Siti Rohani
Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROSESIBILITAS TUTURAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA STATUS AKUN TWITTER SBYUDHOYONO Siti Rohani; Indah Puspitasari
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i2.2445

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Prosesibilitas Tuturan Susilo Bambang Yudhoyono Pada Status Akun Twitter. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak. Cara yang digunakan untuk memeroleh data dilakukan dengan menyimak, menyimak di sini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan bahasa secara lisan tetapi juga secara tertulis. Pada metode simak tertulis peneliti berhadapan dengan penggunaan bahasa bukan dengan orang yang sedang berbicara atau bercakap-cakap, tetapi berupa bahasa tulis, misalnya naskah-naskah kuno, teks narasi, bahasa-bahasa pada media massa dan lain-lain (Mahsun, 2011: 92—93). Teknik pengumpulan datanya adalah teknik catat. Peneliti berhadapan dengan penggunaan bahasa secara tertulis, sehingga peneliti hanya dapat menggunakan teknik catat, yaitu mencatat beberapa bentuk relevan bagi penelitian dan penggunaan bahasa secara tertulis tersebut . Dalam penelitian, prosesibilitas tuturan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat dua bentuk penyusunan satuannya, yakni (a) satuan superordinat diikuti satuan subordinat dan (b) satuan subordinat diikuti satuan superordinate. Berdasarkan data yang telah dihimpun dan dianalisis menggunakan Teori Retorika Tekstual, peneliti menarik simpulan bahwa, prosesibilitas tuturan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat dua bentuk penyusunan satuannya, yakni (1) bentuk satuan superordinat diikuti satuan subordinat dan (2) bentuk satuan subordinat diikuti satuan superordinat. Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan Susilo Bambang Yudhoyono dalam penyusunan tuturannya, tetapi juga dapat disikapi sebagai variasi penyusunan bahasa agar tuturan tidak monoton. Jadi, tergantung petutur bagaimana menyikapi dua bentuk yang digunakan penutur. Namun adanya dua bentuk tersebut merupakan bukti nyata ketidakkonsistenan tuturan Susilo Bambang Yudhoyono, karena untuk menjadikan tuturan tidak monoton merupakan bagian dari penerapan Prinsip Ekspresivitas.