Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembelajaran Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Instrumen Pemersatu Bangsa Burhanuddin Burhanuddin
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2022): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i1.9069

Abstract

Upaya pemahaman sejarah oleh warga Negara merupakan bagian dari usaha menempatkan bangsa dalam konteks perubahan zaman yang terus berlangsung, sehingga sumber-sumber sejarah akan dapat dijadikan sebagai pemersatu dan pengikat identitas bangsa di tengah perkembangan hubungan dunia internasional. Rangkaian sejarah itu menggambarkan ikhtiar kolektif bangsa membebaskan diri dari imperialisme dalam rangka membangun jiwa dan raga sebagai suatu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Makna yang terkandung dalam pidato tersebut, memberikan pesan kepada generasi penerus bangsa untuk bahu-membahu membangun bangsa dalam kerangka persatuan. Dengan bersatu, Bangsa Indonesia siap menghadapi kemjuan dan perkembangan dunia internasional, sehingga tujuan Negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 akan tercapai.
Building nationalism through history lessons for high school students in the city of Padangsidimpuan Burhanuddin
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 4 (2023): Maret: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v13i4.3634

Abstract

The portrait of Indonesia's national education today is experiencing a downturn. A number of problems still surround our world of education. The problem is not only in the form of equal distribution of educational opportunities, quality improvement and facilities, but also the low level of relevance of education to the needs of the world of work. This study aims to find out: 1) The values ??of nationalism contained in history lessons, 2) Learning strategies for building nationalism carried out by history teachers, 3) Obstacles experienced by history teachers in increasing a sense of nationalism, 4) Results achieved history teacher in increasing a sense of nationalism. The results obtained are that students can cultivate the values ??of nationalism such as discipline, honesty, diversity/diversity, unity and similarity. By using the lecture, discussion and question and answer methods as well as interesting media, relevant sources, motivation and reinforcement on the material on the Nationalism Movement in Indonesia, history teachers at Padangsidimpuan Senior High School can instill a sense of nationalism in students.
Kontribusi Kompetensi Sosial Guru terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Burhanuddin Burhanuddin
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4890

Abstract

Orientasi Pendidikan mengarahkan kepada kompetensi tenaga pendidik (guru) dalam menyampaiakan materi pembelajaran secara rinci dan runtut, sehingga peserta didi dapat dengan muda memahami setiap derivasi materi pembelajaran. Permasalahan utama pada proses pembalajaran untukĀ  pelajaran IPS mengautkan kepada kompetensi sosial guru dalam menjabarkan materi yang sangat kompleks. Tujuan utama dari penelitian yang dilakukan adalah mengukur korelasi kompetenasi sosial guru sebagai keterampilan dasar dari tenaga pendidik untuk mampu memetekan setiap ruang lingkup materi pembelajaran yang berperan efektif untuk meningkatkan keterampilan kognitif dan hasil belajar peserta didik. Pengukuran keterampilan sosial guru diukur dengan menggunakan rubrik yang terdiri dari beberapa indikator utama dan setiap indikator mempunyai item-item pernyataan yang disesuaikan dengan indikator utama yang akan diukur, dan item pernytaan yang disusun menggunakan skala likert dengan interval nilai 1-4. Rubrik divalidasi oleh validator ahli untuk memenuhi kriteria kevalidan. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan SPSS dan tehnik analisis yang digunakan adalah uji korelasi yang bertujuan untuk menentukan hubungan serta tingkat kontribusi keterampilan sosial yang dimiliki oleh guru dalam menderivasikan setiap materi pembelajaran sosial yang berkorelasi positif dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa keterampilan sosial berkontribusi secara signifikan terhadap capaian hasil belajar peserta didik.
Nilai edukatif tradisi padasan pada masa pandemi covid-19 Musnar Indra Daulay; Hendri Yanto Daulay; Burhanuddin Burhanuddin
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 2 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221367

Abstract

Kesehatan harus dilihat sebagai investasi dalam peningkatan kualitas Sumber daya manusia berperan penting dan ketika pandemi virus Covid-19 masih terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kearifan lokal yang tumbuh dan dapat ditemukan nilai kebenarannya berdasarkan berbagai fakta yang berlaku secara spesifik di lingkungan budaya masyarakat. Dalam upaya memelihara kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan maupun warganya, kearifan lokal masyarakat pedesaan di Jawa dapat ditiru. Dengan mencuci tangan merupakan strategi yang dikatakan sangat efektif dalam mencegah penyebaran infeksi virus corona.Metode pengumpulan data penelitian ini diambil dari sumber data. Sumber yang digunakan antara lain buku teks, jurnal ilmiah, bahan referensi statistik, hasil penelitian dan sumber lain yang terkait. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kepustakaan yang berisi tentang teori-teori yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian. Berdasarkan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Kampanye cuci tangan pakai sabun terus dilakukan di tengah pandemi. Padahal, gerakan cuci tangan terbukti dapat meminimalkan risiko penyakit. Namun, karena pandemi cuci tangan pakai sabun sudah menjadi kebiasaan yang harus dimiliki karena diyakini bisa menurunkan kasus Covid-19. Padasan adalah solusi yang dapat dilestarikan kembali di setiap rumah agar kembali menjadi budaya, ikhtiar yang sehat. Padasan tidak selalu harus dalam bentuk ember tanah liat, memiliki keran di depan rumah dengan sabun tangan adalah salah satu bentuk upaya kami untuk mencegah penyebaran virus.
Role Lord Antasari in Struggle Indonesian Independence 1809-1862 Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 01 (2024): Education, Sosial science and Planning technique, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v13i01.2164

Abstract

Lord Antasari No only considered as leader of the Banjar Tribe, he is also leaders of the Ngaju , Maanyan , Siang, Sihong , Kutai , Pasir , Murung , Bakumpai tribes and several ethnic group others who live in regional and inland areas or along the Barito River, both Muslim and Muslim Kaharingan . The research method used is the historical method. The historical method is the process of critically examining and analyzing past historical records and remains. Lord Antasari, born in 1797 or 1809, was the highest leader in the Sultanate of Banjar. He was crowned Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin in 1862. He died due to lungs and smallpox in Central Kalimantan. The Banjar people's struggle ended in 1905, with Antasari falling in battle against Dutch troops. He was awarded the title of hero national and independence by the Republic of Indonesia in 1968.