selalu bernilai ibadah dalam setiap perilaku dan kegiatan serta berprinsip karena Allah.