Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pembelajaran Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Instrumen Pemersatu Bangsa Burhanuddin Burhanuddin
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2022): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i1.9069

Abstract

Upaya pemahaman sejarah oleh warga Negara merupakan bagian dari usaha menempatkan bangsa dalam konteks perubahan zaman yang terus berlangsung, sehingga sumber-sumber sejarah akan dapat dijadikan sebagai pemersatu dan pengikat identitas bangsa di tengah perkembangan hubungan dunia internasional. Rangkaian sejarah itu menggambarkan ikhtiar kolektif bangsa membebaskan diri dari imperialisme dalam rangka membangun jiwa dan raga sebagai suatu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Makna yang terkandung dalam pidato tersebut, memberikan pesan kepada generasi penerus bangsa untuk bahu-membahu membangun bangsa dalam kerangka persatuan. Dengan bersatu, Bangsa Indonesia siap menghadapi kemjuan dan perkembangan dunia internasional, sehingga tujuan Negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 akan tercapai.
Building nationalism through history lessons for high school students in the city of Padangsidimpuan Burhanuddin
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 4 (2023): Maret: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v13i4.3634

Abstract

The portrait of Indonesia's national education today is experiencing a downturn. A number of problems still surround our world of education. The problem is not only in the form of equal distribution of educational opportunities, quality improvement and facilities, but also the low level of relevance of education to the needs of the world of work. This study aims to find out: 1) The values ??of nationalism contained in history lessons, 2) Learning strategies for building nationalism carried out by history teachers, 3) Obstacles experienced by history teachers in increasing a sense of nationalism, 4) Results achieved history teacher in increasing a sense of nationalism. The results obtained are that students can cultivate the values ??of nationalism such as discipline, honesty, diversity/diversity, unity and similarity. By using the lecture, discussion and question and answer methods as well as interesting media, relevant sources, motivation and reinforcement on the material on the Nationalism Movement in Indonesia, history teachers at Padangsidimpuan Senior High School can instill a sense of nationalism in students.
Kontribusi Kompetensi Sosial Guru terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Burhanuddin Burhanuddin
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4890

Abstract

Orientasi Pendidikan mengarahkan kepada kompetensi tenaga pendidik (guru) dalam menyampaiakan materi pembelajaran secara rinci dan runtut, sehingga peserta didi dapat dengan muda memahami setiap derivasi materi pembelajaran. Permasalahan utama pada proses pembalajaran untuk  pelajaran IPS mengautkan kepada kompetensi sosial guru dalam menjabarkan materi yang sangat kompleks. Tujuan utama dari penelitian yang dilakukan adalah mengukur korelasi kompetenasi sosial guru sebagai keterampilan dasar dari tenaga pendidik untuk mampu memetekan setiap ruang lingkup materi pembelajaran yang berperan efektif untuk meningkatkan keterampilan kognitif dan hasil belajar peserta didik. Pengukuran keterampilan sosial guru diukur dengan menggunakan rubrik yang terdiri dari beberapa indikator utama dan setiap indikator mempunyai item-item pernyataan yang disesuaikan dengan indikator utama yang akan diukur, dan item pernytaan yang disusun menggunakan skala likert dengan interval nilai 1-4. Rubrik divalidasi oleh validator ahli untuk memenuhi kriteria kevalidan. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan SPSS dan tehnik analisis yang digunakan adalah uji korelasi yang bertujuan untuk menentukan hubungan serta tingkat kontribusi keterampilan sosial yang dimiliki oleh guru dalam menderivasikan setiap materi pembelajaran sosial yang berkorelasi positif dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa keterampilan sosial berkontribusi secara signifikan terhadap capaian hasil belajar peserta didik.
Nilai edukatif tradisi padasan pada masa pandemi covid-19 Musnar Indra Daulay; Hendri Yanto Daulay; Burhanuddin Burhanuddin
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 2 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221367

Abstract

Kesehatan harus dilihat sebagai investasi dalam peningkatan kualitas Sumber daya manusia berperan penting dan ketika pandemi virus Covid-19 masih terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kearifan lokal yang tumbuh dan dapat ditemukan nilai kebenarannya berdasarkan berbagai fakta yang berlaku secara spesifik di lingkungan budaya masyarakat. Dalam upaya memelihara kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan maupun warganya, kearifan lokal masyarakat pedesaan di Jawa dapat ditiru. Dengan mencuci tangan merupakan strategi yang dikatakan sangat efektif dalam mencegah penyebaran infeksi virus corona.Metode pengumpulan data penelitian ini diambil dari sumber data. Sumber yang digunakan antara lain buku teks, jurnal ilmiah, bahan referensi statistik, hasil penelitian dan sumber lain yang terkait. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kepustakaan yang berisi tentang teori-teori yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian. Berdasarkan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Kampanye cuci tangan pakai sabun terus dilakukan di tengah pandemi. Padahal, gerakan cuci tangan terbukti dapat meminimalkan risiko penyakit. Namun, karena pandemi cuci tangan pakai sabun sudah menjadi kebiasaan yang harus dimiliki karena diyakini bisa menurunkan kasus Covid-19. Padasan adalah solusi yang dapat dilestarikan kembali di setiap rumah agar kembali menjadi budaya, ikhtiar yang sehat. Padasan tidak selalu harus dalam bentuk ember tanah liat, memiliki keran di depan rumah dengan sabun tangan adalah salah satu bentuk upaya kami untuk mencegah penyebaran virus.
Role Lord Antasari in Struggle Indonesian Independence 1809-1862 Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 01 (2024): Education, Sosial science and Planning technique, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v13i01.2164

Abstract

Lord Antasari No only considered as leader of the Banjar Tribe, he is also leaders of the Ngaju , Maanyan , Siang, Sihong , Kutai , Pasir , Murung , Bakumpai tribes and several ethnic group others who live in regional and inland areas or along the Barito River, both Muslim and Muslim Kaharingan . The research method used is the historical method. The historical method is the process of critically examining and analyzing past historical records and remains. Lord Antasari, born in 1797 or 1809, was the highest leader in the Sultanate of Banjar. He was crowned Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin in 1862. He died due to lungs and smallpox in Central Kalimantan. The Banjar people's struggle ended in 1905, with Antasari falling in battle against Dutch troops. He was awarded the title of hero national and independence by the Republic of Indonesia in 1968.
Historia Docet: Reconstructing Historical Consciousness in Secondary Education Through Multiperspectivity and Critical Discourse Analysis Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Mamangan Vol 13, No 2 (2024): Special Issue: Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikt
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v13i2.10203

Abstract

This qualitative research investigates how multiperspectivity and critical discourse analysis can reconstruct historical consciousness among secondary school students in Indonesia. Conducted across five secondary institutions with 205 student participants and 15 educators, this study employs thematic analysis of interviews, classroom observations, and student essays to examine students' engagement with multiple historical narratives. The research reveals significant disparities in how different historical perspectives—nationalist, colonial-critical, subaltern, international, and gender-based—are integrated into curricula and student consciousness. Findings demonstrate that systematic implementation of multiperspective pedagogy increases critical historical thinking from 45% to 78% among participants, while evidence evaluation competency improves by 52%. The study concludes that Historia Docet—history teaches—requires institutional commitment to pedagogical pluralism, teacher professional development in critical discourse analysis, and curriculum redesign emphasizing narrative multiplicity. These findings have implications for Indonesian secondary education policy, suggesting that historical consciousness is not constructed through monolithic narratives but through iterative engagement with competing perspectives and evidence evaluation.
Effectiveness of Kahoot-assisted PBL on the rapid reading ability of SLB students in Nias Epi Supriyani Siregar; Ika Purnama Sari -; Burhanuddin; Muhammad Isnaini; Mona Novita
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 7 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v7i1.6209

Abstract

Speed-reading ability among students with special needs remains low, with most reading below the expected standard. This study aims to examine the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by Kahoot in improving students' speed-reading ability. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group was employed. The population consisted of students from five special schools (SLB) in Nias Regency. A total of 97 students were selected using purposive sampling and divided into an experimental group (n = 49) and a control group (n = 48). Data were collected through reading speed tests, observation sheets, and student engagement questionnaires. The instruments were validated prior to use. Data were analyzed using PLS-SEM with SmartPLS 4.0. The results indicate that the PBL-Kahoot model significantly improves students' speed-reading ability. Student engagement plays a mediating role, and the model explains a substantial proportion of variance in reading performance. The intervention shows varying effectiveness across different types of special needs, with higher gains observed in certain groups. In conclusion, the integration of PBL and Kahoot effectively enhances speed reading ability through increased student engagement. It is recommended that teachers adopt technology-assisted, student-centered learning models and adapt them to students' specific needs.