Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Aggressive Attitudes in The Novel Street Kid by Judy Westwater: Physichology of Literature Untung; Anita Rosanty; Mariyatul Kiptiyah
DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika Vol 8 No 1 (2022): DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika
Publisher : FKIP, Universitas Lakidende Unaaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.314 KB)

Abstract

The objectives of this research are to reveal the causes of aggressive attitudes toward Judith Richardson (JR) in Street Kid by Judy Westwater. This research used qualitative approach that seen from literary psychology point of view, using collecting data method such as documentation with descriptive technique and content analysis. The research data focuses to the causes of aggressive attitudes toward JR. Related to the aims of research, analysis result show that the causes of aggressive attitude toward JR consist of two factors, there are (a) environment and (b) poverty. That is related to the trait of the characters that has intention to do aggression and that intention will be actualized with an action so JR as the target felt the aggression attitude.
Politeness of Students’ Short Message (SMS) to Lecturers (Pragmatic Approach) Untung; Saasa
SELL (Scope of English Language Teaching, Linguistics, and Literature) Journal Vol. 10 No. 1 (2025): SELL Journal
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/sl.v10i1.1219

Abstract

In academic communication, politeness in short messages (SMS) from students to lecturers is an important aspect that reflects respect and language ethics. From a pragmatic perspective, politeness in messages is not only determined by the choice of polite words, but also by understanding the context, language function, and prevailing social norms. Based on pragmatic principles, the messages conveyed by students must pay attention to factors such as social status, the relationship between speakers and interlocutors, and the purpose of communication. For example, the use of opening greetings, polite request expressions, and polite closings shows awareness of the principle of politeness in communication. Conversely, messages that are too direct, without self-introduction, or use informal language can be perceived as lacking respect for academic norms.
GENERASI KONAWE BANGKIT DAN BERKARAKTER MELALUI PELATIHAN MENULIS PUISI Untung; Teguh Adhyatma Susanto; Siti Rahmayanti Safrul
JA (Jurnal Abdiku) : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Abdiku
Publisher : Penerbit LPPM- STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi muda Konawe, dengan potensi yang luar biasa, dapat menjadi motor penggerak kebangkitan daerah. Melalui pelatihan menulis puisi, mereka diasah untuk menjadi individu yang lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Dengan mengamati, meresapi, dan menuangkan pengalaman serta emosi ke dalam bait-bait puisi, mereka tak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga menumbuhkan empati yang mendalam. Puisi menjadi cerminan jiwa, merefleksikan kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Konawe. Dengan menulis puisi, generasi muda diajak untuk menggali lebih dalam isu-isu yang dihadapi masyarakat mereka. Mereka didorong untuk mencari solusi kreatif dan inovatif melalui karya-karya puitis. Misalnya, mereka dapat menyuarakan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan, ketidakadilan sosial, atau pelestarian budaya. Melalui puisi, suara mereka didengar, dan kesadaran kolektif masyarakat pun terbangun. Proses kreatif menulis puisi juga merangsang generasi muda untuk berpikir kritis dan analitis. Mereka diajak untuk melihat dunia dari berbagai perspektif dan menemukan makna di balik peristiwa sehari-hari. Ini adalah bekal penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
PELATIHAN LITERASI PUISI UNTUK MENUMBUHKAN JIWA NASIONALISME GENERASI KONAWE Untung; Saasa
JA (Jurnal Abdiku) : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Abdiku
Publisher : Penerbit LPPM- STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi dapat menjadi sarana ekspresi yang menggugah perasaan dan menyampaikan pesan kebangsaan secara mendalam dengan cara merangkai kata-kata penuh makna. Dalam setiap baitnya, puisi mampu menyentuh hati dan menginspirasi banyak orang untuk lebih mencintai tanah air. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami dan mengembangkan kemampuan dalam menciptakan puisi yang sarat akan nilai-nilai kebangsaan. Melalui pelatihan ini, generasi muda di Konawe diberikan kesempatan untuk menyalurkan ide, gagasan, dan perasaan mereka dalam bentuk karya sastra yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna. Dengan bimbingan para ahli, mereka belajar menyusun kata-kata yang mampu menggambarkan semangat patriotisme dan kecintaan terhadap bangsa. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya dan identitas nasional melalui puisi yang mereka ciptakan.
Politeness of Students’ Short Message (SMS) to Lecturers (Pragmatic Approach) Untung; Saasa
SELL (Scope of English Language Teaching, Linguistics, and Literature) Journal Vol. 10 No. 1 (2025): SELL Journal
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/sl.v10i1.1219

Abstract

In academic communication, politeness in short messages (SMS) from students to lecturers is an important aspect that reflects respect and language ethics. From a pragmatic perspective, politeness in messages is not only determined by the choice of polite words, but also by understanding the context, language function, and prevailing social norms. Based on pragmatic principles, the messages conveyed by students must pay attention to factors such as social status, the relationship between speakers and interlocutors, and the purpose of communication. For example, the use of opening greetings, polite request expressions, and polite closings shows awareness of the principle of politeness in communication. Conversely, messages that are too direct, without self-introduction, or use informal language can be perceived as lacking respect for academic norms.