Tajudin Noor
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembentukan Karakter Religius melalui Program Hafal Al-Qur’an Sahrul Gunawan; Tajudin Noor; Abdul Kosim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.231 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4323

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter religius melalui bagaimana tahapan atau strategi menghafal Al-Qur’an yang sesuai dengan syariat islam. Implementasi dalam pendidikan terutama dalam pembentukan karakter siswa adalah usaha bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam ilmu pendidikan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan terpenting, sebab dalam lingkungan keluarga memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter maupun dalam perkembangan anak untuk kehidupan selanjutnya yang akan mereka jalani. Agama sebagai pengendali moral, yang mengajarkan cara-cara yang ditentukan Allah untuk kehidupan manusia. Lewat ajaran- ajaran Islam yang dibawa rasul dan nabi, manusia bisa mengetahui jalan dekat dengan Tuhan, hubungan dengan manusia, alam dan binatang. Tanpa agama, jiwa manusia tidak mungkin dapat merasakan ketenangan dan kebahagian dalam hidup. Agama dan percaya pada Tuhan adalah kebutuhan pokok, yang akan menolong orang dalam memenuhi kekosongan jiwanya. Dalam persfektif Islam, karakter atau akhlak mulia merupakan suatu hasil dari proses penerapan syariat (ibadah dan muamalah) yang dilandasi oleh kondisi akidah yang kokoh dan bersandar pada al- Qur’an dan as-sunah (hadits).
Analisis Dampak Fresh Morning terhadap Karakter Religius di SMPIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang Indah Sri Wahyuni; Tajudin Noor; Abdul Kosim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.563 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4327

Abstract

Fresh Morning merupakan salah satu kegiatan pembiasaan di pagi hari sebelum memulai pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk karakter positif. Fresh Morning yang dilakukan setiap hari secara rutin dan berulang-ulang akan memberikan kebiasaan pada perilaku siswa diantaranya didalam menerapkan suatu perilaku positif yang diajarkan agar diterapkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat bahwa penanaman karakter yang paling kuat adalah dengan melalui pembiasaan yang diamalkan sejak dini terutama dalam pembentukan karakter religius di sekolah. Karakter religius sangat penting dimiliki oleh setiap siswa. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SMPIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang terutama siswa kelas 8 Makkah telah menerapkan karakter religius dengan kesadaran masing-masing serta adanya kegiatan Fresh Morning telah memberikan dampak positif pada karakter siswa. Selain itu terdapat beberapa faktor penyebab lunturnya nilai religius dan peran guru dalam membimbing siswa sangat penting. Berdasarkan paparan data tersebut peneliti memperoleh data dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan teknik analisis data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga dan Masyarakat Athaya Hasna Salsabila; Tajudin Noor; Abdul Kosim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2022): December 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i3.4502

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tujuan pendidikan agama : (1) terbentuknya kepribadian yang utuh jasmani dan rohani (insan kamil) yang tercermin dalam pemikiran maupun tingkah laku terhadap sesama manusia, alam serta Tuhannya, (2) dapat menghasilkan manusia yang tidak hanya berguna bagi dirinya, tapi juga berguna bagi masyarakat dan lingkungan, serta dapat mengambil manfaat yang lebih maksimal terhadap alam semesta untuk kepentingan hidup di dunia dan akhirat, (3) merupakan sumber daya pendorong dan pembangkit bagi tingkah laku dan perbuatan yang baik, dan juga merupakan pengendali dalam mengarahkan tingkah laku dan perbuatan manusia. Oleh karena itu pembinaan moral harus didukung pengetahuan tentang ke-Islaman pada umumnya dan aqidah atau keimanan. Dengan ini perlu adanya peran pendidikan agama islam dalam keluarga dan masyarakat.
Urgensi Guru Fiqh dalam Proses Pembelajaran pada Materi Perawatan Jenazah Nur Annisa Luthfiyyah; Tajudin Noor; Abdul Kosim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.682 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3931

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana seharusnya umat muslim memahami Syariat Islam yang mengajarkan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian yang tidak pernah diketahui kapan waktunya. Sebagai makhluk sebaik-baik ciptaan Allah SWT dan ditempatkan pada derajat yang tinggi, maka Islam sangat menghormati orang muslim yang telah meninggal dunia. Oleh sebab itu muslim yang telah meninggal dunia mendapatkan perhatian khusus dari muslim lainnya yang masih hidup. Karena pentingnya persoalan tersebut maka disini guru fiqh khususnya sebagai pengajar harus menguasai tentang pelatihan perawatan jenazah. Tata cara mengurus jenazah salah satu kompetensi dasar dalam pelajaran fiqih yang mempunyai keunikan tersendiri. Hal itu di karenakan kompetensi ini memerlukan pemahaman yang dapat diperdalam dengan praktik. Dalam memberikan pelayanan proses pembelajaran, agar peserta didik menjadi insan yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia merupakan bagian dari tanggung jawab utama seorang guru dalam proses pembelajaran.