Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten Aceh Selatan Karmila Karmila; Okta Rabiana Risma
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.195 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4955

Abstract

Pusat pertumbuhan merupakan wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat sehingga dijadikan sebagai pusat pembangunan yang memengaruhi kawasan-kawasan lain di sekitarnya kawasan-kawasan yang dijadikan pusat pertumbuhan itu, diharapkan kawsan-kawasan di sekitarnnya turut terpengaruh dan terpicu untuk maju. Selain itu, pusat pertumbuhan ekonomi dapat memicuh perubahan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecamatan-kecamatan yang berpeluang dan berpotensi sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Aceh Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menghasilkan data deskriptif untuk mengetahui pusat pertumbuhan wilayah berdasarkan fasilitas ekonomi, sosial dan pemerintahan. Hasil pengamatan dan tata ruang wilayah kabupaten menunjukkan bahwa pusat identifikasi pertumbuhan di Kabupaten Aceh Selatan adalah Kecamatan Tapaktuan, Kecamatan Labuhanhaji, Kecamatan Kluet Utara dan Kecamatan Bakongan yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di kabupaten aceh selatan, diperlukannya penelitian guna mengetahui pusat-pusan pertumbuhan dengan harapan memicuh kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan sumber daya alam di sekitaran kabupaten aceh selatan Kesimpulan dari penelitan ini adalah kabupaten aceh selatan salah satu wilayah yang mempunya pertumbuhan ekonomi yang baik, didukung dengan adanya lahan yang luas, tanah yang subur dan dukungan pemerintah untuk membangun sarana dan prasana usaha masyarakat yang ada di kabupaten aceh selatan. Selain itu dengam adanya pusat pertumbuhan ekonomi dihapkan mampu mengenali kabupaten aceh selatan di mata dunia guna menumbuhkan partisipasi pemerintan untuk terus mendukung sumber-sumber ekonomi untuk terus membangun sehingga bentuk pertubuhannya semakin berkembangan dan mendapatkan hasil positif bagi masyarakat kabupaten aceh selatan
BEUT PANTEU KEUDE: INOVASI DAKWAH MENJANGKAU ANAK MUDA DI WARUNG KOPI GAMPONG LEUKEUN, KECAMATAN SAMATIGA Dipa Amalia; Jelita Anggreini; Karmila Karmila; Riris Riris; Rafa Saharti; Fatmala Putri; Hidayatullah Hidayatullah; M. Nur Aditya; Ainal Fitri
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Beut Panteu Keude merupakan inovasi dakwah yang bertujuan menghadirkan aktivitas keagamaan yang lebih dekat dengan keseharian anak muda, menumbuhkan pemahaman agama sekaligus kepedulian sosial, mempererat hubungan antara anak muda, tokoh agama, pemerintah, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta membangun fondasi gerakan keteladanan yang berkelanjutan di tengah masyarakat Samatiga. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 di sebuah warung kopi di Gampong Leukeun, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa KKN Universitas Teuku Umar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif, melalui empat tahap yaitu persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan bentuk kegiatan berupa ceramah, diskusi interaktif dan tanya jawab, serta pendampingan partisipatif oleh mahasiswa dan pemuda setempat. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya ruang belajar keagamaan yang informal dan akrab bagi pemuda, meningkatnya keterlibatan pemuda sebagai penggagas sekaligus pelaksana, serta terjalinnya kolaborasi lintas unsur masyarakat mulai dari tokoh agama, pemerintah gampong, Kementerian Agama, hingga mahasiswa KKN. Kegiatan ini disimpulkan berhasil menyediakan wadah edukasi keagamaan yang komunikatif dan berkelanjutan, meskipun perubahan tingkat pengetahuan peserta belum terukur secara kuantitatif karena belum menggunakan pre-test dan post-test.