Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pharmactive

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH CABE JAWA (Piper retrofractum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Dyah Ratna Ayu Puspita Sari; Ni Luh Putu Arsita Sari; Ni Luh Gde Mona Monika
Journal Pharmactive Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pharmactive April
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi merupakan salah satu penyebab penyakit utama pada manusia. Penggunanan antibiotik sintetis untuk infeksi terutama bakteri banyak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan sehingga masayarakat Indonesia lebih sering menggunakan obat tradisional untuk pengobatan infeksi. Salah satu obat tradisional Indonesia yang sering digunakan adalah Cabe jawa. Cabe jawa secara empiris digunakan sebagai aprodisak, pengobatan untuk saluran cerna antimikroba dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas ekstrak etanol cabe jawa terhadap bakteri Staphylococcus aures dan Escherichia coli. Metode yang digunakan adalah simplisia cabe jawa dimaserasi kemudian di uji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan efektifitas antibakteri ekstrak etanol cabe jawa terhadap bakteri S.aureus dan E. coli pada konsentrasi 20%; 40%; 60% tidak menunukan adanya zona hambat sedangkan pada konsentrasi 80% untuk bakteri S. aureus menunjukan zona hambat 17.12 mm dan untuk bakteri E. coli 15.76 mm. kontrol postif yang digunakan cotrimoxazole tablet 480mg dan kontrol negatif DMSO 10%. Salah satu zak berkhasiat yang terkandung dalam cabe jawa adalah piperin yang berfungsi sebagai antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian ini ekstrak etanol cabe jawa dikatagorikan memiliki zona hambat kuat.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) SEGAR DAN KERING TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Dyah Ratna Ayu Puspita Sari
Journal Pharmactive Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pharmactive Oktober
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun sambung nyawa (Gynura procumbens) memiliki potensi farmakologi yang luas. Potensi farmakologi daun sambung nyawa salah satunya sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan ativitas daun sambung nyawa segar dan kering dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Skrining fitokimia dengan menggunakan pereaksi warna dan untuk uji antivitas antibakteri menggunakan metode sumuran, diukur dengan melihat zona bening yang terbentuk dan di analisis menggunakan uji mean. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak segar dan ekstrak kering daun sambung nyawa mengandung senyawa flavonoid, fenolik dan tannin. Hasil uji aktivitas ekstrak segar daun sambung nyawa pada konsentrasi 60% (5,52mm), 70% (5,59mm), 80% (6,40mm), 90% (7,40mm), dan 100% (8,07%). Sedangkan pada ekstrak kering daun smbung nyawa menunjukkan hasil pada konsentrasi 60% (7,14mm), 70% (7,62mm), 80% (8,37mm), 90% (8,88mm), dan 100% (9,39%). Perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun sambung nyawa segar dan esktrak kering sambung nyawa kering tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p >0,05. Namun ekstrak etanol 96% daun sambung nyawa kering memiliki zona hambat yang lebih lebar.
VOLUME PENOTOLAN MEMPENGARUHI FINGERPRINT EKSTRAK METANOL HERBA SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA (BURM. F.) NEES) DENGAN KLT-SPEKTROFOTODENSITOMETRI Ugrasena Putu Yudha; Puspita Sari Dyah Ratna Ayu; Kumara Dewi Ni Wayan Rika
Journal Pharmactive Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pharmactive April
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spotting volume is an important factor affecting the resolution value of the chromatogram, the number of peaks and separation, peak profile and peak broadening, as well as the asymmetry of the peaks. This study aims to determine the effect of bottling volume on fingerprint chromatography of the methanol extract of Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees herb and to determine fingerprint chromatography at optimum volume. The chromatographic system used refers to the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. Sambiloto herbal samples were spotted with a variety of 3 µL bottling volumes; 5µL; 10µL; 15µL; 20 µL and 25 µL on a 60 GF254 silica gel plate were then eluted with a mixture of chloroform P and methanol P (9:1) v/v. The plates were scanned with a TLC Scanner 3 (CAMAG) at a wavelength of 210 nm. Spectra were made for each spot at a wavelength of 190-400 nm. Parameters that were calculated were resolution values, tailing factor from andrographolid peaks, and cosine functions (C) from volume variation chromatograms to determine the effect of spotting volume. The bottling volume selected from the optimization step was 5 µL with andrographolid peak resolution with the previous and following peaks being 1.57 and 1.16, respectively. The tailing factor value was 1 and the number of peaks that appeared was 10. The average value of C in the 5 µL bottling volume precision test was 99.36 with a VC of 1.17% (VC <2%)
ANTIBACTERIAL POTENTIAL OF RED BETEL LEAVES (Piper crocatum Ruiz and Pav) Kumara Dewi Ni Wayan Rika; Ugrasena Putu Yudha; Puspita Sari Dyah Ratna Ayu
Journal Pharmactive Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pharmactive April
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Red betel leaf (Piper crocatum Ruiz and Pav.) is one of the medicinal plants which empirically has the efficacy of healing spiritual ailments. The secondary metabolite compounds contained in red betel leaves are essential oils, flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, terpenoids, and phenolic compounds which have antibacterial activity. Objective: To determine the antibacterial potential of red betel leaves (Piper crocatum Ruiz and Pav.) Method: This study uses a descriptive method using a structured article review method. Data collection was carried out using the Google Scholar database, Science Direct and PubMed with keywords “Piper crocatum Ruiz and Pav”, “Piper crocatum”, “Screening phytochemical”, Piper crocatum”, “Leaf Piper crocatum”, and “antibacterial Piper crocatum”. Results: Based on literature studies, the antibacterial potential of red betel leaves (Piper crocatum Ruiz and Pav.) can be seen from the inhibition zones produced for both gram-positive and gram-negative bacteria, although with different values of the resulting inhibition zones.