shofi rizq najmah shabrina
universitas negeri surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATNYA KEJAHATAN SOSIAL PENCURIAN AKIBAT DAMPAK PANDEMI COVID-19 YANG KIAN MERAJARELA shofi rizq najmah shabrina
Jurnal Hukum Positum Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Hukum Positum
Publisher : Prodi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/positum.v7i1.6493

Abstract

ABSTRAK Kejahatan sosial pencurian dimasa pandemi saat ini mengalami peningkatan yang signifikan dan membuat resah masyarakat sekitar. Hal ini tentunya disebabkan karena banyak para pekerja kehilangan pekerjaannya secara tiba-tiba. Banyaknya orang yang kehilangan pekerjaannya inilah yang menjadi awal mula munculnya kejahatan sosial seperti mencuri yang tujuannya agar dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri maupun keluarga-nya. Barang yang dicuri tersebut dapat berbentuk barang elektronik, sepeda motor, ataupun kebutuhan pokok lainnya. Tindakan kejahatan sosial inilah membuat masyarakat sekitar dan para penegak hukum menjadi geram, dikarenakan banyak kerugian yang terjadi pada masyarakat dari adanya kejadian ini. Para penegak hukum menjadi resah dan memikirkan beberapa cara agar hal ini tidak terulang secara berturut-turut. Tujuannya yaitu untuk menganalisis kejahatan sosial yang meningkat akibat pemberentian para pekerja di masa pandemi covid-19 serta meberikan penangan kasus kejahatan sosial pencurian agar tidak semakin marak terjadi. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka atau studi literatur di berbagai sumber-sumber dengan menggunakan teori konflik yang digagas oleh Marx. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa pandemi covid-19 sangat berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat, tidak hanya masalah kesehatan namun juga permasalahan sosial lainnya seperti kejahatan sosial dan pengangguran akibat pemberhentian kerja secara paksa. Kata Kunci: Dampak pandemi Covid-19, Kejahatan Sosial, Pencurian, Para Pekerja. ABSTRACT The social crime of theft during the current pandemic has experienced a significant increase and has made the surrounding community restless. This is of course because many workers suddenly lose their jobs. The number of people who lost their jobs is the beginning of the emergence of social crimes such as stealing whose purpose is to be able to meet the needs of their own lives and their families. The stolen goods can be in the form of electronic goods, motorcycles, or other basic necessities. This social crime act made the surrounding community and law enforcers furious, because there were many losses that occurred to the community from this incident. Law enforcers became restless and thought of several ways to prevent this from happening in succession. The aim is to analyze social crimes that have increased due to the dismissal of workers during the COVID-19 pandemic and to provide handlers for social crime cases of theft so that they do not become more common. The method used is a qualitative method through a literature study approach or literature study in various sources using the conflict theory initiated by Marx. The results of this article show that the COVID-19 pandemic has had a very bad impact on people's lives, not only health problems but also other social problems such as social crime and unemployment due to forced termination of work. Keywords: Impact of the Covid-19 Pandemic, Social Crime, Theft, Workers.
Meluasnya Anggapan “Lumrah” Terhadap Sex Bebas Di kalangan Remaja Wilayah Perkotaan Shofi Rizq Najmah Shabrina; Pambudi Handoyo Handoyo; Sugeng Harianto
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2023): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v5i1.6647

Abstract

Permasalahan terkait sex bebas menjadi fenomena yang bukan lagi menjadi sebuah rahasia publik, hal ini dikarenakan sudah banyak terjadi perilaku sex bebas di wilayah perkotaan yang menganggap bahwa hal tersebut ialah hal yang “lumrah”. Pemikiran orang-orang tersebut sangat bertolak belakang dengan wilatyah Indonesia. Budaya di Indonesia sangat melarang keras hal tersebut dilakukan oleh orang yang tidak bersuami istri dan bahkan para remaja-remaja yang notabenya tidak memiliki cukup ilmu terkait masalah dan akibat yang ditimbulkan setelah melakukan sex bebas. Munculnya perilaku sex bebas ini diawali dari adanya rasa ketertarikan antar lawan jenis, yang selanjutnya mereka menjalin hubungan dengan begitu dekat yang biasanya di kenal dengan istilah “pacaran”. Tujuan penelitian ini ialah memberikan gambaran fenomena di wilayah perkotaan yang menganggap normal perilaku Sex bebas dan mampu menjadi kontrol bagi para remaja atau masyarakat lainnya tanpa memandang usia, sehingga fenomena ini dapat segera mereda dan diminimalisir kembali. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif dengan melalui pendekatan secara fenomenologi dan studi pustaka. Hasil penelitian yang diperoleh yakni diketahui bahwa anggapan “lumrah” memang sudah mendominasi masyarakat perkotaan. Hal ini dikarenakan kehidupan sekarang yang terbilang bebas sehingga masyarakat sudah tidak lagi terkejut akan perilaku-perilaku anak zaman sekarang.