Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI PELANGARAN HAM DALAM NOVEL ORANG-ORANG OETIMU KARYA FELIX K. NESSI: KAJIAN POSTMEMORY MARIANNE HIRSCH Hary Sulistyo; Sri Lestari
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.91

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai kajian postmemory novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nessi. Keberadaan novel tersebut menarik dalam fenomenakesusastraan Indonesia karena Felix K. Nesi sebagai pengarang yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, menuliskan memory di masa lalu yang tidak ia alami secara langsung yaitu mengenai kondisi kekersan di Timor Timur, termasuk penjajahan Jepang dan Belanda. Tujuan penelitian ini adalah: 1). Melihat pola memory yang ditampilkan oleh Felix K. Nessi melalui karya tersebut; 2). Melihat saluran memory atas peristiwa di masa lalu melalui saluran yang dimiliki oleh masyarakat. Teori yan digunakan dalam penelitian ini adalah the generation of postmemory studies Mariane Hirsh. Metode penelitian kualitatif ini dengan langkah-langkah: 1. Melakukan pembacaan terhadap novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nessi untuk memetakan bentuk-bentuk pelangaran HAM di masa lalu; 2). Melakukan klasifikasi postmemory mengenai representasi pelanggaran HAM dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K Nessi; dan 3). Melakukan kajian terhadap saluran memory berkaitan dengan aspek-aspek postmemory tesebut. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Bentuk-bentuk pelangaran HAM dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix. K Nessi adalah berkaitan dengan persoalan kekerasan fisik dan asporasi politik; 2). Klasifikasi pelanggaran HAM dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nessi berkaitan dengan kekerasan di Timor-Timur, era penjajahan Belanda, era penjajahan Jepang, dan pada era Orde Baru; dan 3). Saluran memory berkaitan dengan pelanggaran HAM yang tercermin dalam novel Orang-Orang Oetimu tersimpan melalui catatan sejarah, turun-temurun, dan melalui media.