Sisca Dwi Puspita
The Study Program Of Midwifery Faculty of Medicine Batam University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

sapa orang tua dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja Arum Dwi Anjani; Sisca Dwi Puspita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i4.2018

Abstract

Penyebab kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah kurangnya komunikasi orangtua sebagai sumber informasi pertama bagi remaja terutama dalam hal seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) remaja mengaku mempunyai teman yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah usia 14-19 tahun (perempuan 34,7%, laki-laki 30,9%), usia 20-24 tahun (perempuan 48,6%, laki-laki 46,5%). Data ini menunjukan bahwa masalah kesehatan reproduksi dikalangan remaja jika diabaikan akan berpengaruh besar pada pertumbuhan penduduk dan masa depan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan sapa orang tua dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2018 di SMP Negeri 28 Batam. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja kelas VII 255 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, jumlah sampel 156 responden. Analisa yang digunakan yaitu analisa Chi-Square. Instrumen yang digunakan dengan menggunakan kuesinoner(angket).Hasil analisa bivariat yaitu dari 156 responden remaja yang memiliki sapa orang tua yang kurang dengan pengetahuan yang kurang sebanyak 37 responden (23,7%). Hasil uji bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara sapa orang tua dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja dengan hasil analisis chi-square p value = 0,000 lebih keci dari nilai α 0,05.  Kesimpulan ada hubungan antara sapa orang tua dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Saran terhadap orang tua remaja hendaknya lebih meningkatkan lagi sapa dengan anak remaja agar pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi meningkat sehingga dapat menghindarkan remaja dari perilaku seksual yang negatif. Kata kunci     : Sapa Orang Tua, Pengetahuan Remaja, Kesehatan Reproduksi Remaja.