Haryono Saputro
UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparasi terhadap Pengajaran Keterampilan Berbicara antara Bahasa Arab dan Bahasa Inggris Haryono Saputro; Toto Suharto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.264 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait komparasi terhadap pengajaran keterampilan berbicara Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data skunder dan data primer. Sumber data diperoleh melalui teknik kepustakaan yang mengacu pada sumber yang tersedia seperti buku, jurnal ilmiah, dan informasi yang dapat dipercaya. Adapun hasil analisis komparasi terhadap pengajaran keterampilan berbicara Bahasa Arab dan Bahasa Inggris difokuskan pada mata pelajaran muhadatsah dan conversation yang terdiri dari 3 aspek, diantaranya yakni 1) Tujuan, pada mata pelajaran muhadatsah dan conversation keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengembangkan keterampilan berbicara siswa antara Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, 2) Materi, pada mata pelajaran muhadatsah meterinya berfokus pada teks bacaan sehingga harus memperhatikan kaidah-kaidah gramatika Bahasa Arab, sedangkan pada mata pelajaran conversation berfokus agar siswa dapat mengungkapkan ide, gagasan, secara bebas tanpa terpaku pada suatu teks bacaan dan struktur gramatika, 3) Metode, dalam mata pelajaran muhadatsah guru biasanya menggunakan metode ceramah, hafalan dan tanya jawab sehingga pembelajaran lebih terpaku pada teacher centris. Sedangkan, pada mata pelajaran conversation guru menggunakan metode yang lebih bervariasi seprti tanya jawab, games, diskusi, dan debat yang mampu membuat siswa menjadi lebih aktif sehingga pembelajarannya bersifat students centris.