Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGALAMAN PENDERITA LUKA DIABETES DENGAN POLA PERAWATAN HOME VISIT DI KLINIK IIN WOUND CARE CIBITUNG, BEKASI Oktavia Budianti; Asih Minarningtyas; Indah Puspitasari
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v8i1.692

Abstract

Background : Diabetes Mellitus that is not controlled and handled can be a serious problem. The increase in the number of patients with diabetes mellitus will exacerbate the increased risk of developing diabetic wounds. One of the efforts of diabetic wound patients to optimize their recovery is by using health care services at home visits. Objective: The research was to explore in depth the experiences of diabetic wound patients who received Home Visit care patterns. Methods: This research design uses a qualitative method with a phenomenological study. Data collection was carried out by in-depth interviews on 6 diabetic wound patients who underwent wound care at home visits. Patients were selected by purposive sampling. Results: the study found five themes, namely the reasons for choosing to do treatment at a home visit, experiences while receiving care at a home visit, obstacles experienced during a home visit, efforts to overcome obstacles, and expectations for future home visit care. Suggestion: For further researchers, it is hoped that it can be used as basic data for further research and can take advantage of the categories generated in this research.
Diseminasi Teknologi Rocket Stove dan Hydraulic Press pada Home Industry Brem di Desa Kaliabu Kabupaten Madiun Indah Puspitasari; Nanang Romandoni; Indarto Yuwono
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brem merupakan makanan khas dari Kabupaten Madiun. Bahan baku untuk membuatnya adalah beras ketan. Proses pembuatannya meliputi fermentasi, pengepresan, perekatan, dan pengeringan. Dengan adanya brem sebagai makanan khas mampu meingkatkan perekonomian dari masyarakat Kabupaten Madiun. Suling Mandiri dan Berkah merupakan salah satu kelompok usaha produsen brem. Dari analisis proses produksi menunjukkan bahwa proses perekatan membutuhkan kayu bakar relatif banyak. Ini dikarenakan tungku yang digunakan adalah tungku konvensional dari batu bata. Sedangkan pada proses pengepresan belum efektif dan efisien dikarenakan alat press adalah kayu. Oleh karena itu, perlu upgrade technology pada proses perekatan dan pengepresan untuk efektifitas dan efisiensi proses produksi. Tujuan dari diseminasi teknologi pada masyarakat adalah untuk upgrade technology tungku konvensional menjadi rocket stoove dan alat press kayu menjadi hydraulic press. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan menggunakan rocket stoove mampu menghemat penggunaan kayu bakar dibandingkan dengan tungku konvensional. Sedangkan pada proses pengepresan, penggunaan hydraulic press mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi pekerja dalam proses pengepresan ampas ketan hasil fermentasi. Selain itu, sari pati ampas ketan hasil pengepresan hydraulic press lebih banyak dibandingkan dengan alat press kayu. Ini dikarenakan tenaga press dari hydraulic press lebih besar dibandingkan alat press kayu.
Pemanfaatan Biogas Kotoran Sapi untuk Heater Kandang Ayam Jowo Super Kuntang Winangun; Ghulam; Indah Puspitasari; M.
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan ini bertujuan untuk pembuatan biogas dari kotoran sapi untuk pemanas kandang ayam jowo super. Hal ini dilakukan agar mitra lebih efektif dalam pemanfaatan kotoran sapi yang selama ini hanya dibuang tanpa dikelola dengan maksimal. Biogas kotoran sapi kemudian dimanfaatkan kembali untuk pemanas kandang ayam jowo super oleh mitra. Selain bantuan teknologi, juga memberi pendampingan penggunaan alat kepada masyarakat mitra agar mampu menggunakan alat tersebut. Target kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah pembuatan digester biogas, pembuatan pemanas untuk kandang ayam jowo super, dan publikasi media masa agar lebih dikenal masyarakat luas. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah pendidikan dan pelatihan, pendampingan, evaluasi. Teknik pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara memberikan motivasi usaha, pembimbingan manajemen usaha, pelatihan keterampilan masyarakat dalam pembuatan biogas dari kotoran sapi, pelatihan penggunaan alat pemanas kandang ayam jowo super. Diharapkan kegiatan ini dapat mengatasi permasalahan mitra khususnya dalam pemanfaatan kotoran sapi dan pembuatan pemanas kandang ayam jowo super.
PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA TINGKAT KEPATUHAN ATAS PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINDAKAN PENYELUNDUPAN PAJAK (TAX EVASION): STUDI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SLEMAN YOGYAKARTA Indah Puspitasari; Dewi Kusuma Wardani
Jurnal Akuntansi Vol 1 No 2 (2013): JURNAL AKUNTANSI VOL. 1 NO. 2 DESEMBER 2013
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.133 KB)

Abstract

This study aimes to determine whether the perception of individual taxpayer compliance level for the implementation of self-assessment system tax evasion. The research was conducted by distributing questionnaires to individual taxpayers who are in the Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sleman Yogyakarta (Tax Office Primary Sleman Yogyakarta). This research is a quantitative study. Sampling method is convinience sampling. Is sampling that is the distributed 70 quesionare, three of the respondents did not fill and 2 did not full completed. So, obtained data from 65 respondents. We used linear regression analysis with SPSS for Windows 17.00. We found that the perception of individual taxpayer compliance level for the implementation of self-assessment system negatively affect (tax evasion). The coesionare correlation coefficient is -0.547. It indicates that there is a moderate or fairly between individual taxpayer perception on the level of compliance on the implementation of selfassessment system for tax evasion. Negative direction indicates that the higher the perception of individual taxpayer compliance level for the implementation of self-assessment system, the lower tax evasion, or vise versa. Keywords: Perception of taxpayer compliance level for the implementation of selfassessment system, tax evasion.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Mahasiswa 2 Semester Terakhir dengan IPK di Bawah 3,50 dan di Atas 3,50 untuk Mencapai Predikat Cum Laude Indah Puspitasari; Mardiatmi Susilohati; Bagus Wicaksono
Nexus Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2013): Nexus Pendidikan Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.277 KB)

Abstract

Background: One of keys to success during adolescence is determined by the educa-tional achievements. Post-secondary students tend to find ways and reasons to be more advanced and motivated obtaining better achievement than before. At tertiary level education including university, assessment of academic achievements is expressed by Grade Point Average (GPA). Achieving cum laude title when graduated from a university which requires a final GPA of above 3,50 is desirable by many students. This study aim to evaluate the difference of anxiety levels among undergraduate students at final year with GPA below 3,50 and above 3,50 to achieve cum laude title. Methods: The study was an analytical observational study using cross-sectional design, held in July 2012 at Faculty of Medicine, Sebelas Maret University, Surakarta. Samples were selected using purposive sampling method. Samples were then asked to fill in: (1) Curriculum vitae form, (2) L-MMPI questionnaire (to evaluate their thruthfulness in answering questionnaires), (3) T-MAS questionnaire (to measure anxiety scores). Data were analyzed by Kolmogorov-Smirnov normality test and the independent t-test using SPSS 17,0 for Windows. Results: Sixty-six medical students participated in this study. The mean anxiety scores of students with GPA below 3,50 was 21,51 6,87, as for those with GPA above 3,50 was 18,65 4,77. Result from independent t-test showed no statistically significant difference of anxiety scores between the two groups (p = 0,118). Conclusion: There was no difference of anxiety levels among final year undergraduate students whose GPA is below 3,50 and above 3,50 in order to achieve cum laude title. Keywords : Anxiety, GPA, cum laude title
Evaluasi Medical Response Preparedness Pada Unit Gawat Darurat (Studi Kasus di IGD Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta) Indah Puspitasari; Nur Aini Masruroh
Forum Teknik Vol 36, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10808.834 KB)

Abstract

     In the last decade, there were 2 disasters that killed many people in Yogyakarta, such as earthquake in 2006 and Merapi eruption in 2010. Therefore, as one of reference hospitals,RSUP Dr. Sardjito must have good medical response preparedness to handle victims that were evacuated to RSUP Dr. Sardjito, therefore evaluation of medical response preparedness that has been applied in RSUP Dr. Sardjito is needed, in purpose deciding resources allocation.Simulation is used to evaluate medical response preparedness. Model is built based on real system when Merapi eruption is happened and on extreme points of arrival rate of victims to RSUP Dr. Sardjito, that is on 5 and 7 November 2010. Then the model is simulated and evaluated by using average waiting time for victims to be handled as indicator. The evaluation result will decide resources allocation that is needed. simulation of model 5 November results average waiting time for patient with severity 1, 2, 3, and 4 is 2991,26; 72,19; 0; 0 minutes. While model 7 November results waiting time for patient with severity 2, 3, and 4 is 0,22; 0; 0 minutes. From the results, sensitivity analysis is used to decide resources allocation needs.Keywords: medical responses, emergency department, simulation, disaster, system improvement
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MINYAK LAVENDER DAN MINYAK JAHE PADA MASSAGE PUNGGUNG TERHADAP PENGURANGAN NYERI PERSALINAN Dwi Astuti; Supardi -; Indah Puspitasari
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 2, No 2 (2017): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.611 KB) | DOI: 10.54877/maternal.v2i2.559

Abstract

ABSTRACT Labor is a physiological thing for all women. Labor pain may affect uterine contractions through increased secretion of catecholamia and cardiac levels. Moreover, consequently it ef- fects the duration of Labor. Manual therapy that is massage, is a non-farmalogical method that is without the use of drugs, safer, simpler and no side effects and refer to maternal care. Nonpharmacological methods can also increase satisfaction during labor. Because the mother can control her feelings and strengths. Therefore, it can help the mother to be more relaxed and comfortable during labor. This study aims to compare the effectiveness of ginger oil and lavender oil on the back massage to reduce labor pain during the active phase I. The design of this study was comparative analytic with quasi experimental design with two group comparison pretest-posttest design approach, prospective time approach, ie data retrieval at the beginning of the active phase (opening more than 3 cm in the cervix) then observed until complete open- ing (10 cm). The results showed that there was a significant difference of labor pain between before and after done back massage with lavender oil with value (p 0,049 0.05), While there was no significant difference of labor pain between before and after done back massage with ginger oil (p 0,082 0,05). Based on the results of this study can be concluded that it still needs to socialize and teach back massage technique by using aromatherapy lavender and ginger oil to the mother who want to give birth through counseling activity, health counseling or through training. Keywords: ginger oil, lavender oil, back massage, labor pain  ABSTRAK Persalinan merupakan suatu hal fisiologis bagi seluruh wanita. Nyeri persalinan da- pat mempengaruhi kontraksi uterus melalui sekresi kadar katekolamia dan kartisol yang me naikkan dan akibatnya mempengaruhi durasi persalinan.Terapi manual yang dimaksud ada- lah massage, merupakan metode non-farmalogik yaitu tanpa menggunakan obat-obatan, lebih aman, sederhana dan tidak menimbulkan efek samping serta mengacu kepada asuhan sayang ibu. Metode nonfarmakologi juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan, karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya, sehingga membantu ibu lebih rileks dan nyaman selama persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas minyakjahe dan minyak lavender pada masase punggung untuk menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Rancangan penelitian ini adalah analitik komparatif dengan desain quasi eksperi- men dengan pendekatan  two  group  comparison pretest-postest  design,  pendekatan waktu dengan prospektif, yaitu pengambilan data di mulai kala I fase aktif (pembukaan lebih dari 3 cm pada serviks) kemudian diobservasi sampai pembukaan lengkap (10 cm). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan nyeri persalinan antara sebelum dan setelah dilakukan massage punggung dengan minyak lavender dengan nilai (p 0,049 0.05), Sedang- kan tidak terdapat perbedaan yang signifikan nyeri persalinan antara sebelum dan setelah di- lakukan massage punggung dengan minyak jahe (p 0,082 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan masih perlunya mensosialisasikan   dan mengajarkan teknik massage pada punggung dengan menggunakan aromaterapi lavender dan minyak jahe kepada ibu bersalin melalui kegiatan konseling, penyuluhan kesehatan maupun melalui pelatihan. Kata Kunci: Minyak jahe; minyak lavender; massase punggung; nyeri
Hubungan Pelayanan Edukasi dengan Tingkat Kepuasan Pasien Hipertensi di Poliklinik Penyakit dalam RS dr. Chasbullah Abdul Madjid Fauziah H. Wada; Dina Maisaroh; Nur Miladiyah Rahmah; Indah Puspitasari
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v2i1.205

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi seperti 45% kematian karena penyakit jantung dan 51% kematian karena penyakit stroke. Pada penderita hipertensi perlu dilakukan pengendalian tekanan darah dan edukasi dari tenaga kesehatan untuk meminimalisir terjadinya komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan edukasi dengan tingkat kepuasan pasien hipertensi di poliklinik penyakit dalam RSUD.dr.Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan 103 responden. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara pelayanan edukasi dengan tingkat kepuasan pasien hipertensi dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara pelayanan edukasi dengan tingkat kepuasan pasien hipertensi. Saran: Rumah Sakit dr.Chasbullah Abdul Madjid perlu meningkatkan pelayanan edukasi di poliklinik penyakit dalam dan melakukan penilaian tingkat kepuasan pasien yang dilakukan secara berkala seiring dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan.
PROSESIBILITAS TUTURAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA STATUS AKUN TWITTER SBYUDHOYONO Siti Rohani; Indah Puspitasari
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i2.2445

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Prosesibilitas Tuturan Susilo Bambang Yudhoyono Pada Status Akun Twitter. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak. Cara yang digunakan untuk memeroleh data dilakukan dengan menyimak, menyimak di sini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan bahasa secara lisan tetapi juga secara tertulis. Pada metode simak tertulis peneliti berhadapan dengan penggunaan bahasa bukan dengan orang yang sedang berbicara atau bercakap-cakap, tetapi berupa bahasa tulis, misalnya naskah-naskah kuno, teks narasi, bahasa-bahasa pada media massa dan lain-lain (Mahsun, 2011: 92—93). Teknik pengumpulan datanya adalah teknik catat. Peneliti berhadapan dengan penggunaan bahasa secara tertulis, sehingga peneliti hanya dapat menggunakan teknik catat, yaitu mencatat beberapa bentuk relevan bagi penelitian dan penggunaan bahasa secara tertulis tersebut . Dalam penelitian, prosesibilitas tuturan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat dua bentuk penyusunan satuannya, yakni (a) satuan superordinat diikuti satuan subordinat dan (b) satuan subordinat diikuti satuan superordinate. Berdasarkan data yang telah dihimpun dan dianalisis menggunakan Teori Retorika Tekstual, peneliti menarik simpulan bahwa, prosesibilitas tuturan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat dua bentuk penyusunan satuannya, yakni (1) bentuk satuan superordinat diikuti satuan subordinat dan (2) bentuk satuan subordinat diikuti satuan superordinat. Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan Susilo Bambang Yudhoyono dalam penyusunan tuturannya, tetapi juga dapat disikapi sebagai variasi penyusunan bahasa agar tuturan tidak monoton. Jadi, tergantung petutur bagaimana menyikapi dua bentuk yang digunakan penutur. Namun adanya dua bentuk tersebut merupakan bukti nyata ketidakkonsistenan tuturan Susilo Bambang Yudhoyono, karena untuk menjadikan tuturan tidak monoton merupakan bagian dari penerapan Prinsip Ekspresivitas.
Parents’ Role dalam Menstimulasi Intelegensi Anak di Masa Golden Ages melalui Storytelling Indah Puspitasari; Chusna Apriyanti
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.681 KB)

Abstract

Perkembangan intelegensi anak yang sangat pesat terjadi di masa golden ages, yaitu anak yang berusia di bawah lima tahun/prasekolah. Maka sangatlah penting memberikan perangsangan pada anak dini usia. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberikan pemahaman dan penyadaran akan pentingnya menstimulasi intelegensi anak di masa golden ages melalui storytelling. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua anak prasekolah. Lokasi kegiatan dipusatkan di Taman PAUD Al-Amin desa Kayen Kecamatan Pacitan. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan (1) Persiapan, meliputi kegiatan survey, penetapan lokasi dan sasaran kegiatan, (2) Pelaksanaan, meliputi kegiatan parenting/sosialisasi, (3) Akhir/Evaluasi dan Tindak Lanjut, meliputi penyusunan laporan kegiatan, evaluasi, dan penyusunan proyeksi/rencana kegiatan sebagai tindak lanjut. Sesi kegiatan meliputi: (1) pengantar berupa penjelasan tentang pentingnya mengoptimalkan peran orang tua/parents’ role dalam memberikan stimulasi intelegensi anak terutama di masa golden ages (2) materi storytelling, dan (3) penerapan teknik storytelling yang menarik. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab interaktif, demonstrasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para orang tua wajib mengoptimalkan perannya untuk selalu mendampingi putra-putri mereka dan berusaha memberikan berbagai stimulus yang positif untuk menunjang intelegensi anak sejak dini, yaitu bisa dilakukan melalui storytelling/mendongeng.