Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Sosiologi Hukum Terhadap Perilaku Suap Oleh Masyarakat Kepada Polisi Lalu Lintas Erlangga Bagus Setiyawan; Hana Farida
VERITAS Vol 8 No 1 (2022): VERITAS
Publisher : Jurnal Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/veritas.v8i1.1842

Abstract

Perilaku suap sudah mengakar di setiap lapisan masyarakat Indonesia dan menjadi suatu budaya koruptif yang merugikan bangsa Indonesia. Perilaku suap sudah menjadi suatu ancaman yang nyata bagi Bangsa Indonesia karena dari tahun-ke tahun seperti tidak ada kata habis, bahkan dalam perkembangannya semakin meningkat, baik dalam jumlah kasus dan kerugian negara maupun kualitasnya. Pencegahan terhadapa kecelakaan lalu lintas sudah dilaksanakan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Satuan Polisi Lalu Lintas dengan penegakan hukum melakukan fungsi pengawasan terhadap masyarakat secara langsung di jalan mengenai kewajiban bagi kendaraan bermotor untuk melengkapi surat perizinan dan kelengkapan alat kendaraan. Namun tindakan penegakan hukum seperti penilangan juga menimbulkan suatu masalah baru yaitu berkembang nya perilaku suap antara masyarakat dan oknum polantas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa penyebab masyarakat masih melakukan tindakan suap terhadap petugas kepolisian. Tulisan ini menggunakan metode penelitian Metode Penelitian Empiris yaitu suatu metode penelitian hukum yang menggunakan fakta-fakta empiris yang diambil dari perilaku manusia, baik perilaku verbal yang didapat dari wawancara maupun perilaku nyata yang dilakukan melalui pengamatan langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku suap menyuap yang dilakukan oleh masyarakat terhadap oknum polantas disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi serta faktor kekeluargaan
TINJAUAN VIKTIMOLOGI TERHADAP KORBAN KEJAHATAN PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK Diana Sari; Hana Farida
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 1 (2026): 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i1.%p

Abstract

Kejahatan persetubuhan terhadap anak merupakan bentuk kejahatan yang sangat serius dan memiliki dampak jangka panjang bagi korban. Dalam konteks viktimologi, penting untuk memahami karakteristik korban, faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejahatan, serta dampak psikologis dan sosial yang dialami oleh korban. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan tinjauan mendalam mengenai aspek-aspek viktimologi yang berkaitan dengan korban kejahatan persetubuhan terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kejahatan persetubuhan terhadap anak dari perspektif viktimologi, dengan fokus pada dampak psikologis, sosial, dan hukum yang dialami oleh korban. Kejahatan persetubuhan terhadap anak merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan memiliki konsekuensi jangka panjang bagi korban. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara dengan korban, keluarga, dan profesional di bidang hukum serta psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban sering kali mengalami trauma psikologis yang mendalam, yang dapat berujung pada gangguan mental, masalah perilaku, dan kesulitan dalam berinteraksi sosial. Selain itu, stigma sosial dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar memperburuk kondisi korban.