Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerimaan Khalayak Terhadap Konten Pada Dokumenter Televisi Melihat Indonesia Episode “Ramuan Kesehatan” Metro TV Sangga Arta Witama
Avant Garde Vol 10, No 1 (2022): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v10i1.1854

Abstract

Metro TV merupakan stasiun televisi swasta berita pertama resmi mengudara sejak 25 November 2000 di Jakarta. Bekerja sama dengan yayasan eagle mandiri yang merupakan wujud komitmen menanungi eagle institue indonesia. Eagle Institute Indonesia adalah yayasan yang di dirikan sebagai wadah dan pusat lembaga edukasi dan pengembangan industri film dokumenter yang tangguh, berwawasan, Peneliti tertarik meneliti program Melihat Indonesia Metro TV pada episode ramuan kesehatan. Melihat Indonesia Metro TV merupakan sebuah program acara dokumenter televisi yang mengangkat tentang berbagai macam sesuatu yang ada di Indonesia antara lain Budaya, Sosial, Olah raga, atau kehidupan sehari-hari. Resepsi merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengetahui resepsi atau penerimaan khalayak terhadap program dokumenter televisi “Melihat Indonesia” pada episode ramuan kesehatan. Dalam penelitian ini, subjek penelitian diberi treatment atau perlakuan berupa tontonan dokumenter. tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pemaknaan khalayak terhadap tayangan dokumenter televisi dengan judul ramuan kesehatan pada Metro TV terkait dengan isi pesan yang ditayangkan. Hasil pemaknaan dengan 50 jawaban mendapatkan 28 pemakanaan dominan, hasil penelitian dengan pemaknaan dominan mengenai Kearifan lokal atau budaya lokal yang ada di Indonesia ini cukup banyak dan salah satunya terkait dengan minuman kesehatan salah satunya adalah jamu karena merupakan identitas dari bangsa Indonesia itu sendiri.
Pendekatan Naratif Dokumenter ”Pengamen Digital” Sebagai Bentuk Transformasi Seni Musik Jalanan Dimas Yoki Alfianto; Sangga Arta Witama; Muhammad Iqbal Naufal
Kartala Virtual Studies Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/kvs.v5i1.327

Abstract

The documentary film Pengamen Digital explores the transformation of street music in the digital era, as street performers begin to utilize platforms like TikTok to reach wider audiences and create virtual performance spaces. This shift not only opens new economic opportunities but also reshapes public perception where street performers were once seen as part of a traditional art form, they are now increasingly viewed as participants in a modern artistic ecosystem. However, these performers still face significant challenges, including social stigma, limited access to public spaces, and frequent conflicts with authorities. Through the stories of the performers, their supporters, and their families, this documentary highlights the social impacts of digitalization and the importance of innovation in preserving cultural expression. Pengamen Digital also serves as a form of social advocacy, encouraging more inclusive dialogue among artists, the public, and the government to help build a fairer and more sustainable art ecosystem.