Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TYPE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SDN KELUN KOTA MADIUN TAHUN AJARAN 2024/2025 Galuh Lestari; Hartini; Siti Juwarmini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.3678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan model cooperative learning type jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada peserta didik kelas V SDN Kelun Kota Madiun. Manfaat penelitian ini adalah bagi guru untuk meningkatkan hasil kompetensi dalam proses pembelajaran dan bagi peserta didik dapat meningkatkan aktivitas hasil belajar. Panelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus memuat Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi , dan Refleksi. Hasil yang telah diperoleh oleh peneliti menunjukan bahwa terdapat peningkatan 7% dari siklus I 76% dan siklus II 83%. Dari hasil tersebut maka penelitian ini telah dinyatakan berhasil.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA POWER POINT CANVA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI KELUN KOTA MADIUN Indah Hariyani; Hartini; Siti Juwarmini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.3679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implematasi model Problem Based Learning berbantuan media power point canva untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri Kelun Kota Madiun. Media power point canva digunakan untuk membantu memudahkan siswa dalam pemecahan masalah terhadap model Problem Based Learning yang digunakan. Materi yang diambil berdasarkan pada semester 1 yang sedang berjalan. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Kelun Kota Madiun pada siswa kelas IV dengan jumlah siswa adalah 31 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi/pengamatan, dan dokumentasi. Tes dilaksanakan sebanyak 2 kali diakhir siklus I dan siklus II dalam bentuk tes tulis untuk mengetahui hasil belajar peserta didik terhadap materi yang telah diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media power point canva. Diperoleh hasil belajar siswa dan ketuntasan belajar siswa meningkat dari siklus I dan siklus II yaitu masing-masing 70,96 (67,74%) dan 85,09 (93,54%). Dilihat dari rata-rata hasil belajar yang meningkat pada siklus II menjadi 85,09 dan presentase ketuntasan hasil belajar siswa menjadi 93,54%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbatuan media power point canva terbukti mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD N Kelun Kota Madiun pada Tahun Ajaran 2024/2025.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI TUMBUHAN DAN SUMBER KEHIDUPAN DI BUMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA KELAS V SDN KELUN Fiorennica; Hartini; Siti Juwarmini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.3744

Abstract

The research conducted aims to determine the improvement of science learning outcomes on the material of plants and sources of life on earth using the problem based learning (PBL) learning model for fifth grade students. This study uses the Classroom Action Research (CAR) approach of the Kemmic MC Taggart model consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Information is collected through observation, testing, documentation, and interviews. The research was conducted on fifth grade students of SDN Kelun with a total of 29 respondents. Based on the results of the study, student learning outcomes in cycle I have not reached completion with an average value of student learning outcomes of 50,35% and the percentage of students who have completed their learning is 47,35%. While student learning outcomes in cycle II have reached completion with an average value of student learning outcomes of 75,50% and the percentage of students who have completed their learning is 84%.
Integrasi Doutoku (Pendidikan Moral) dan Life Skill pada Kurikulum Pendidikan Jepang serta Perbandingannya dengan Indonesia: Penelitian Sesaria Prima Yudhaningtyas; Hartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5124

Abstract

Strengthening moral education and life skills is an urgent need amidst globalization and advances in digital technology. Education is no longer solely cognitively oriented; it must balance character development, ethics, and life skills. Japan is known for consistently integrating moral education and life skills into its national curriculum through a holistic approach. This study aims to analyze the integration of moral education and life skills in the Japanese education curriculum and compare it with the education curriculum in Indonesia. The research method used is library research by reviewing various scientific sources in the form of journals, books, and relevant education policy documents. The results of the study indicate that the Japanese curriculum is based on a holistic education philosophy (zenshin kyōiku) which emphasizes the balance of cognitive, affective, and psychomotor aspects through the Chi–Toku–Tai principle. Moral education (dōtoku) and life skills are implemented in an integrated manner through learning activities, school culture, and students' daily activities. Compared to Indonesia, the Japanese curriculum is more consistent in building character, discipline, social responsibility, and work ethic from elementary school. These findings encourage the integration of moral education, life skills, positive school culture, and balanced assessment into the national curriculum.