Muhammad Irfan Hidayat
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK HIPERAKTIF KELAS V SD MUHAMMADIYAH AMBARKETAWANG 2, GAMPING, SLEMAN Bahtiyar Heru Susanto; Muhammad Irfan Hidayat
El Midad Vol. 14 No. 1: Juni 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan minat belajar anak hiperaktif, mengetahui peranan guru dalam mengatasi anak hiperaktif dalam proses pembelajaran di kelas V SD Muhammadiyah Ambarketawang 2 Gamping, Sleman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang didapatkan yakni dari guru kelas V, kepala sekolah dan siswa sebagai subyek penelitian. Teknik analisis data menggunakan Model Miles and Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Peran guru dalam meningkatkan minat belajar anak hiperaktif yakni, 1) menyajikan materi dengan bahan ajar full tematik dengan merancang kegiatan pembelajaran menerapkan RPP yang menarik dan lebih berseni sehingga siswa hiperaktif bisa mengikuti pelajaran. 2) Merancang metode atau model pembelajaran yang bervariatif dan pembelajaran tidak menjadi monoton. 3) Menciptakan pembelajaran yang menarik dengan media-media kongkret dan interaktif serta menggunakan bahan-bahan cetak maupun non cetak (Audio Visual). Peran guru dalam upaya mengatasi siswa hiperaktif yakni meliputi, 1) Memberikan pendekatan individu terhadap anak hiperaktif (face to face). 2) Memberikan pendampingan khusus atau bimbingan konseling (Conselor). 3) Guru memberikan motivasi belajar dan pengarahan (motivator dan informator) terhadap siswa hiperaktif terkait dengan hasil belajar.