Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia Pra Sekolah Saat Di Berikan Terapi Intravena Fuji Lestari Dede; Risdiana Rani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.304 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5224

Abstract

Terapi Intravena dilakukan dengan cara memasukan cairan atau berupa obat serta nutrisi melalui selang cateter kedalam tubuh pasien secara parenteral melewati pembuluh darah vena. Pasien yang perlu mendapatkan infus atau terapi intravena diantaranya yang mengalami perdarahan, muntah berlebih, diare, tidak bisa mendapat asupan melalui rute oral, kekurangan elektrolit dan dehidrasi. Lebih dari 90% pasien di rumah sakit menerima terapi intravena. Pemberian terapi intravena pada pasen anak dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan sendiri merupakan sebuah antisipasi atau persiapan dalam menghadapi ancaman yang dapat terjadi di masa depan. Kecemasan tersebut dapat berupa kecemasan non patologis hingga gangguan kecemasan yang tidak wajar. Kecemasan dapat terjadi dari tingkat yang ringan sampai berat. Salah satu metode untuk mengurani kecemasan adalah dengan pemberian terapi musik klasik. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan anak pra sekolah saat diberikan terapi intravena. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan study Quasi Experiment One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah anak usia pra sekolah rawat inap yang diberikan terapi intravena, adapun sampel penelitain yang diambil adalah anak usia pra sekolah rawat inap yang menerima terapi intravena yang mengalami kecemasan dengan jumlah sample sebanyak 24. Penelitian ini menggunakan satu kelompok intervensi yang diobservasi sebelum perlakuan kemudian diobservasi lagi sesudah intervensi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis uji t berpasangan atau paired sample t-test menunjukan hasil sebelum dilakukan intervensi 0,67 dan setelah diintervensi pvalue 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukan bahwa “Ada perbedan tingkat kecemasan anak usia pra sekolah sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik di ruang anggrek RS Bhayangkara Kota Indramayu”. Dari hasil penelitian ini diharapkan pemberian terapi musik klasik dapat dijadikan sebagai salah satu alternative pada peneurunan tingkat kecemasan anak usia pra sekolah saat diberikan terapi intravena.
Pengaruh Pemberian Diet Bubur Tempe Terhadap Frekuensi dan Konsistensi Bab pada Balita dengan Diare Di Puskesmas Bahagia Bekasi Tahun 2022 Nur Lailatul Fitri; Rani Risdiana
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.629 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5248

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada kelompok anak-anak usia kurang dari 5 tahun. Kejadian diare dan kematian pada balita telah terjadi peningkatan secara global dari tahun 2015-2017. Faktor utama penyebab diare pada balita adalah berat badan lahir, status gizi, status imunisasi campak, riwayat pemberian zinc, pola pemberian ASI, pemahaman dan pengetahuan ibu dengan kebiasaan mencuci tangan dan faktor sanitasi lingkungan yang kurang baik. Metode lain untuk menangani penyakit diare yaitu dengan mengkonsumsi bubur tempe. Bubur tempe dipercaya dapat mempersingkat durasi diare akut dan juga mempercepat pertumbuhan berat badan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan studi rancangan penelitian one grup pretest-posttest, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian diet bubur tempe terhadap kelompok intervensi yang mendapat perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian setelah diberikan intervensi bubur tempe, sebagian besar frekuensi BAB <3x sehari yaitu sebanyak 17 orang (65%).Berdasarkan hasil penelitian setelah diberikan intervensi bubur tempe, sebagian besar konsistensi BAB sudah padat yaitu sebanyak 17 orang (65%). Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh antara pemberian bubur tempe terhadap penurunan frekuensi dan konsistensi BAB pada balita dengan diare sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) diberi intervensi di Puskesmas Bahagia Bekasi Tahun 2022 dengan nilai Wilcoxon Test didapat Sig.(2-tailed) = 0,000.
Pengaruh Pemberian Posisi Pronasi Terhadap Oksigenisasi pada Bayi BBLR dengan Ventilasi Mekanik di Ruang Nicu Bunda Aliyah Tiurlina Zai; Risdiana Rani
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i7.9098

Abstract

ABSTRACT LBW is a baby who at birth weighs less than 2,500 grams. Pronation is the position in which a support is placed between the shoulder and the iliac crest, so that the movement of the abdomen and the expansion of the chest are free, giving the prone position to LBW babies can increase oxygenation, the implementation of the prone position at the BA hospital has not been carried out routinely, only based on the needs of the baby. to determine the effect of pronation position on oxygenation in LBW infants with mechanical ventilation in the Bunda Aliyah NICU. Research Methods: This type of research is Quasi Experiment with the Type one Group Pre-test and post-test design approach. The population of all neonatal patients treated in the NICU with a sample of 25 respondents. Birth weight (mean: 2062.7) was male with VCMV ventilation mode. The results of the Spired T-test showed that there was a significant difference in giving the prone position in premature infants to Oxygenation p=value: 0.000 (Pvalue0.05). There is a difference in pvalue for each intervention 1st, 2nd and 3rd based on BBL (0.167) ± (0.122) ± (0.029); Gender (0.223) ± (0.057) ±(0.067); type of ventilator (0.043) ± (0.239) ± (0.081). That giving the baby a prone position has an effect on oxygenation. Thus giving the prone position is a non-pharmacological strategy that is effective, safe and affordable for all levels of society to increase oxygenation in premature infants. Pronation can be used as a treatment modality to increase oxygenation in the hospital. Keywords: LBW, Pronation, Oxygenation  ABSTRAK BBLR merupakan bayi yang saat lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Pronasi merupakan posisi dimana ditempatkannya penyanggah di antara bahu dan pada krista iliaka, supaya pergerakan abdomen dan ekspansi dada bebas, pemberian posisi pronasi pada BBLR dapat meningkatkan oksigenisasi, intervensi pemberian posisi pronasi di rumah sakit Bunda Aliyah belum di lakukan secara rutin hanya berdasarkan kebutuhan bayi saja . Mengetahui pengaruh pemberian posisi pronasi terhadap oksigenisasi pada bayi BBLR dengan ventilasi mekanik di ruang NICU Bunda Aliyah.  Jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan Tipe one Group Pre-test and post-test design. Populasi semua pasien neonatus yang di rawat di NICU yang memenuhi kriteria inklusi penelitian dengan sampel 25 responden. Berat badan lahir (mean: 2062,7) laki-laki (51,6%) dengan mode ventilator VCMV (72,0%). Hasil Hasil uji T-test Spired terdapat perbedaan signifikan pemberian posisi pronasi pada bayi prematur terhadap Oksigenasi p=value: 0,000 (Pvalue0,05). Terdapat perbedaan pvalue setiap intervensi ke 1, 2 dan 3 berdasarkan BBL  (0,167) ± (0,122) ± (0,029); Jenis Kelamin (0,223) ± (0,057) ±(0,067); jenis ventilator (0,043) ± (0,239) ± (0,081). Bahwa pemberian pemberian posisi pronasi pada bayi memiliki pegaruh pada oksigenasi. Dengan demikian pemberian posisi pronasi merupakan strategi nonfarmakologis yang efektif, aman dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat untuk peningkatan oksigenasi pada bayi prematur. Pronasi bisa dijadikan sebagai modalitas pengobatan penujang peningakatan oksigenasidi rumah sakit. Kata Kunci: BBLR, Pronasi, Oksigenasi
Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Perilaku Sosial Pada Remaja Di SMK Pelita Alam Kota Bekasi Tahun 2023 Rifa Virgiani Chaerunissa; Rani Risdiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2232

Abstract

Abstrak Pendahuluan : Gadget merupakan salah satu bagian dari perkembangan teknologi yang selalu menghadirkan teknologi terbaru yang dapat membantu aktivitas manusia menjadi lebih mudah. Masalah penggunaan gadget telah menimbulkan kekhawatiran karena dapat menurunkan kualitas sehat dan kehidupan sosial remaja. Lingkungan pergaulan remaja di sekolah mempengaruhi perilaku sosial mereka. Ketika ada konflik dengan guru dan orang tua mereka di sekolah, mereka akan lebih mendengarkan masukan dari teman sebaya mereka. Penting bagi remaja untuk memilih pergaulan teman sebaya mereka karena lingkungan pergaulan remaja akan mempengaruhi perilaku sosial mereka. Tujuan umum : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap perilaku sosial pada remaja di SMK Pelita Alam Kota Bekasi 2023. Metode : Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu strategi penelitian asosiatif yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, metode ini dipilih karena peneliti terjun langsung untuk mengambil sampel dari populasi yang ada. Hasil : Penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari remaja di SMK Pelita Alam Kota Bekasi yang tinggi sebanyak 26 remaja (86.7 %), sedang 2 remaja (6.7 %) dan rendah 2 remaja (6.7 %). Maka dapat disimpulkan rata-rata intensitas penggunaan gadget di SMK Pelita Alam Kota Bekasi tergolong tinggi dan perilaku sosial remaja yang positif sebanyak 27 remaja (90.0 %) dan yang negative sebanyak 3 remaja (10.0 %). Simpulan : : Dapat disimpulkan bahwa rata-rata perilaku sosial remaja di SMK Pelita Alam Kota Bekasi cenderung positif setelah mengenal dan menggunakan gadget. Dari hasil analisa bivariate nilai P Value 0.000 ( 0.05), dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna (signifikan) antara penggunaan gadget terhadap perilaku sosial pada remaja di SMK Pelita Alam Kota Bekasi.
Pengaruh Pemberian Terapi Bermain Mewarnai Gambar Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Prasekolah Selama Hospitalisasi di RSUD Kabupaten Bekasi. Della Nianda Futri; Rani Risdiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2337

Abstract

Pendahuluan : Hospitalisasi merupakan suatu kondisi krisis bagi setiap anak yang dirawat di RS hal ini menyebabkan perubahan emosional yang signifikan pada anak, seperti kecemasan, yang dapat memicu trauma perawatan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk menurunkan tingkat kecemasan tersebut adalah dengan terapi bermain mewarnai gambar. Tujuan umum : Untuk mengidentifikasi pengaruh terapi bemain dengan teknik mewarnai gambar terhadap tingkat kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yaitu quasi eksperimental one group pre test – post test desain. sampel pada penelitian ini sebanyak 42 responden anak prasekolah yang sedang dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi. Hasil : sebelum dilakukan intervensi didapatkan hasil tingkat kecemasan sedang sebanyak 22 responden (52.4%). Setelah dilakukan intervensi didapatkan hasil tingkat kecemasan ringan sebanyak 31 reponden anak prasekolah (73.8%). Uji statistic didapatkan paired T Test dengan jumlah sampel responden (N=42) didapatkan data bahwa T-Hitung (13.342) > T- Tabel (0.535) dan nilai P-Value (0.001) < nilai ɑ (0.05) yang berarti ada pengaruh pemberian terapi bermain mewarnai gambar terhadap tingkat kecemasan pada anak prasekolah selama hospitalisasi di RSUD Kabupaten Bekasi. Simpulan : Uji statistic didapatkan paired T Test didapatkan nilai P-Value (0.001) < nilai ɑ (0.05) yang berarti ada pengaruh pemberian terapi bermain mewarnai gambar terhadap tingkat kecemasan pada anak prasekolah selama hospitalisasi di RSUD Kabupaten Bekasi. Saran hasil penelitian ini dapat dijadikan referensiuntuk penelitian lanjutan dengan variabel yang lebih luas lagi dan sampel yang lebih besar.
PENGARUH FISIOTERAPI DADA TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN ANAK USIA BALITA DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PICU RSKD DUREN SAWIT TAHUN 2025 Dian Prihatiyani; Rani Risdiana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56084

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia, menempati peringkat kedua tertinggi dengan angka kasus yang terus meningkat secara signifikan pada tahun 2024. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada alveoli paru yang kemudian terisi cairan atau nanah, sehingga menghambat proses pertukaran oksigen yang vital bagi tubuh. Usaha yang dilakukan dalam mengurangi dampak dari Pneumonia pada anak salah satunya yaitu fisioterapi dada. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien anak usia balita dengan pneumonia di ruang PICU RSKD Duren Sawit. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan pre-experimental design atau quasi-experimental design, dengan rancangan yang sering digunakan adalah One-group Pretest-Posttest Design, dengan jumlah sampel 40 sampel analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon Signed-Rank Test yaitu sebesar 0,000 (< 0,05) atau lebih kecil dari alpha 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa hasil pengujian adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah fisioterapi dada terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien anak usia balita dengan pneumonia di ruang PICU RSKD Duren Sawit. Dari hasil penelitian diharapkan perawat dapat melakukan fisioterapi dada secara berkala untuk pasien anak usia balita dengan pneumonia secara benar.
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia Pra Sekolah Di Ruang Rawat Rsu Kota Tangerang Selatan Tahun 2025 Rani Risdiana; Neneng Kurniasih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56213

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan respon yang paling sering muncul pada anak saat hospitalisasi yang dapat menghambat proses penyembuhan serta berdampak negatif terhadap perkembangan psikologisnya. Oleh karena itu, intervensi nonfarmakologis seperti terapi bermain menjadi penting untuk membantu menurunkan tingkat kecemasan anak. Salah satu bentuk terapi bermain yang efektif adalah puzzle Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan anak usia pra sekolah yang menjalani rawat inap di ruang rawat RSU Kota Tangerang Selatan. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan pre-experimental design atau quasi-experimental design, dengan rancangan yang digunakan adalah One-group Pretest-Posttest Design., dengan jumlah sampel 54 sampel analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon Signed-Rank Test yaitu nilai Z sebesar -5,189 dengan nilai signifikansi p < 0,001. Karena p < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain puzzle. Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan pada anak usia pra sekolah di Ruang Rawat Kota Tanggerang. Dari hasil penelitian diharapkan perawat dapat menerapkan terapi bermain secara berkala pada anak usia pra sekolah untuk menurunkan tingkat kecemasan.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat pada Anak Usia 1-5 Tahun Dengan TB On Oat di RSUD Tamansari Rani Risdiana; Eka Suhartini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20158

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease that has an impact on the physical, psychological, and social health of sufferers, including children. The success of TB treatment in children aged 1-5 years is highly dependent on compliance in taking Anti-Tuberculosis Drugs (OAT), but this compliance is still a challenge in long-term treatment. To analyze the factors that influence medication adherence in children aged 1-5 years with TB undergoing OAT pulmonary therapy at RSUD Tamansari. In this study, the design used was a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach with 40 respondents. The sample used was parents of toddler patients aged 1-5 years with a diagnosis of Pulmonary TB who were undergoing an OAT treatment program at RSUD Tamansari. Data collection using a questionnaire instrument and analyzed using the chi-square test. The calculation of the number of samples can be done using the statistical method using the Slovin formula. The statistical test method uses univariate and bivariate tests. The results of this study indicate that pulmonary tuberculosis patients have medication adherence with the knowledge variable of 25 respondents (62.5%) having good knowledge. The results of the statistical test show a value of ρ = 0.00 so that Ha is accepted and H0 is rejected, which means that there is a significant relationship between the level of parental knowledge and adherence in taking OAT. A total of 26 respondents (65%) have supportive family support. The results of the statistical test showed a value of ρ = 0.019, so Ha was accepted and H0 was rejected, which means there is a significant relationship between family support and compliance in taking, as many as 25 respondents (62.5%) considered access to services easily accessible. The results of the statistical test showed a value of ρ = 0.035, so Ha was accepted and H0 was rejected, which means there is a significant relationship between access to health services and compliance in taking OAT. As many as 26 respondents (65%) said the role of health workers was good. The results of the statistical test showed a value of ρ = 0.019 so Ha was accepted and H0 was rejected, which means there is a significant relationship between the role of health workers and compliance in taking OAT. In this study, no relationship was found between the variables of age, gender, and parental education on compliance in taking OAT medication in children aged 1-5 years at Tamansari Hospital. From the results of the research that has been carried out, it is known that there is an influence of the relationship between parental knowledge, family support, access to health services, and the role of health workers with compliance with taking lung medication at Tamansari Hospital. Keywords: Factors of Compliance with Taking OAT Medication, Childhood Tuberculosis.ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan kehidupan sosial penderitanya, termasuk anak-anak. Keberhasilan pengobatan TB pada anak usia 1-5 tahun sangat bergantung pada kepatuhan dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT), namun kepatuhan ini masih menjadi tantangan dalam pengobatan jangka panjang. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada anak usia 1-5 tahun dengan TB yang menjalani terapi pengobatan paru OAT di RSUD Tamansari. Dalam penelitian ini desain yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan 40 responden.. Sampel yang digunakan adalah Orangtua pasien balita usia anak 1-5 tahun dengan diagnosa TB Paru yang sedang mendapatkan program pengobatan OAT di RSUD Tamansari. Pengumpulan data dengan instrumen kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Penghitungan jumlah sampel bisa dilakukan dengan metode statistik menggunakan formula Slovin.  Metode uji statistik  menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita tuberkulosis paru memiliki kepatuhan minum obat dengan variabel pengetahuan sebanyak 25 responden (62,5%) memiliki pengetahuan yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,00 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan dalam minum OAT. Sebanyak 26 responden  (65%) memiliki dukungan keluarga yang mendukung. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,019, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berartiterdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam minum, sebanyak 25 responden(62.5%) menilai akses pelayanan dengan mudah dijangkau. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,035, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan dalam minum OAT. Sebanyak 26 responden  (65%) mengatakan peran petugas kesehatan baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,019 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan dalam minum OAT. Pada penelitian ini, tidak ditemukan hubungan antara variabel usia, jenis kelamin, dan  pendidikan orangtua terhadap kepatuhan minum obat OAT pada anak usia 1-5 tahun di RSUD Tamansari. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan diketahui adanya pengaruh  hubungan pengetahuan orangtua, hubungan dukungan keluarga, hubungan akses pelayanan kesehatan, dan hubungan peran petugas  kesehatan dengan  Kepatuhan minum obat paru di RSUD Tamansari Kata Kunci: Faktor-Faktor Kepatuhan Minum Obat OAT, Tuberkulosis Anak.