Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Keberpihakan Pemerintah Kota Medan Terhadap Umkm Di Masa Pandemi Covid-19 Daniel Ebenezer Silaban
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberpihakan pemerintah terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai upaya pemulihan ekonomi di Kota Medan akibat dampak Pandemi Covid-19. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji perkembangan UMKM di Kota Medan selama pandemi, menganalisis kebijakan yang diterapkan pemerintah, dan mencari solusi untuk pengembangan UMKM di masa sulit ini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yang memungkinkan pemahaman mendalam mengenai realitas keberpihakan pemerintah terhadap UMKM dalam konteks pemulihan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberpihakan pemerintah tercermin dalam kebijakan jangka pendek, seperti bantuan keuangan melalui pinjaman lunak dan bantuan langsung tunai, yang berfungsi untuk memberikan dukungan segera bagi kelangsungan usaha. Selain itu, strategi jangka panjang difokuskan pada pengenalan dan penggunaan teknologi digital bagi UMKM, serta persiapan untuk memasuki era Industri 4.0. Manfaat praktis dari penelitian ini adalah memberikan implikasi signifikan bagi pengambil keputusan di tingkat pemerintah, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan memahami kebijakan yang efektif, pemerintah dapat merumuskan strategi yang lebih tepat untuk mendukung UMKM, sedangkan pelaku UMKM dapat memanfaatkan informasi ini untuk beradaptasi dengan teknologi baru, meningkatkan daya saing mereka di pasar. Secara keseluruhan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat ekosistem UMKM di Kota Medan dan mempercepat proses pemulihan ekonomi pascapandemi.
The Analysis Of Fiscal And Monetary Policy To Overcome The Impact Of Regional Expansion On Macroeconomic Stability In Indonesia Daniel Ebenezer Silaban
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.5591

Abstract

This study aims to analyze the fiscal and monetary policies implemented by the Indonesian government to address the impact of regional expansion on macroeconomic stability. The method used in this research is descriptive analysis with a qualitative approach. The data used is secondary data in the form of fiscal and monetary policy documents issued by the government and Bank Indonesia. The results of the study show that the Indonesian government has implemented various fiscal and monetary policies to overcome the impact of regional expansion on macroeconomic stability, such as increasing government spending in new regions, setting interest rate policies, and controlling inflation. However, there are still a number of challenges in overcoming the impact of regional expansion, such as differences in economic conditions in new regions and a lack of adequate human resources. The effects of fiscal and monetary policies on inflation and economic growth are also analyzed in this study. The results of the analysis show that fiscal and monetary policies have a significant effect on inflation, but have not been proven to be consistent in increasing economic growth. Based on the research results, it can be concluded that the fiscal and monetary policies implemented by the Indonesian government to overcome the impact of regional expansion have made a positive contribution to macroeconomic stability. However, proper policy evaluation and adjustments are still needed to overcome the challenges that are still being faced.
BOOTSTRAPPING ANALYSIS OF NORTH SUMATRA PROVINCE INSPECTORATE PERFORMANCE Daniel Ebenezer Silaban; Irsad Lubis
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol. 16 No. 1 (2023): February Edition
Publisher : Faculty of Economic and Business, University of Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jrbm.v16i1.7228

Abstract

The goal of this study is to analyze the factors that influence how well the inspectorate in the province of North Sumatra performs. This research is important because it aims to evaluate the performance of the inspectorate's officials and staff in North Sumatra Province so that measures may be taken to raise employee professionalism and quality. The Smart PLS program was employed as the basis for the quantitative research approach. The research subjects were 48 officials and workers in the functional position of auditors who were taken using the Slovin technique. The results indicate that the inspectorate of the North Sumatra Province performs poorly, particularly when it comes to the implementation of good governance and leadership commitment, where indirect good governance has not been able to mediate leadership commitment.
Ekonomi Tanpa Batas 2026: Strategi Konvergensi Wilayah untuk Menciptakan Pertumbuhan Super Cepat, Merata, dan Berkelanjutan di Era Transformasi Global Daniel Ebenezer Silaban
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3588

Abstract

Transformasi ekonomi global 2026 yang ditandai oleh digitalisasi, fragmentasi rantai pasok, dan transisi energi menuntut negara berkembang seperti Indonesia untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memastikan pemerataan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi konvergensi wilayah untuk mendorong pertumbuhan yang cepat, merata, dan berkelanjutan di Indonesia pada era transformasi global. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan dukungan data sekunder dari Badan Pusat Statistik, World Bank, Bappenas, dan IMF, serta dianalisis menggunakan model ?-convergence dan ?-convergence. Temuan menunjukkan bahwa ketimpangan PDRB per kapita antarwilayah masih sangat tinggi, dengan DKI Jakarta mencapai sekitar 10 kali lipat dibanding Nusa Tenggara Timur, dan proses konvergensi berlangsung lambat (weak convergence) karena terkendala oleh ketimpangan infrastruktur, konsentrasi investasi di Pulau Jawa, rendahnya kualitas SDM di wilayah timur, serta akses teknologi yang tidak merata. Penelitian ini menawarkan konsep "superhub ekonomi regional" sebagai strategi baru percepatan konvergensi berbasis konektivitas tinggi dan efek rambatan (spillover effect) yang mengintegrasikan wilayah tertinggal ke dalam ekosistem ekonomi nasional. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa strategi konvergensi berbasis superhub ekonomi regional yang didukung oleh pemerataan infrastruktur, desentralisasi investasi, penguatan SDM lokal, dan percepatan transformasi digital dapat mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.