Sri Lestari
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sosok Perempuan Jawa dalam Novel GGA Perspektif Amangkurat I: Tinjauan Strukturalisme Genetik Sri Lestari
SUAR BETANG Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i1.153

Abstract

This study aims to describe the social structure of the GGA novel based on the perspective of the Mataram ruler. This research is a qualitative descriptive study with a research strategy using content analysis with a genetic structuralism approach. Data and data sources in this study are in the form of words, phrases, sentences, and paragraphs contained in the GGA novel by RH Widada. Other than that the data will be supported by the transcript results of the author’s interview. Data collection techniques with library techniques, refer to and record. Data validation techniques with data triangulation, researchers, and methodology. Data analysis in this study used the interactive model analysis Miles and Huberman. The result showed that the figure of Javanese woman was seen as a figure that could be taken to be a concubine or consort in accordance or consort in accordance with the wishes of the king regardless of marital status or not, a female figure could also be possessed by the king by searching/hunting throughout the country, a cruel punishment to women, the use of women as initiators kenya formidable king’s bodyguards and women symbol of the king’s keprabon revelation.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan struktur sosial novel GGA berdasarkan prespektif penguasa Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian ini menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan strukturalisme genetik.  Data dan sumber data dalam peneltian ini berupa kata, frasa, kalimat dan paragraf yang terdapat dalam novel Gadis-Gadis Amangkurat karya RH Widada. Selain itu data akan didukung dengan hasil transkripsi wawancara kepada pengarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak dan catat. Teknik validasi data dengan triangulasi data, peneliti, dan metodologi.  Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  sosok perempuan Jawa dilihat sebagai sosok yang dapat diambil untuk dijadikan selir atau permaisuri sesuai dengan kehendak raja tanpa mempertimbangkan status bersuami atau tidak, sosok perempuan juga dapat dimiliki raja degan cara pencarian/pemburuan ke seluruh pelosok negeri, hukuman kejam kepada perempuan, penggunaan perempuan sebagai Trinisat Kenya pengawal raja yang tangguh, dan perempuan simbol wahyu keprabon raja.
Sastra Lisan Kidung Rumeksa Ing Wengi Karya Sunan Kalijaga sebagai Materi Ajar BIPA Tingkat Lanjut Sri Lestari Sunardi
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4204

Abstract

Pembelajaran BIPA berbasis kearifan lokal dengan mengenalkan lagu sebagai wujud dari kekayaan budaya nusantara merupakan sebuah cara menarik minat pelajar asing. Budaya nusantara yang memiliki keanekaragaman dapat dimanifestasikan melalui lagu yang bernafaskan ajaran moral dan tata nilai untuk hidup seimbang. Tujuan penelitian ini yaitu memaparkan sastra lisan yang berupa kidung rumeksa ing wengi sebagai materi ajar untuk mahasiswa asing yang berminat mendalami budaya nusantara khususnya Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Teknik validasi data menggunakan triangulasi teori dan teknik analisis data dengan semiotik Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi ajar sastra lisan Kidung Rumeksa ing Wengi dapat diberikan kepada pembelajar BIPA tingkat lanjut dengan cara mengartikannya terlebih dahulu dalam bahasa Indonesia kemudian baru diperdengarkan versi aslinya.  Kata kunci: BIPA,  materi ajar, sastra lisan, kidung
Gender Inequality in Tri Utami’s Novel Entitled Dunia Padmini Sri Lestari; Arif Nugroho
POETIKA Vol 10, No 2 (2022): Issue 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/poetika.v10i2.69549

Abstract

The present study examines the issue of women’s internal struggle in response to patriarchal culture and gender inequality portrayed in Tri Utami’s novel entitled Dunia Padmini. Drawing on textual analysis, this study describes empirical facts and evidence related to gender inequality in the novel. The analysis results demonstrate that the financial dependence and subordination of women are forms of gender inequality. This is also supported by social constructions that give negative stereotypes to the role of women as second-class citizens. This construction has not changed much even when women have juggled dual roles (domestic and public). The results of this study contribute to literature enrichment regarding the issue of gender equality based on socio-feminism theory, particularly on strengthening the roles and rights of women in social life, and how they get their rights in society.
Equality of Gender Rationality in the Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan by Ihsan Abdul Quddus Sri Lestari; Alif Nur Khayati; Fllorenta Fani Diah Aprilia Putri
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2581.177 KB) | DOI: 10.22515/bg.v7i1.5330

Abstract

Knowledge about gender should focus more on various circles. In this study, it aims to describe the rational form of equality of gander in the novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan by Ihsan Abdul Quddus. This research uses a qualitative descriptive method by analyzing the novel. Data were obtained from various sources, including a related novel titled Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan by Ihsan Abdul Quddus. The results of this study show that of all the existing gender equality, the most appropriate equality is to know the characteristics of each gender itself. Various roles in life are already supposed to be studied and applied in life, in accordance with the social constructions taking place and pay attention to the social, political, economic, cultural and other spheres. However, in reality, there are many cases of gender equality that are still the same as in the novel. There is no awareness of their respective roles, especially in terms of households.
REPRESENTASI PELANGARAN HAM DALAM NOVEL ORANG-ORANG OETIMU KARYA FELIX K. NESSI: KAJIAN POSTMEMORY MARIANNE HIRSCH Hary Sulistyo; Sri Lestari
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.91

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai kajian postmemory novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nessi. Keberadaan novel tersebut menarik dalam fenomenakesusastraan Indonesia karena Felix K. Nesi sebagai pengarang yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, menuliskan memory di masa lalu yang tidak ia alami secara langsung yaitu mengenai kondisi kekersan di Timor Timur, termasuk penjajahan Jepang dan Belanda. Tujuan penelitian ini adalah: 1). Melihat pola memory yang ditampilkan oleh Felix K. Nessi melalui karya tersebut; 2). Melihat saluran memory atas peristiwa di masa lalu melalui saluran yang dimiliki oleh masyarakat. Teori yan digunakan dalam penelitian ini adalah the generation of postmemory studies Mariane Hirsh. Metode penelitian kualitatif ini dengan langkah-langkah: 1. Melakukan pembacaan terhadap novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nessi untuk memetakan bentuk-bentuk pelangaran HAM di masa lalu; 2). Melakukan klasifikasi postmemory mengenai representasi pelanggaran HAM dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K Nessi; dan 3). Melakukan kajian terhadap saluran memory berkaitan dengan aspek-aspek postmemory tesebut. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Bentuk-bentuk pelangaran HAM dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix. K Nessi adalah berkaitan dengan persoalan kekerasan fisik dan asporasi politik; 2). Klasifikasi pelanggaran HAM dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nessi berkaitan dengan kekerasan di Timor-Timur, era penjajahan Belanda, era penjajahan Jepang, dan pada era Orde Baru; dan 3). Saluran memory berkaitan dengan pelanggaran HAM yang tercermin dalam novel Orang-Orang Oetimu tersimpan melalui catatan sejarah, turun-temurun, dan melalui media.