Agung Tri Prasetya
Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur: Penggunaan Jenis Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Kimia Siswa Elva Laila; Sudarmin Sudarmin; Agung Tri Prasetya; Woro Sumarni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2907

Abstract

Tuntutan keterampilan siswa di era tahun 2000-an atau lebih dikenal dengan abad ke-21, salah satunya adalah keterampilan literasi sains. Literasi sains dapat dikembangkan menjadi literasi kimia yang sangat diperlukan siswa dalam mendukung proses pembelajarannya ketika berada di lingkungan sekolah maupun di lingkungan kehidupan, guna meningkatkan pemahaman siswa atas konsep ilmu kimia. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan media pembelajaran kimia yang tepat bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi kimia siswa yang ditinjau dari penggunaan jenis media pembelajaran yang digunakan. Meta-analisis merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian dari artikel yang telah dipublikasikan mengenai kemampuan literasi kimia siswa yang dipublikasikan dijurnal nasional dan internasional pada tahun 2017 hingga 2021. Sebanyak 14 artikel penelitian yang relevan dianalisis dengan pendekatan kualitatif yang ditinjau pada aspek tujuan dan media pembelajaran. Tujuan 14 artikel penelitian tersebut, yaitu menganalisis hasil penelitian, mengukur keefektifan media atau model, dan mengembangkan bahan ajar/buku/web/instrumen yang berbasis literasi kimia dengan media pembelajaran seperti pengembangan media berbasis web, bahan ajar, pendekatan etnosains, asesmen, konten TPACK guru dengan literasi siswa, dan model guide discovery. Hasil analisis disimpulkan bahwa, adanya hubungan yang erat antara penggunaan jenis media pembelajaran yang tepat dalam meningkatkan literasi kimia siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning Terintegrasi CRT Pada Materi Koloid Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta didik di SMAN 1 Keritang Reynata Firoos S; Sri Susilogati Sumarti; Agung Tri Prasetya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran problem based learning yang terintegrasi dengan pendekatan culturally responsive teaching pada materi koloid dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Pendekatan ini dirancang untuk mengaitkan konsep kimia dengan konteks budaya lokal, sehingga menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi peserta didik. Penelitian menggunakan desain one group pretest posttest dengan subjek 32 peserta didik di kelas XI-2 SMAN 1 Keritang. Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif dan uji N-Gain dengan bantuan software SPSS Statistics 25. Instrumen yang digunakan berupa tes esai, terdiri dari lima soal pretest -posttest sesuai indikator keterampilan berpikir kritis menurut ennis. Hasil pretest menunjukkan seluruh peserta didik berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 38,75. Setelah penerapan model, terjadi peningkatan signifikan pada hasil posttest, dengan rata-rata skor mencapai 88,59. Sebanyak 30 peserta didik masuk kategori tinggi dan 2 peserta didik berada pada kategori sedang. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,7671 termasuk kategori tinggi, dan persentase peningkatan sebesar 76,7 persen tergolong efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning yang terintegrasi dengan pendekatan culturally responsive teaching secara efektif dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran kimia mendukung peningkatan keterampilan berpikir kritis serta menciptakan suasana belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna.