Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Stabilitas Tekanan Darah Penderita Hipertensi pada Lansia di UPT Puskesmas Bahagia Tahun 2022 Erna Putri Yulianti; Siti Aminah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.502 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5172

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat terutama lansia. Penderita hipertensi jika tidak mendapat penanganan yang baik dapat menyebabkan komplikasi yang cukup serius bahkan bisa sampai menyebabkan kematian. Meningkatnya jumlah penderita hipertensi salah satunya karena ada hubungan dengan kurangnya aktivitas fisik. Salah satu contoh aktivitas fisik yang dapat menurunkan hipertensi adalah jalan pagi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh jalan pagi terhadap tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di UPT Puskesmas Bahagia Babelan, Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan Pretest-posttest. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 32 responden dengan menggunakan Teknik pengambilan sampel purposive sampling selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan instumen penelitian berupa spygnomanometer, stetoskop, informed consent, lembar observasi, alat tulis, dan reward untuk responden. Hasil analisis data didapatkan rata-rata tekanan tekanan darah sistolik sebelum dilakukan intervensi 178,63 mmHg dengan standar deviasi 12,038 dan setelah dilakukan intervensi tekanan darah sistolik 133,13 mmHg dengan standar deviasi 4,425. Sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dilakukan intervensi 103,13 mmHg dengan standar deviasi 6,479 dan setelah dilakukan intervensi tekanan darah diastolik 82,19 mmHg dengan standar deviasi 2,562. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh jalan pagi terhadap tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di UPT Puskesmas Bahagia dengan p value tekanan darah sistolik (0,000) dan p value tekanan darah diastolik (0,000).
Pengaruh Pendidikan Gizi dengan Video Animasi Terhadap Persepsi Body Image Remaja di SMK Al-Muhadjirin 2 Kesehatan Bekasi Timur Tahun 2022 Nurul Azzahra Putri; Siti Aminah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.888 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5374

Abstract

Body image negative sangat umum terjadi pada masa remaja dan mempunyai dampak buruk bagi kesehatan seperti meningkatnya resiko rendah diri, depresi, gangguan aktivitas fisik dan pola makan. 3 komponen dasar untuk mencegah timbulnya body image negative pada remaja adalah melalui pendidikan tentang dampak membahayakan pengaturan berat badan yang tidak sehat, membantu mengatur penambahan berat badan yang sehat menggunakan prinsip gizi, diet dan aktivitas fisik. Pendidikan gizi adalah salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan gizi dengan video animasi terhadap persepsi Body Image Remaja di SMK Al-Muhadjirin 2 Kesehatan Bekasi Timur. Dengan metode kuantitatif Quasy Eksperiment, dengan personal pre and post test design. Teknik sampling yang digunakan total sampling dengan jumlah responden 30. Hasil uji paired samples Wilcoxon nilai sig. (2-tailed) adalah 0.000 < 0.05 maka Ha diterima Ho ditolak untuk Persepsi body image.
SEHAT MENTAL FOR CAREGIVER MELALUI PELATIHAN PENERAPAN METODE STOISISME UNTUK MENURUNKAN STRES: DALAM MERAWAT LANSIA DEMENSIA Chusnul Chotimah; Siti Aminah; Melisa
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.234 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v4i2.626

Abstract

Pendahuluan: Keluarga berperan sebagai support system utama bagi lansia dalam mempertahankan kesehatannya. Perawatan demensia, sekitar 70% dilakukan dirumah, hal ini dapat menimbulkan permasalahan pada keluarga. Mengatasi permasalah yang muncul ditawarkan salah satu pelatihan berisi tentang edukasi demensia dan cara perawatannya serta penerapan Stoisisme yang bertujuan mencapai kebahagiaan, ketenangan, kebebasan dari emosi yang merusak dan penguasaan atas keinginan. Metode: Metode PAR (Participatory Action Research) digunakan dalam pengabdian masyarakat ini. Hasil: Pelatihan dan penerapan metode Stoisisme dengan menggunakan teknik STAR (Stop-Think and Assess-Respon) memberikan pengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku caregiver terhadap penilaian stres dalam merawat lansia dengan demensia. Hasil evaluasi selama satu minggu setelah pelatihan, keluarga menyampaikan emosi lebih stabil tidak mudah marah-marah, lebih sabar, menilai segala sesuatu sebagai suatu ibadah. Kesimpulan: Pelatihan dan penerapan metode Stoisisme dengan menggunakan teknik STAR (Stop-Think and Assess-Respon) memberikan pengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku caregiver terhadap penilaian stres dalam merawat lansia dengan demensia.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kualitas Hidup Pasien Yang Menjalani Hemodilisis Di RS Islam Jakarta Tahun 2023 Dwi Riyanti; Siti Aminah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.2043

Abstract

Pendahuluan: Hemodialisis adalah salah satu pilihan terapi pada pasien gagal ginjal kronik. Hemodialisis membutuhkan waktu yang lama dan harus dijalani dengan rutin Namun tidak semua pasien gagal ginjal kronik melakukan hemodialisis ,dalam hal ini sangat mengganggu aktivitas penderita seperti bekerja, olahraga, makan, minum dan kegiatan lainnya, selain itu membutuhkan biaya yang cukup tinggi, serta dapat mengubah kondisi fisik penderita seperti kulit bersisik, berwarna hitam, mengurangi konsumsi air minum dan kualitas kesehatan penderita menurun. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis di RS Islam Jakarta tahun 2023 Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan kesuioner tingkat pengetahuan dan kualitas hidup dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat serta menggunakan uji chi-square. Dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil : univariat 72.9% responden berjenis kelamin laki-laki, 67.1% berusia tua, 70% memiliki pendidikan rendah, 65.7% responden tidak bekerja, dan 71,.4% >3 tahun yang menjalani hemodialisis. Hasil analisis bivariat pada uji chi-square p-value (0,004) < 0.05. Simpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup.
Analisa Hubungan Pola Makan Dan Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi Di Ruang Rawat Jalan Puskesmas Bahagia Tahun 2023 Elen Safitri; Siti Aminah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.2091

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah arteri dimana tekanan darah sistol lebih atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan diastol lebih atau sama dengan 90 mmHg atau keduanya. Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan status gizi dengan kejadian hipertensi. Metode Penelitian : Penelitian yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan cross sectional. Dengan Teknik pengumpulan sempel menggunakan kuesioner food frequency dan status gizi dengan menggunakan Teknik total sampling. Hasil Penelitian : Analisa yang di gunakan pada penelitian ini adalah univariat dan bivariat serta mengunakan uji chi-square. Dengan jumlah sempel sebanyak 50 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi . hasil univariat : responden berusia 46-55th 40%, jenis kelamin perempuan 58%, Pendidikan terakhir Tinggi (≥SMA) 56% maka disimpulkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan hipertensi sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi., pola makan responden tidak baik 72%, responden dengan gizi lebih 38%, responden dengan hipertensi 56%. Hasil Analisa bivariat : pada uji chi-square pola makan dengan p-value (0.000) <0,05, dan p-value status gizi (0.004) <0,05 . Kesimpulan : dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pola makan dan status gizi dengan kejadian hipertensi.
Hubungan Pengetahuan terhadap Kejadian Keputihan Pada Ibu Hamil di Poli Kia RSUD dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak Siti Aminah; Indah Yuliani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.13916

Abstract

ABSTRACT One of the physiological changes that occur in pregnant women is vaginal discharge. Vaginal discharge in pregnant women often occurs due to adaptations and changes in the endocrine system in the body of pregnant women. Vaginal secretions are divided into 2 types: physiological and pathological. Physiological vaginal discharge is characterized by a small amount, clear, white (sometimes leaving yellow on the panties), odorless and not accompanied by itching, pain, swelling of the genitals, pain and swelling, pain when defecating. Based on a preliminary study of 17 respondents of 1st trimester and 2nd trimester pregnant women regarding the treatment of reproductive organs and vaginal discharge, 6 pregnant women experienced no vaginal discharge, 11 pregnant women experienced vaginal discharge. Knowing the relationship of knowledge to the incidence of vaginal discharge in pregnant women at the MCH poly of RSUD dr. Adjidarmo.  Data collection was carried out through questionnaires distributed to 30 respondents of pregnant women who experienced vaginal discharge. Cross sectional, non-experimental to see the correlation between the dependent variable and the independent variable. Data collection was carried out through questionnaires distributed to 30 respondents of pregnant women who experienced vaginal discharge. The population in this study was 30 pregnant women who experienced vaginal discharge within 2 months, with  a simple random sampling method. Statistical test obtained p-value 0.001 This proves that there is a relationship of Knowledge on the incidence of leucorrhoea in pregnant women at poly kia RSUD dr. Adjidarmo lebak district. The OR value obtained is  16,875  which means that  respondents who have poor knowledge of leucorrhoea have a 16.9 times greater risk for vaginal discharge, when compared to respondents who have good knowledge of leucorrhoea, with the results of Confidence Interval = 2,555 - 111,463. There is a relationship of knowledge on the incidence of leucorrhoea in pregnant women at the poly kia Regional General Hospital dr. Adjidarmo lebak district. It is hoped that the results of this study can increase knowledge for health workers that the importance of leucorrhoea knowledge for pregnant women who experience vaginal discharge. Keywords: Knowledge, Vaginal Discharge, Pregnant Women ABSTRAK Salah satu perubahan fisiologis yang terjadi pada ibu hamil adalah keputihan. Keputihan pada ibu hamil seringkali terjadi akibat adaptasi dan perubahan sistem endokrin pada tubuh ibu hamil. Sekresi vagina dibagi menjadi 2 jenis: fisiologis dan patologis. Keputihan fisiologis di tandai dengan jumlah yang sedikit, bening, berwarna putih (kadang meninggalkan warna kuning pada celana dalam), tidak berbau dan tidak disertai rasa gatal, nyeri, bengkak pada kemaluan, perih dan bengkak, rasa perih saat buang air. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 17 responden ibu hamil trimester 1 dan trimester 2 tentang perawatan organ reproduksi dan keputihan yaitu diperoleh 6 ibu hamil mengalami tidak mengalami keputihan, 11 ibu hamil mengalami keputihan. Mengetahui hubungan pengetahuan terhadap kejadian keputihan pada ibu hamil di poli KIA RSUD dr. Adjidarmo. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 30 responden ibu hamil yang mengalami keputihan.  Cross sectional, non-eksperimental untuk melihat korelasi antara variabel dependen dan variabel independent. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 30 responden ibu hamil yang mengalami keputihan. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil yang mengalami keputihan dalam kurun waktu 2 Bulan, dengan metode simple random sampling. uji statistik diperoleh p-value 0,001 Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan  Pengetahuan terhadap kejadian Keputihan pada ibu hamil di poli kia RSUD dr.Adjidarmo kabupaten lebak. Nilai OR yang diperoleh sebesar 16,875 yang berarti bahwa responden yang memiliki Pengetahuan Keputihan yang kurang baik tentang keputihan memiliki resiko 16,9 kali lebih besar untuk terjadinya keputihan, bila dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan yang baik tentang keputihan, dengan hasil Confidence Interval = 2.555 - 111.463. Adanya hubungan pengetahuan terhadap kejadian keputihan pada ibu hamil di poli kia Rumah Sakit Umum Daerah dr.Adjidarmo kabupaten lebak. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi tenaga kesehatan bahwa pentingnya pengetahuan keputihan terhadap ibu hamil yang mengalami keputihan. Kata Kunci: Pengetahuan, Keputihan, Ibu Hamil
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja SMK Kelas XI dan XII di FAHD Islamic School Riko Arianto; Siti Aminah
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10796

Abstract

ABSTRACT Gastritis, also known as ulcer disease, is a condition in which inflammation or bleeding occurs in the mucosal lining of the stomach. Gastritis is one of the diseases that usually occur among adolescents, the main cause is irregular eating patterns. The purpose of conducting this study was to determine the relationship between diet and the incidence of gastritis in adolescents. Data collection by distributing questionnaire sheets, this research design is descriptive with a cross sectional approach. Based on the results of bivariate tests on the relationship between diet and the incidence of gastritis in adolescents of SMK class XI and XII, the majority of respondents with poor diet were 45 (68.2%), with gastritis of 34 (51.5%), and not as many as 11 (16.7%) of respondents while good diet of 21 respondents (31.8%) with gastritis of 7 (10.6%) and not as many as 14 (21.2%) respondents. It can be concluded that there is a significant relationship on diet and the number of gastritis cases. From the results of this study, it is expected for all students of class Xi and XI SMK Fahd Islamic School to prioritize a good diet to avoid gastritis. Keywords: Dietary Habit, Gastritis ABSTRAK Gastritis, yang juga dikenal sebagai penyakit maag, adalah suatu kondisi di mana terjadi peradangan atau perdarahan pada lapisan mukosa lambung. Gastritis merupakan salah satu penyakit yang biasanya terjadi dikalangan remaja penyebab utamanya ialah pola makan yang tidak teratur. Tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makandengan kejadian gastritis pada remaja. Pengambilan data dengan menyebarkan lembar kuesioner, desain penelitian ini adalah deskriktif dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil uji bivariat mengenai hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja SMK kelas XI dan XII didapatkan mayoritas responden dengan pola makan tidak baik sejumlah 45 (68.2%), dengan menderita gastritis sejumlah 34 (51.5%), dan tidak sebanyak 11 (16.7%) responden sedangkan pola makan baik sebanyak 21 responden (31,8%) dengan menderita gastritis sejumlah 7 (10.6%) dan tidak sebanyak 14 (21.2%) responden. Dapat disimpulkan yaitu ada hubungan yang signifikan pada pola makan dan jumlah kasus gastritis. Dari hasil penelitian ini, diharapkan bagi seluruh siswadan siswi kelas Xi dan XI  SMK Fahd Islamic School untuk lebih mengutamakan pola makan yang baik untuk menghindari terjadinya gastritis. Kata Kunci: Pola Makan, Gastritis
Hubungan Dukungan Keluarga dan Spiritualitas dengan Kepatuhan minum obat pada pasien Hipertensi di Puskesmas Koncara Siti Aminah; Pariyah Pariyah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54967

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering tidak disadari oleh karena tidak ada tanda dan gejala khusus sehingga dikenal dengan silent killer. Salah satu factor penting dalam keberhasilan pengobatan hipertensi adalah kepatuhan pasien dalam minum obat antihipertensi. Dukungan keluarga dan spiritualitas pasien dengan hipertensi diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan spiritualitas dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Peineilitian ini meingguinakan deisain peineilitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di Puskesmas Koncara sebanyak 305 responden. Sampel pada penelitian ini sebanyak 173 reponden yang ditentukan menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga, spiritualitas dan kepatuhan minum obat. Analisis yag menggunakan uji Chi-Square dengan Tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p = 0,001) dan antara spiritualitas dengan kepatuhan minum obat (p = 0,006).Dukungan keluarga dan spiritualitas berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan pendekatan keperawatan yang melibatkan keluarga serta pemenuhan kebutuhan spiritual pasien untuk meningkatkan kepatuhan minum obat.
Efektivitas Madu Nusantara dalam Perawatan Luka Pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Tugu Koja Jakarta Siti Aminah; Estri Dwi Hapsari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55350

Abstract

Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Salah satu komplikasi jangka panjang yang paling sering menimbulkan kecacatan dan menurunkan kualitas hidup pasien adalah luka kronis, terutama ulkus kaki diabetikum. Salah satu alternatif terapi topikal yang banyak diteliti adalah madu, yang diketahui memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, serta kemampuan mempertahankan kelembaban luka dan mempercepat pembentukan jaringan granulasi. Mengetahui efektivitas Madu Nusantara dalam perawatan luka pada pasien diabetes mellitus . Quasi experiment dengan desain pretest-posttest dengan menggunakan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus dengan luka diabetikum yang menjalani perawatan luka di RSUD Tugu Koja Jakarta pada bulan November 2025 sebanyak 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Mayoritas responden berumur 56-65 tahun, pendidikan menengah dan jenis kelamin laki-laki. Sebelum dilakukan perawatan luka menggunakan madu nusantara mayoritas dengan keparahan luka ekstrim (91,4%) dan sesudahnya dengan keparahan ringan (100%). Pada kelompok kontrol sebelum dilakukan perawatan luka secara konvensional mayoritas dengan keparahan luka ekstrim (100%) dan sesudahnya dengan keparahan sedang (94,3%). Perawatan luka menggunakan madu nusantara lebih efektif dibandingkan dengan perawatan luka secara konvensional, dengan nilai p value 0,000. Perawatan luka menggunakan madu nusantara lebih efektif dibandingkan dengan perawatan luka secara konvensional. Diharapkan perawatan luka menggunakan madu Nusantara dapat dipertimbangkan sebagai terapi alternatif atau komplementer dalam perawatan luka diabetik.