Atik Wartini
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta & Kamulan School Gaten Yogyakarta

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PALASTREN

TAFSIR FEMINIS M.QURAISH SHIHAB : TELAAH AYAT-AYAT GENDER DALAM TAFSIR AL-MISBAH Wartini, Atik
PALASTREN Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah interpretasi dan pemahaman selalu berdasarkankondisi sosial, politik, dan budaya mereka. Al Misbahadalah salah satu penafsiran Alquran modern Indonesiayang terkenal yang ditulis oleh M. Quraish Shihab. Artikelini berhubungan dengan pemikiran Quraish tentangperempuan melalui tafsirnya. Tulisan Ini menyimpulkanbahwa Quraisy membuat interpretasi kuno, tapi ia tidakmenyangkal adanya interpretasi baru. Ia membangunjembatan dan alur rantai sehingga interpretasi sensitif jender dapat dipertimbangkan dalam penafsiran masadepan. Pembaharuan ini mengalami kemajuan perlahandan pasti, dapat dibuktikan dengan tidak adanyapenolakan dalam penafsiran ketika ia menafsirkan ayat-ayat tentang wanita dan isu-isu gender.Kata kunci: Penafsiran Qur’an, Al-Misbah, Ayat Gender
KEBERAGAMAAN INKLUSIF ANAK USIA DINI DALAM MASYARAKAT MINORITAS: Studi Toleransi dalam Keluarga Ahmadiyah Manislor, Kuningan, Jawa Barat Wartini, Atik; Shulhan, Shulhan
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1309

Abstract

Penelitian ini merupakan riset lapangan. Tema yang diangkat dalam penelitian ini adalah keberagamaan inklusif anak usia dini di keluarga Ahmadiyah Manislor, Kuningan, Jawa Barat. Ada tiga hal yang menjadi fokus penelitian ini yaitu konsep keberagamaan inklusif, pendidikan anak usia dini dalam keluarga Ahmadiyah Manislor Kuningan Jawa Barat serta implementasi keberagamaan inklusif AUD pada masyarakat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi untuk menjelaskan konsep keberagamaan inklusif anak usia dini dan pendekatan fenomenologi untuk memotret toleransi keberagamaan anak usia dini pada keluarga tersebut. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Konsep keberagamaan inklusif anak usia dini dapat dibangun melalui pembentukan identitas anak. (2) Pendidikan anak usia dini keluarga Ahmadiyah Manislor dilakukan melalui pembiasaan, pengenalan konsep cintai semua dan tak ada satupun yang dibenci, dialog dan penanaman jiwa sosial. (3) Implementasi keberagamaan inklusif keluarga Ahmadiyah Manislor dilakukan dengan toleransi, pembentukan identitas dan pemenuhan kebutuhan anak. This field research basically explore inclusive religiosity of early childhood among Ahmadiyah families at Manislor Kuningan West Java. In this study, there are three research questions dealt with the concept of inclusive diversity for early childhood, the tolerance education within the Ahmadiyah families and the implementation of religious tolerance for early childhood in Ahmadiyah families at Manislor Kuningan West Java. This study uses content analysis approach to explain the concept of inclusive diversity of early childhood and phemenology approach to photographing religious tolerance within their family. The results of this research are: (1) The concept of inclusive diversity for early childhood based on self identity building. (2) Tolerance education for children within Ahmadiya families at Manislor done through attitude, spirit “Love for All and Hatred for None, dialog and social life building. (3) The implementation of religious tolerance for early childhood in ahmadiyya families at Manislor through tolerance, self identity building and meeting children basic needs.
TAFSIR FEMINIS M.QURAISH SHIHAB : TELAAH AYAT-AYAT GENDER DALAM TAFSIR AL-MISBAH Wartini, Atik
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.995

Abstract

Sebuah interpretasi dan pemahaman selalu berdasarkankondisi sosial, politik, dan budaya mereka. Al Misbahadalah salah satu penafsiran Alquran modern Indonesiayang terkenal yang ditulis oleh M. Quraish Shihab. Artikelini berhubungan dengan pemikiran Quraish tentangperempuan melalui tafsirnya. Tulisan Ini menyimpulkanbahwa Quraisy membuat interpretasi kuno, tapi ia tidakmenyangkal adanya interpretasi baru. Ia membangunjembatan dan alur rantai sehingga interpretasi sensitif jender dapat dipertimbangkan dalam penafsiran masadepan. Pembaharuan ini mengalami kemajuan perlahandan pasti, dapat dibuktikan dengan tidak adanyapenolakan dalam penafsiran ketika ia menafsirkan ayat-ayat tentang wanita dan isu-isu gender.Kata kunci: Penafsiran Qur’an, Al-Misbah, Ayat Gender