Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Anak Eha Anna Lestari; Nuryanti Nuryanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7204

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam menigkatkan mutu pendidikan anak, Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian literature (kepustakaan) serta menelaah (analisis) buku tertentu, Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini berupa proses pengumpulan data, analisis data, serta menampilkan hasil analisis. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis bersumber dari beberapa dokumentasi yang berasal dari buku, jurnal, internet, catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), cerita, biografi, peraturan kebijakan, dan karya ilmiah lainnya. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting di dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Rendahnya kualitas pendidikan menjadi penyebab dari krisisnya sumber daya manusia. Mengingat saat ini zaman semakin merambah maju, yang mana otomatis turut berpengaruh pada perkembangan ekonomi. Sehingga, sudah sepatutnya jika lapangan pekerjaan membutuhkan sumber daya manusia yang benar-benar kompeten untuk bersinergi bersama. Dalam kaitannya sumberdaya manusia dalam pendidikan terdapat tiga aspek penting sebagai sistem dalam pendidikan yaitu input, proses, dan output. Input pendidikan adalah segala sesuatu masukan yang tersedia karena untuk berlangsungnya proses. Input sumber daya manusia dalam pendidikan meliputi pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lebih baik. Dalam proses inilah fungsi operasional manajemen sumber daya manusia dijalankan dan ditujukan untuk mengadakan perbaikan yang. Sedangkan, output pendidikan adalah merupakan hasil kinerja dari proses yang merupakan hasil kinerja sekolah. Hasil kinerja sekolah merupakan prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses perilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualita sekolah. Khusus yang berkaitan dengan mutu output sekolah, dapat dilihat dari prestasi yang dimiliki atau dicapai sekolah.
Kontribusi Konsep Etika Pendidik Perspektif K.H Hasyim Asy’ari Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru Alimni Alimni; Eha Anna Lestari; Zulkarnain Zulkarnain
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2435

Abstract

Rumusan penelitian ini adalah : 1) Bagaimana konsep etika pendidik terhadap profesi menurut perspektif K.H Hasyim Asy’ari? 2) Bagaimana konsep etika pendidik terhadap peserta didik perspektif K.H Hasyim Asy’ari? 3)Bagaimana kontribusi konsep etika pendidik perspektif K.H Hasyim Asy’ari terhadap kompetensi kepribadian guru?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1). seorang guru hendaknya selalu merasa dalam pengawasan Allah SWT selama melaksanakan tugasnya sebagai seorang pendidik baik di tempat ramai maupun di tempat sunyi. memiliki perangai zuhud dan hendaknya memperlakukan orang lain dengan budi pekerti yang baik. 2). Menurut K.H Hasyim Asy‟ari dalam kitab Adabul Alim wal Muta’allim, tentang adab guru, Hendaknya seorang guru mengajar dan mendidik murid dengan tujuan mendapatkan ridho Allah ta`ala, menyebarkan ilmu, menghidupkan syariat islam, dan membangun hubungan yang harmonis dengan peserta didik. 3). Etika pendidik perspektif K.H Hayim Asy’ari memiliki kontribusi terhadap kompetensi kepribadian guru seperti yang tercantum dalam permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Kepribadian Guru dalam orientasi keduanya, yakni menjaga martabat profesi guru melalui tiga hal. Pertama mematuhi norma agama dan sosial. Kedua, menghiasi pribadi dengan etika dan akhlak terpuji. Ketiga, semangat dan tanggungjawab dalam menjalankan profesinya.