Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kelimpahan Bibit Lobster di Teluk Bumbang Kabupaten Lombok Tengah Paryono Paryono; Edwin Jefri; Baiq Hilda Astriana; Ibadur Rahman; Chandrika Eka Larasati; S. S. Sukoraharjo
Jurnal Kelautan Nasional Vol 17, No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.892 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v17i2.10634

Abstract

Kebijakan pemerintah membuka ekspor bibit lobster tahun 2020 disambut gembira nelayan Lombok tengah, karena mereka bisa menangkap bibit lobster kembali. Upaya mengendalikan stok bibit lobster di alam agar berkelanjutan perlu data kelimpahan bibit lobster. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan bibit lobster di Teluk Bumbang Kabupaten Lombok Tengah. Periode penelitian mulai September 2020 hingga Februari 2021.  Titik sampling di 3 lokasi yaitu  bagian dalam,  bagian tengah dan bagian luar dari teluk Bumbang. Penangkapan bibit lobster menggunakan alat tangkap tradisional yaitu pocong. Jenis bibit lobster yang tertangkap yaitu lobster mutiara (Panulirus ornatus) dan lobster pasir (P. Homarus).  Hasil tangkapan bibit lobster paling banyak pada bagian tengah Teluk Bumbang. Tingginya kelimpahan bibit lobster di bagian tengah teluk disebabkan oleh ombak kecil, perairan relative lebih dalam, serta tidak banyak aktivitas nelayan. Terdapat fluktuasi hasil tangkapan bibit lobster pada setiap periode penangkapan. Hal ini dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pasang surut dan suhu perairan. Pengaruh pasang surut terhadap kelimpahan bibit lobster lebih dipenagruhi efek pasang surut berupa arus dan gelombang. Suhu perairan berubah dari dingin di awal penelitian menjadi lebih hangat di akhir penelitian. Pada saat suhu berubah dari dingin ke panas (hangat) terjadi peningkatan kelimpahan bibit lobster yang signifikan.
ECO-DIGITAL ACTIVISM: PEMANFAATAN INSTAGRAM DALAM EDUKASI KELESTARIAN MANGROVE DI DESA WISATA PARE MAS Chandrika Eka Larasati; Muh. Japarzan; Regia Puspa Amaranthi; Rhojim Wahyudi; Baiq Nuraini; Eldita Padila Ramadani; Ni Kadek Rika Indrian; Sahrul Hudatulloh; Nunung Widianingrum; Dini Apriani; Maulana Ahmad; Sahruramadan; M. Zikri Qolbu Nursiddieq
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10469

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta mendukung keberlanjutan desa wisata berbasis lingkungan. Namun, pemahaman generasi muda terhadap fungsi mangrove masih relatif terbatas sehingga diperlukan aktivisme lingkungan berbasis digital (eco-digital activism) yang relevan dengan karakteristik mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan gerakan eco-digital activism melalui pemanfaatan platform Instagram guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai kelestarian ekosistem mangrove di Desa Wisata Pare Mas. Metode pelaksanaan dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan utama, meliputi persiapan (koordinasi dan observasi), pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kontekstual dan edukasi partisipatif aktif, serta evaluasi program menggunakan matriks keberhasilan kuantitatif terukur. Kegiatan ini berpusat di SMP IT Riyadussholihin dengan melibatkan 45 orang siswa perwakilan kelas VII, VIII, dan IX. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung pantai, habitat biota pesisir, dan penyerap karbon. Indikator evaluasi program tercapai secara optimal, ditunjukkan oleh tingkat kehadiran peserta yang mencapai 100% dan partisipasi aktif siswa dalam kategori baik. Melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), siswa berhasil mentransformasikan pengetahuan teoretis menjadi produk edukasi kreatif berupa micro-learning content yang diunggah ke platform Instagram. Pemanfaatan media sosial visual ini terbukti efektif memperluas jangkauan digitalisasi pesan lingkungan di ruang siber demi mendukung keberlanjutan Desa Wisata Pare Mas.