Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Kegiatan Lesson Study dalam Model Pembelajaran Heuristik Vee Sebagai Jawaban Tantangan Pembelajaran Abad 21 Tiara Intan Cahyaningtyas; Sesaria Prima Yudhaningtyas; Rizki Amelia
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 2 (2021): April
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v3i2.69

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran tersebut dalam menjawab tantangan pembelajaran Abad 21 dan mengetahui masalah-masalah yang dihadapi siswa selama pembelajaran sehingga dapat dicarikan solusinya. Kegiatan lesson study akan mampu memperjelas awaban dari tujuan peneltian yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang dilakukan dalam bentuk kegiatan lesson study yang terdiri dari 3 tahapan utama yaitu Plan, Do, dan See. Pengumpulan data meliputi data observasi, LKS Vee Map dan wawancara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan lesson study dalam model pembelajaran heuristik vee mampu menjawab tantangan pembelajaran Abad 21 dan mampu mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul selama pembelajaran sehingga dapat diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya.
Pelatihan Tari Dolanan sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di SD Inklusi Dahlia Novarianing Asri; Rischa Pramudia Trisnani; Sesaria Prima Yudhaningtyas
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1432

Abstract

SD Negeri Sukowinangun 2 merupakan salah satu sekolah inklusi yang memiliki banyak siswa berkebutuhan khusus yang membutuhkan bantuan agar mampu memiliki keterampilan sosial, namun guru pendamping atau guru kelas tidak memiliki latar belakang pendidikan luar biasa. Pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan inovasi untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam menyerap. Khususnya kemampuan berkomunikasi social. Hal tersebut mendorong tim PKM untuk memberikan pelatihan tari dolanan anak mengingat karakter tari dolanan yang ceria dan mudah ditarikan sangat sesuai untuk merangsang kemampuan komunikasi social ABK. Selain itu juga mengenalkan anak pada kearifan local setempat. Pelatihan tari dolanan diberikan dengan tahapan pengenalan gerak dasar, pola lantai, pola interaksi dan mengentalkan sampel satu materi tari tari yaitu dolanan blarak. Hasil pelatihan menunjukkan tingkat penguasaan guru pada wirama, wirasa, wirogo, hafalan dan penampilan sangat baik. Guru dapat mengembangkan gerak tari kedalam tema dolanan yang lain. Sebagai bentuk evaluasi, guru mengimplementasikan hasil pelatihan pada peserta didik ABK. Dengan adanya metode pembelajaran tari dolanan anak, antusias para peserta didik khususnya ABK menjadi bertambah, anak-anak semangat untuk menirukan bersama teman-temannya. Diharapkan pengabdian ini menjadi solusi permasalahan komunikasi sosial pada ABK.
Implementasi Media Pembelajaran Tutorial Gerak Dasar Tari pada Pembelajaran Daring Mahasiswa PGSD Universitas PGRI Madiun Sesaria Prima Yudhaningtyas; Hartini Hartini
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di situasi pandemi menjadi pokok bahasan yang sangat penting di era new normal. Pasalnya proses belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka di lembaga pendidikan, harus dimodifikasi menjadi pembelajaran sistem daring. Seperti di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar UNIPMA mata kuliah pembelajaran seni tari SD. 70 % materi perkuliahan Pembelajaran Seni Tari SD adalah praktik, maka dalam pembelajaran daring, materi praktik menjadi sulit tersampaikan. Peneliti mencoba mengimplementasikan media pembelajaran video tutorial gerak dasar untuk mempermudah pembelajaran praktik di masa pandemi. Hasil menunjukkan Implementasi media pembelajaran video tutorial gerak dasar tari memberi kemudahan dalam proses perkuliahan karena mahasiswa dapat mengakses dengan mudah materi yang diunggah pada E- Learning Universitas PGRI Madiun, dipelajari di rumah dan dibahas dalam google meeting. Hasil evaluasi pembelajaran menunjukkan 80 % mahasiswa dapat mengerjakan tugas dengan baik setelah mengimplementasikan media pembelajaran. Respon mahasiswa terhadap implementasi video tutorial gerak dasar sangat baik dengan persentasi rata-rata sebesar 80,87 %.
Kegiatan Lesson Study dalam Model Pembelajaran Heuristik Vee Sebagai Jawaban Tantangan Pembelajaran Abad 21 Tiara Intan Cahyaningtyas; Sesaria Prima Yudhaningtyas; Rizki Amelia
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 2 (2021): April
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.348 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i2.69

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran tersebut dalam menjawab tantangan pembelajaran Abad 21 dan mengetahui masalah-masalah yang dihadapi siswa selama pembelajaran sehingga dapat dicarikan solusinya. Kegiatan lesson study akan mampu memperjelas awaban dari tujuan peneltian yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang dilakukan dalam bentuk kegiatan lesson study yang terdiri dari 3 tahapan utama yaitu Plan, Do, dan See. Pengumpulan data meliputi data observasi, LKS Vee Map dan wawancara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan lesson study dalam model pembelajaran heuristik vee mampu menjawab tantangan pembelajaran Abad 21 dan mampu mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul selama pembelajaran sehingga dapat diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya.
Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Dalam Peningkatan Keterampilan Guru Di Era Digital Erina Ratnaning Tiastuti; Endang Sri Maruti; Sesaria Prima Yudhaningtyas
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 11 : Desember (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid progress in the world of education is influenced by technological developments so that it has an impact on the utilization of technology as a learning medium in the digital era. One of the digital learning media that is currently in demand is Augmented Reality (AR) based learning media using the Assemblr Edu Website. However, teachers at SDN Nguntoronadi 2 do not have the skills or abilities of Augmented Reality (AR) technology so they cannot create Augmented Reality-based learning media using the Assemblr Edu Website. Therefore, it is necessary to hold training to create Augmented Reality (AR) based learning media in improving teacher skills in the digital era using the Assemblr Edu Website. This community service activity aims to make teachers understand Augmented Reality (AR) technology, understand how to use and have the skills to make Augmented Reality (AR) based learning media using the Assemblr Edu Website. This community service activity uses a monological and dialogical approach. The participants who participated in this community service activity were 10 teachers at SDN Nguntoronadi 2. After the training, 90% of teachers have understood about Augmented Reality (AR) and how to use the Assemblr Edu Website and are able to create Augmented Reality (AR) based learning media using the website.
Penanaman Nilai Karakter di Sekolah dengan Menggunakan Media Gambar Brilian Maulana Wahdani; Mafaza Dewi Reninzho; Lavetania Putri Angelita; Mei Lia Ayu Nabila; Farhan Maulana Akbar; Endang Sri Maruti; Sesaria Prima Yudhaningtyas
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penggunaan media gambar dapat menjadi alat yang efektif dalam penanaman nilai karakter di sekolah. Melalui media gambar, nilai-nilai seperti kerjasama, kejujuran, disiplin, dan rasa hormat dapat disampaikan dengan cara yang lebih interaktif dan komunikatif. Dalam konteks pendidikan karakter, media gambar tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai media yang dapat memfasilitasi diskusi dan refleksi di antara siswa. Hal ini penting karena pemahaman nilai karakter tidak hanya membutuhkan pengetahuan kognitif tetapi juga pengalaman afektif dan perilaku nyata. Sejumlah studi menunjukkan bahwa visualisasi melalui gambar dapat meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, gambar dapat memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar.
Pengembangan Media KONEKSI Berbasis Website Genially pada Pembelajaran IPAS Kelas V SDN Genilangit 1 Rendra Ari Wijaya; Endang Sri Maruti; Sesaria Prima Yudhaningtyas
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2529

Abstract

The aim of this study was to develop the ‘KONEKSI’ learning media based on the Genially website, for grade fifth IPAS lessons at Genilangit 1 elementary school. The background to this study was the need for interactive and engaging learning resources, particularly for the science subject. Observations and interviews at Genilangit 1 elementary school revealed that IPAS lessons remained teacher-centred and relied mainly on textbooks and worksheets, leaving pupils passive and finding it difficult to grasp abstract concepts such as harmony in the ecosystem. These conditions indicated the need for an interactive and contextual medium capable of supporting the topic more effectively. Analysis, design, development, implementation and evaluation are the five stages of the ADDIE R&D model. The Genially website was used to create interactive learning resources comprising learning materials, videos and interactive quizzes. Following validation, the subject matter expert, language expert and media expert scored 97.33% (Highly Acceptable), 85.33% (Highly Acceptable) and 89.33% respectively. The product was trialled on 22 student grade fifth ; both trials achieved the ‘Highly Suitable’ category, with an average questionnaire response rate of 95.63% and a 100% response rate from teachers. The research findings indicate that the KONEKSI teaching aid, based on the Genially website, can be effectively utilised in the IPAS learning process for grade fifth. The KONEKSI teaching aid, based on the Genially website, facilitates the delivery of material by teachers during the learning process and stimulates pupils’ interest in learning. It is hoped that this teaching aid can serve as a relevant alternative learning method in line with technological advancements.  
Pengembangan LAMI Berbasis AR untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa pada Materi Lapisan Bumi Kelas 5 Sekolah Dasar Rara Pramesthi Wandansari; Endang Sri Maruti; Sesaria Prima Yudhaningtyas
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2327

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ digital literacy in learning the Earth’s layers. The purpose of this study was to determine the effectiveness of augmented reality media in improving the digital literacy of fifth-grade elementary school students. This study employed a research and development (R&D) approach using the ADDIE model. The participants consisted of 14 fifth-grade students. Data were collected through tests, questionnaires, and observations and were analyzed using a Likert scale. The results indicated that the use of augmented reality media was effective in improving students’ digital literacy, with a moderate level of improvement. Therefore, augmented reality media are considered feasible for use as instructional media in teaching the Earth’s layers.
Pengembangan Aplikasi Rancaka Berbasis Literasi Digital untuk Pembelajaran Aksara Jawa dan Sandhangan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Asrinda Riska Cahyawati; Endang Sri Maruti; Sesaria Prima Yudhaningtyas
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2328

Abstract

This study aims to develop and test the feasibility of the RANCAKA (National Learning Space for Love of Javanese Script) application based on digital literacy as a learning medium for Javanese script and sandhangan for fourth-grade elementary school students. The background of the study is based on the problem that Javanese language learning is still dominated by conventional methods, the media used are not varied, and students’ understanding and interest in Javanese script and sandhangan are low. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The trial subjects were fourth-grade students of SDN 02 Madiun Lor. Data were collected through observation, interviews, and validation questionnaires, and analyzed descriptively and quantitatively. The results show that the RANCAKA application meets the feasibility criteria with material expert validation percentage of 92% (Very Feasible), language expert 81.82% (Very Feasible), and media experts 78% (worthy), with an overall average of 83.94% (very worthy). Student responses to the use of the application were also very positive, namely 93.3% in individual tests, 90% in small group tests, and 88% in field trials. Based on these results, it is concluded that the RANCAKA application based on digital literacy is feasible, practical, and effective to use as a learning medium for Javanese script and sandhangan, and can support the development of digital literacy skills for elementary school students.
Integrasi Doutoku (Pendidikan Moral) dan Life Skill pada Kurikulum Pendidikan Jepang serta Perbandingannya dengan Indonesia: Penelitian Sesaria Prima Yudhaningtyas; Hartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5124

Abstract

Strengthening moral education and life skills is an urgent need amidst globalization and advances in digital technology. Education is no longer solely cognitively oriented; it must balance character development, ethics, and life skills. Japan is known for consistently integrating moral education and life skills into its national curriculum through a holistic approach. This study aims to analyze the integration of moral education and life skills in the Japanese education curriculum and compare it with the education curriculum in Indonesia. The research method used is library research by reviewing various scientific sources in the form of journals, books, and relevant education policy documents. The results of the study indicate that the Japanese curriculum is based on a holistic education philosophy (zenshin kyōiku) which emphasizes the balance of cognitive, affective, and psychomotor aspects through the Chi–Toku–Tai principle. Moral education (dōtoku) and life skills are implemented in an integrated manner through learning activities, school culture, and students' daily activities. Compared to Indonesia, the Japanese curriculum is more consistent in building character, discipline, social responsibility, and work ethic from elementary school. These findings encourage the integration of moral education, life skills, positive school culture, and balanced assessment into the national curriculum.