Bahtiyar Heru Susanto
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 2 No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.174 KB) | DOI: 10.21067/jmk.v2i2.2248

Abstract

Permainan olahraga tradisional kini semakin tersisihkan dengan adanya game modern seperti play station dan game online. Game online lebih banyak dimainkan secara statis, hal ini menyebabkan anak menjadi tidak peduli pada lingkungan yang akan mempengaruhi interaksi sosial anak, akibatnya, anak berkembang menjadi pribadi yang pemalu, penyendiri, dan individualistis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pembelajaran pendidikan jasmani melalui permainan tradisional untuk membentuk karakter disiplin dan jujur pada siswa SD. Penelitian ini mengadaptasi penelitian dan pengembangan model Borg & Gall dengan menyederhanakan menjadi 2 tahapan penelitian yaitu (1) tahap pra-pengembangan, tahapan ini meliputi kajian literatur dan studi lapangan, (2) tahap pengembangan, tahapan ini meliputi (a) penyusunan draf produk, (b) validasi ahli, (c) uji coba model skala kecil, (d) uji coba model skala besar, dan (e) produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan telah tersusunnya tiga permainan tradisional yang dimodifikasi yang terintegrasi perilaku karakter jujur dan disiplin yaitu (1) mladok (mlayu-ndodok), (2) . Unsur permainan tradisional tersebut berisi: nama permainan, gambar, tujuan, alat, fasilitas pendukung, cara bermain dan potensi karakter yang terbentuk.
Traditional Game Learning Models to Develop Student Creativity Bahtiyar Heru Susanto
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 9 No. 2 (2022): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.223 KB) | DOI: 10.31316/esjurnal.v9i2.3113

Abstract

The purpose of this study is to develop a model of physical education learning through traditional games to develop creativity in elementary school students. This research is designed using the research and development method  in six steps, namely preliminary studies, initial product development, validation and revision, small-scale trials, small-scale trials,  and the final product. This analysis in research and development uses descriptive statistical analysis. The trial subjects were 22 elementary school students. Has a result of research shows that the creativity of elementary school students can be developed through a learning model in which there are traditional games. The aspects of creativity that are measured in students are 4P (Creative person, Press, Creative process, Creative product). The results of filling out the questionnaire that has been carried out by each expert and teacher obtained an overall average of 3.58, so it is included in the good criteria. The results of analysis of field trial data, namely questionnaires for students on learning, obtained an average percentage of the corresponding answers of 89.25%. Based on the criteria that have been set, the product of developing a physical education learning model through traditional games has met the criteria so that it can be used for elementary school students.
PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR GUGUS II KASIHAN BANTUL Adelbertus Chun Chun; Bahtiyar Heru Susanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11448

Abstract

This study aims to examine the effect of sports extracurricular activities on the social skills of elementary school students in Cluster II Kasihan, Bantul. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of all elementary school students in Cluster II Kasihan Bantul, with a sample of 110 students selected using purposive sampling, specifically students who participated in sports extracurricular activities. Data were collected through closed-ended questionnaires using a four-point Likert scale and analyzed using Pearson correlation and simple linear regression. The results showed a Pearson correlation coefficient of 0.743 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a strong and positive relationship between sports extracurricular activities and students’ social skills. Furthermore, the regression analysis revealed an R Square value of 0.552, meaning that sports extracurricular activities contributed 55.2% to the variation in students’ social skills. These findings indicate that sports extracurricular activities have a significant effect on improving elementary school students’ social skills. Therefore, optimizing sports extracurricular programs is important to support students’ social development at the elementary education level. Keywords: Sports Extracurricular Activities, Social Skills, Elementary School Students
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK HIPERAKTIF KELAS V SD MUHAMMADIYAH AMBARKETAWANG 2, GAMPING, SLEMAN Bahtiyar Heru Susanto; Muhammad Irfan Hidayat
El Midad Vol. 14 No. 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v14i1.5169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan minat belajar anak hiperaktif, mengetahui peranan guru dalam mengatasi anak hiperaktif dalam proses pembelajaran di kelas V SD Muhammadiyah Ambarketawang 2 Gamping, Sleman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang didapatkan yakni dari guru kelas V, kepala sekolah dan siswa sebagai subyek penelitian. Teknik analisis data menggunakan Model Miles and Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Peran guru dalam meningkatkan minat belajar anak hiperaktif yakni, 1) menyajikan materi dengan bahan ajar full tematik dengan merancang kegiatan pembelajaran menerapkan RPP yang menarik dan lebih berseni sehingga siswa hiperaktif bisa mengikuti pelajaran. 2) Merancang metode atau model pembelajaran yang bervariatif dan pembelajaran tidak menjadi monoton. 3) Menciptakan pembelajaran yang menarik dengan media-media kongkret dan interaktif serta menggunakan bahan-bahan cetak maupun non cetak (Audio Visual). Peran guru dalam upaya mengatasi siswa hiperaktif yakni meliputi, 1) Memberikan pendekatan individu terhadap anak hiperaktif (face to face). 2) Memberikan pendampingan khusus atau bimbingan konseling (Conselor). 3) Guru memberikan motivasi belajar dan pengarahan (motivator dan informator) terhadap siswa hiperaktif terkait dengan hasil belajar.
Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Pengelolaan Biaya Pendidikan Adelia Febi Kumala Dewi; Rima Eka Puspitasari; selvi Andari; Devi Zakiah Nur Khasanah; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1361

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan pendidikan yang baik dan sesuai dapat meningkatkan kualitas pendidikan, pengelolaan biaya pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis untuk memberikan gambaran yang mendalam dan analitis mengenai perkembangan, pandangan dan temuan dalam bidang pengetahuan terkait. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah penelitian kepustakaan. Teknik ini dipilih untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai topik penelitian, dengan memanfaatkan literatur ilmiah, jurnal, dan sumber kepustakaan lainnya untuk mensintesis dan menganalisis informasi yang ada. Penyusunan perencanaan anggaran pendidikan adalah bagaimana memanfaatkan anggaran secara efektif dan efisien, mengalokasikan secara tepat, sesuai dengan skala prioritas. Proses penyusunan rencana anggaran pembiayaan pendidikan meliputi empat fase yaitu merencanakan anggraan, mempersiapkan anggraan, mengelola, dan menilai pelaksanaan anggaran, pengelolaan biaya pendidikan juga harus melalui proses perencanaan biaya pendidikan, pelaksanaan pengelolaan biaya pendidikan, dan evaluasi pengelolaan biaya pendidikan. Evaluasi pengelolaan biaya pendidikan bertujuan untuk mengetahui berapa besar dana yang telah dihabiskan dalam anggaran serta mengetahui apakah program pendidikan yang telah direncanakan dan yang telah diselenggarakan telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Kata kunci: biaya, pendidikan, pengelolaan Abstract The purpose of this research is to find out how good and appropriate education management can improve the quality of education, education cost management can be said to be an activity related to structuring the sources, use, and accountability of education funds in schools or educational institutions. This type of research uses an analytical descriptive approach to provide an in-depth and analytical description of developments, views and findings in related fields of knowledge. The technique used in data collection is library research. This technique was chosen to explore a deeper and more comprehensive understanding of the research topic, by utilizing scientific literature, journals, and other literature sources to synthesize and analyze existing information. The preparation of education budget planning is how to utilize the budget effectively and efficiently, allocate appropriately, according to the priority scale. The process of preparing an education financing budget plan includes four stages, namely planning the budget, preparing the budget, managing, and assessing the implementation of the budget, education cost management must also go through the process of planning education costs, implementing education cost management, and evaluating education cost management.  The evaluation of education cost management aims to find out how much money has been spent in the budget and to find out whether the education program that has been planned and has been held has been as expected or not. Keywords: cost, education, management
Manajeman Pengelolaan Kurikulum Sebagai Acuan Tercapainya Tujuan Pembelajaran Sekolah Dasar Bahtiyar Heru Susanto; Rahmawan Candra Mualim; Anggi Ariyanto; Niken Kumala Sari; Adellia Nur Aini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1424

Abstract

Artikel ini mengkaji pentingnya pengelolaan kurikulum dan manajemen pembelajaran dalam pendidikan. Kurikulum adalah komponen kunci yang mencakup tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi. Manajemen pembelajaran melibatkan sistem yang terdiri dari peserta didik, guru, bahan ajar, sarana prasarana, serta strategi pembelajaran. Kedua konsep ini penting untuk mencapai kualitas interaksi belajar-mengajar yang tinggi. Kurikulum perlu dikelola dengan baik agar semua komponen berfungsi optimal, sementara manajemen pembelajaran memastikan semua aspek terkait saling berhubungan secara efektif. Pengelolaan kurikulum meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan perbaikan. Perencanaan mencakup penentuan tujuan dan isi pembelajaran. Pelaksanaan melibatkan penerapan kurikulum di kelas dengan fokus pada kemampuan guru sebagai implementator. Penilaian dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan kurikulum dan pembelajaran. Prinsip pengelolaan kurikulum mencakup produktivitas, demokratisasi, kooperatif, efisiensi, dan efektivitas. Fungsi pengelolaan kurikulum adalah meningkatkan sumber daya, sistem keadilan, kesamaan pembelajaran, dan partisipasi masyarakat. Perkembangan kurikulum dinamis, mengikuti tuntutan zaman. Perubahan dari KTSP 2006 ke Kurikulum 2013 di Indonesia adalah contoh bagaimana kurikulum diperbarui untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang berkembang. Evaluasi kurikulum dilakukan untuk memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa. Dengan memahami manajemen pengelolaan kurikulum, pendidik dapat lebih baik dalam membimbing perkembangan siswa dan mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yang melibatkan pengumpulan, membaca, dan mengelola data pustaka untuk mensintesis penelitian sebelumnya dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik pengelolaan kurikulum dan pembelajaran.
Pengelolaan Kelas dan Pengelolaan Peserta Didik dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar Fitrianti; Dian Nur Aini; Tri Budi Utami; Insania Tyas Ningrum; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1441

Abstract

Pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik adalah dua konsep yang saling berkaitan dalam proses belajar mengajar. Pengelolaan kelas berarti kegiatan-kegiatan yang dilakukan seorang guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Pengelolaan Peserta didik adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik mulai masuk sampai keluarnya peserta didik tersebut dari lembaga pendidikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tentang perencanaan pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di sekolah dasar, pelaksanaan pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar, pengawasan pengelolaan kelas  dan pengelolaan peserta didik Sekolah Dasar dan faktor pendukung dan faktor penghambat pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar dalam meningkatkan belajar siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar dilakukan dengan mengatur fasilitas, pengelolaan pengajaran dan pengaturan siswa, pelaksanaan pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar dilakukan dengan menerapkan beberapa prinsip pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar dan beberapa pendekatan, pengawasan dilaksanakan secara terus menerus, factor pendukung dan faktor penghambat pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik dalam sebuah pembelajaran.
ANALISIS PERENCANAAN BIAYA PENDIDIKAN DI ERA 5.0 Zalfa Labibah Ridwan; Diki Walhadi; Adinda Setiawati; Tessa Nathalia; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1490

Abstract

Standar keuangan merupakan salah satu standar pendidikan nasional yang mempengaruhi pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar pendanaan pendidikan bersumber dari peraturan pemerintah pembiayaan pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan pendidikan, karena pembiayaan merupakan faktor pendukung. Proses belajar mengajar terlaksana secara maksimal apabila tujuan yang dapat dicapai memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sesuai rencana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan dan analisis data yang dilakukan dengan kajian terhadap beberapa buku, artikel ilmiah serta sumber terpercaya lainnya. Perencanaan pendidikan merupakan suatu kegiatan yang esensial dan penting bagi dunia pendidikan maka pendekatan ini lebih tepat digunakan. Pengelolaan berasal dari kata manajemen (administratif). Manajemen keuangan adalah proses mengalokasikan dan mengarahkan sumber keuangan yang ada pada alat atau instrumen yang membantu belajar untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
ANALISIS PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN Tiara Aulia Mufidha; Ratna Kholifatul; Divanny Aulia Hanif; Ahmad Arum Jalaludin; Lady Maysuri Ma’rufi; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1541

Abstract

Perekonomian Indonesia rentan terhadap krisis multi dimensi yang terus menghantui negara kita. Sejauh ini, tampaknya belum ada tanda-tanda negara kita akan selamat dari krisis ini. Hal ini berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu. Beban hidup sangat berat terutama bagi kelompok masyarakat  kurang  mampu secara ekonomi. Hal ini terlihat dari segala macam kebutuhan hidup yang semakin tidak terjangkau. Misalnya, pendidikan  merupakan salah  satu dari permasalahan negara yang belum  ditemukan solusi yang tepat. Jika kita mencermati dan menelusuri perkembangan pendidikan, terutama dari segi historis biaya pendidikan, kita menemukan bahwa biayanya semakin mahal. Selain itu, kondisi kehidupan masyarakat kurang beruntung di kalangan masyarakat miskin semakin hari semakin tidak aman. Hal ini terutama berlaku bagi masyarakat yang tidak dapat memperoleh pendapatan tetap karena PHK atau alasan lainnya. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya berlaku di sekolah dan universitas negeri dan swasta. Misalnya, pada tingkat pendidikan dasar, pemerintah memberikan dana  bantuan operasional sekolah (BOS) kepada sekolah dasar dan menengah negeri, yang jumlahnya tidak mencukupi untuk menutupi biaya pendidikan sebagian besar  masyarakat kelas menengah ke bawah. Khususnya biaya operasional pokok  ditanggung oleh orang tua siswa.
PENGELOLAAN KELAS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA DI SD PULUHAN Dian Sri Rejeki; Zulfa Muthi’a Batrisyia; Enjelika Hani Pamungkas; Risty Agnata; Alvi Hidayatusholihah; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1555

Abstract

Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan siswa sebagai peserta didik khususnya di SD Negeri Puluhan Bantul. Terkadang siswa atau anak didik masih bersikap belum memiliki kesiapan dalam belajar sehingga guru berkewajiban untuk memperbaiki dan bertanggungjawab agar kondisi belajar dapat berjalan dengan suasana yang menyenangkan sehingga senantiasa dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa dan meransang siswa untuk termotivasi menerima pelajaran khususnya mata pelajaran ekonomi. Terkadang siswa atau anak didik masih bersikap belum memiliki kesiapan dalam belajar sehingga seorang guru berkewajiban untuk memperbaiki dan bertanggungjawab agar kondisi belajar dapat berjalan dengan suasana yang menyenangkan sehingga senantiasa dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa dan meransang siswa untuk termotivasi menerima pelajaran khususnya mata pelajaran ekonomi. Kemudian luaran yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebuah bahan ajar yang berguna untuk guru khususnya yang mengajar di SD Negeri Puluhan Bantul terkhusus bagi guru yang masih junior karena masih baru atau masih muda yang sudah menekuni dunia pendidikan terutama dalam mengelola kelas sehingga tercipta suasana kelas yang menyenangkan dalam mengajar di. Di SD Negeri Puluhan Bantul terdapat satu orang guru yunior yang mengajar ekonomi. Namun ada beberapa siswa yang belum merasa nyaman dalam belajar karena guru junior termasuk guru yang masih muda yang pengalamanya masih terbatas sehingga belum begitu maksimal bertindak dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswa sendiri.