Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan Sistem Informasi Radiologi Guna Mendukung Peningkatan Pelayanan Pada Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan PemProv Jabar Ardiana Ardiana
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jutek.v1i2.7

Abstract

Pelayanan rumah sakit saat ini mencakup pelayanan kesehatan danpelayanan administrasi yang berbasis komputer. Pelayanan kesehatan itu sendiri meliputi pelayanan medik, pelayananpenunjang medik, rehabilitasi medik dan pelayanan asuhan keperawatan. Salah satu jenis pelayanan penunjang medis adalahpelayanan radiologi yang dilaksanakan dalam sebuah instalasiradiologi. Di instalasi radiologi RSUD Al-Ihsan Pemprov Jabarmempunyai beberapa permasalahan dengan sistem pengolahan datapelayanan mulai dari input data, proses data dan output data.Fasilitas peralatan radiologi (alat modalitas) telah menggunakansistem digital namun belum ada integrasi data antara aplikasi SIMRSdengan aplikasi pada alat modalitas. Sehingga dibutuhkanpengembangan sistem untuk mengintegrasikan aplikasi ini. Tujuandari penelitian ini adalah menghasilkan rancangan sistem informasiradiologi yang berguna untuk mendukung peningkatan pelayananpada pasien di instalasi radiologi RSUD Al-Ihsan. Perancangansistem informasi radiologi ini menggunakan metode FAST(Framework for the Application of System Technology) denganlangkah-langkah reliminary investigation, problem analysis,requirement analysis, decision analysis, dan design system. Desainpenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodegrounded theory. Analisis data dalam penelitian ini dengan carareduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yaitu bahwaperancangan sistem informasi radiologi membantu menyelesaikanpermasalahan sistem di instalasi radiologi sebelumnya. Rancangansistem ini mampu melakukan bridging system dengan menggabungkanaplikasi SIMRS dan aplikasi work list pada alat modalitas. Bridgingsystem ini mampu menghomogenkan data dari mulai front officesampai dengan back office, hasil pemeriksaan radiologi dapat diaksessecara offline maupun online tidak terbatas ruang dan waktu karenadilengkapi dengan aplikasi teleradiologi. sehingga layanan hasilpemeriksaan radiologi dapat diakses secara online oleh pasienataupun keluarganya dengan memperhatikan kode etik kedokteran.
Perancangan Sistem Informasi Radiologi Guna Mendukung Peningkatan Pelayanan Pada Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan PemProv Jabar Ardiana Ardiana
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jutek.v1i2.7

Abstract

Pelayanan rumah sakit saat ini mencakup pelayanan kesehatan danpelayanan administrasi yang berbasis komputer. Pelayanan kesehatan itu sendiri meliputi pelayanan medik, pelayananpenunjang medik, rehabilitasi medik dan pelayanan asuhan keperawatan. Salah satu jenis pelayanan penunjang medis adalahpelayanan radiologi yang dilaksanakan dalam sebuah instalasiradiologi. Di instalasi radiologi RSUD Al-Ihsan Pemprov Jabarmempunyai beberapa permasalahan dengan sistem pengolahan datapelayanan mulai dari input data, proses data dan output data.Fasilitas peralatan radiologi (alat modalitas) telah menggunakansistem digital namun belum ada integrasi data antara aplikasi SIMRSdengan aplikasi pada alat modalitas. Sehingga dibutuhkanpengembangan sistem untuk mengintegrasikan aplikasi ini. Tujuandari penelitian ini adalah menghasilkan rancangan sistem informasiradiologi yang berguna untuk mendukung peningkatan pelayananpada pasien di instalasi radiologi RSUD Al-Ihsan. Perancangansistem informasi radiologi ini menggunakan metode FAST(Framework for the Application of System Technology) denganlangkah-langkah reliminary investigation, problem analysis,requirement analysis, decision analysis, dan design system. Desainpenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodegrounded theory. Analisis data dalam penelitian ini dengan carareduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yaitu bahwaperancangan sistem informasi radiologi membantu menyelesaikanpermasalahan sistem di instalasi radiologi sebelumnya. Rancangansistem ini mampu melakukan bridging system dengan menggabungkanaplikasi SIMRS dan aplikasi work list pada alat modalitas. Bridgingsystem ini mampu menghomogenkan data dari mulai front officesampai dengan back office, hasil pemeriksaan radiologi dapat diaksessecara offline maupun online tidak terbatas ruang dan waktu karenadilengkapi dengan aplikasi teleradiologi. sehingga layanan hasilpemeriksaan radiologi dapat diakses secara online oleh pasienataupun keluarganya dengan memperhatikan kode etik kedokteran.
PENENTUAN ANALISIS DOSIS RADIASI PEMERIKSAAN CT SCAN THORAX DENGAN I-DRL BERDASARKAN ATURAN BAPETEN Oktarina Damayanti; Ardiana Ardiana; Lili Julia Rahman; Putri Siti Saihan
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2026): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v14i1.2997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat dosis radiasi pada pemeriksaan CT scan toraks non-kontras serta menilai kesesuaiannya dengan Indonesian Diagnostic Reference Level (I-DRL) yang ditetapkan oleh BAPETEN. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, menggunakan data dari 30 pasien dewasa yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dustira, Cimahi. Indeks dosis radiasi yang dianalisis meliputi CTDIvol dan DLP, kemudian dibandingkan dengan nilai I-DRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CTDIvol sebesar 8,18 mGy dan DLP sebesar 358,97 mGy·cm masih berada di bawah batas acuan nasional masing-masing sebesar 11 mGy dan 430 mGy·cm, meskipun terdapat beberapa nilai yang melebihi batas yang direkomendasikan. Variasi dosis radiasi dipengaruhi oleh parameter teknis pemeriksaan dan karakteristik pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa protokol pemeriksaan yang diterapkan secara umum telah memenuhi standar keselamatan radiasi, namun tetap diperlukan upaya optimasi dosis secara berkelanjutan serta audit berkala
Uji Linieritas Keluaran Sebagai Indikator Kinerja Alat Radiografi Panoramik di Rumah Sakit Santosa Kopo Bandung Oktarina Damayanti; Ardiana Ardiana
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.8020

Abstract

Radiografi panoramic memiliki peranan penting dalam membantu penegakan diagnosis secara menyeluruh pada area rongga mulut dan rahang. Penelitian ini bertujuan untuk uji linieritas keluaran terhadap kinerja alat radiografi panoramik di Instalasi Radiologi Diagnostik Rumah Sakit Santosa Kopo Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Pengujian dilakukan menggunakan alat ukur Multimeter Piranha pada alat radiografi panoramik merek Genoray Papaya. Parameter pengujian menggunakan tegangan tabung 70 kV dan waktu eksposi 12 detik dengan variasi arus tabung (mA) yaitu 5,0 mA, 6,5 mA, 8,0 mA, 10,0 mA, dan 12,0 mA. Data yang diperoleh berupa nilai output radiasi dan kerma udara ternormalisasi kemudian dianalisis berdasarkan standar toleransi uji linieritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa output radiasi mengalami peningkatan yang sebanding terhadap perubahan parameter eksposi. Nilai kerma udara ternormalisasi berada pada rentang 0,015–0,016 mGy/mAs dengan nilai penyimpangan linieritas sebesar 0,032. Nilai tersebut masih berada di bawah batas toleransi ? 0,100 sehingga hasil uji linieritas dinyatakan sesuai standar QC radiologi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Quality Assurance pada alat radiografi panoramik di Rumah Sakit Santosa Kopo Bandung telah berjalan dengan baik berdasarkan parameter uji linieritas keluaran.