Persaingan ketat pada dunia kerja di Indonesia, dituntut untuk mendapatkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan dapat bersaing di dunia kerja, baik nasional maupun internasional. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi persaingan global. Selain dihadapkan dengan era perdagangan bebas atau Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), saat ini juga sedang dihadapkan oleh pandemi COVID-19. Dengan adanya pandemi, dunia otomotif mengalami pukulan dan tekanan yang sangat berat. Banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan beberapa perusahaan menjadikan perilaku konsuftif masyarakat Indonesia menurun. Untuk itu beberapa perusahaan berusaha mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan cara meningkatkan kinerja karyawannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan kuisioner sebagai metode pengumpulan data. Menggunakan metode sampling sensus menghasilkan jumlah sampel sebesar 45 responden yang mana bagian sales dari Auto 5000 Basuki Rahmat Surabaya. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan