Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kualitas Tidur Terhadap Penerapan Kewaspadaan Universal Perawat Shift Di Rumah Sakit Iswadi
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 2 No. 1 (2023): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur menjadi kebutuhan primer bagi kelangsungan hidup karena dalam tidur terjadi proses pemulihan mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula. Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, seseorang tidak saja tergantung pada jumlah, durasi atau lamanya waktu tidur berlangsung, tetapi bagaimana pemenuhan kebutuhan tidur yang efektif dan berkualitas. Indikator tercukupinya kualitas tidur yang baik akan ditandai dengan tidur yang tenang, merasa segar sehabis tidur, memiliki semangat dan konsentrasi yang baik saat bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hubungan kualitas tidur perawat dalam penerapan kewaspadaan standar di Rumah Sakit yang dilihat dari parameter efisiensi tidurnya. Metode kajian dengan pendekatan kualititif yang disajikan secara deskriftif, baik data primer maupun data sekunder di salah satu Rumah Sakit Swasta Kota Jambi Tahun 2018. Data primer diperoleh melalui kuesioner pada sampel 57 responden, sementara data sekunder telaah dokumen file kepegawaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar 30 (52,6%) responden memiliki efisiensi tidur yang baik dan 27 (47,4%) responden dengan efisiensi tidur yang kurang baik. Dari 30 (52,6%) responden yang memiliki efisiensi tidur yang baik terdapat 24 (80%) responden yang menerapkan kewaspadaan standar tinggi dan 6 (20%) responden menerapkan kewaspadaan standar rendah. Hal ini berbanding terbalik dengan perawat yang memiliki efisiensi tidur yang kurang baik, dimana dari 27 (47,4%) responden yang memiliki efisiensi tidur yang kurang baik hanya 10 (37%) responden yang menerapkan kewaspadaan standar tinggi dan 17 (63%) responden menerapkan kewaspadaan standar rendah. kajian analisis menyatakan ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur (efisiensi tidur) dengan penerapan kewaspadaan universal perawat yang bekerja shift, dengan nilai p value 0,002 < α 0,05. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perawat shif yang memiliki efisiensi tidur baik cenderung menerapkan kewaspadaan standar tinggi, sedangkan responden dengan efisiensi tidur yang kurang baik cenderung menerapkan kewaspadaan universal rendah saat memberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit.
Model Regresi Faktor Penentu Yang Dominan Mempengaruhi Kualitas Tidur Perawat Shift Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pertamedika Iswadi; Aguspairi
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petugas rumah sakit dituntut mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat secara konsisten dan mampu menerapkan kewaspadaan universal serta menjamin keselamatan pasien selama dalam layanan. Faktor kelalaian, kelelahan sering menjadi pemicu utama terjadinya insiden keselamatan pasien. Kelalaian dan kelelahan tersebut sering dikaitkan dengan pelayanan 24 jam yang terus-menerus. Ketidak mamuan memjaga kualitas tidur dapat berdampak pada penurunan konsentrasi kerja. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan faktor penentu yang dominan dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur perawat yang bekerja secara shif di Rumah Sakit. Metode kajian dengan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Data primer diperoleh melalui kuesioner pada sampel 57 responden, sementara data sekunder telaah dokumen file kepegawaian. Hasil kajian analisa bivariat menunjukkan dari lima variabel faktor yang mempengaruhi kualitas tidur didapatkan faktor laterasi tidur nilai p value 0.005 < 0.05, durasi tidur nilai p value 0.017 < 0.05, efisiensi tidur nilai p value 0.002 < 0.05, gangguan tidur nilai p value 0.000 < 0.05, dan disfungsi aktivitas sehari-hari nilai p value 0.000 < 0.05 artinya semua variabel berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas tidur perawat shif. Selanjutnya dilakukan analisa multivariat model regresi logistik didapatkan variabel efisiensi tidur merupakan faktor paling dominan berpengaruh terhadap kualitas tidur perawat shift dengan OR: 58.510 (95 % CI: 2.750-1244.999) dan p value 0,009 yang artinya kualitas tidur perawat shift kecenderungan 58.510 kali dipengaruhi oleh variabel efisiensi tidur bila dibandingkan dengan variabel lain. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perawat shif yang memiliki kualitas tidur yang buruk sangat dipengaruhi oleh efisiensi tidur yang tidak baik, cenderung menyebabkan kelelahan dan kelalaian kerja, sehingga berdampak pada penurunan kewaspadaan standar dan patien safety.
SELF EFFICACY RISIKO KRITIS HIPERTENSI PADA LANSIA PENDIRITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAAL LIMA KOTA JAMBI Iswadi; Marnas
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 3 No. 2 (2024): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa hasil penelitian menyebutkan Self Efficacy sebagai salah satu metode yang dianggap mampu merubah perilaku pengetahuan dan kepatuhan berobat penderita hipertensi agar terhindar dari krisis hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan self efficacy dengan kejadian krisis hipertensi pada lansia. Metode kajian dengan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif survey baik data primer maupun data sekunder melalui kuesioner pada 133 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil Penelitian didapatkan dari 133 reponden ada 46,6 % responden penderita hipertensi berada pada tingkat risiko krisis hipertensi dengan Tekanan Diastolik > 100 mmHg dan Tekanan Sistolik > 180 mmHg, terbanyak pada lansia perempuan 64,7%. Ditemukan 37,7 % penderita krisis hipertensi dengan self efficacy baik dan 62,3 % lansia krisis hipertensi dengan self efficacy kurang baik. Analisa statistik bivariat didapatkan p-value 0.001 (<0.05) dengan QR: 3.527. Artinya ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan risiko krisis hipertensi pada lansia di Puskesmas Paal Lima Kecamatan Kota Baru Kota Jambi dengan rasio kejadian krisis hipertensi 3 kali lipat cenderung berisiko terjadi pada lansia penderita hipertensi yang memiliki self efficacy kurang baik. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya peningkatan self efficacy lansia penderita hipertensi dimaksudkan agar mereka mampu berkontribusi bagi dirinya sendiri dalam mengatur prilaku kesehatan dan berbagai hal yang mendukung keberlangsungan kesehatannya, kepatuhan dalam pengobatan dan ketekunan kontrol kesehatan, sehingga sedini mungkin terdeteksi dan terhindar dari ancaman krisis hipertensi.
Hubungan Antara Kepatuhan Membatasi Cairan Minum dengan Motivasi dan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Santa Theresia Jambi   Paulus Daryanto; Mardiana; Iswadi; Aguspairi; Sri Mulyati
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 5 No. 2 (2026): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a growing global health problem that affects patients’ quality of life. Patients with end-stage CKD undergoing hemodialysis require strong adherence to fluid restriction, while motivation also plays an important role in improving quality of life. This study aimed to analyze the relationship between fluid restriction adherence, motivation, and quality of life among hemodialysis patients at Theresia Hospital Jambi. This quantitative study used a cross-sectional design involving 33 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with the Chi-Square test. The findings showed that most respondents had high adherence (69.7%), high motivation (72.7%), and good quality of life (66.7%). There was a significant relationship between fluid restriction adherence and quality of life (p = 0.033), as well as a highly significant relationship between motivation and quality of life (p = 0.000). In conclusion, higher adherence and motivation are associated with better quality of life in hemodialysis patients. Improving patient education and psychological support is important to enhance adherence and overall quality of life.