Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Determinan Perilaku Merokok pada Remaja di Kampung Swadaya RT/RW 03/14 Jatibening Pondok Gede Bekasi Dimas Cahya Lumintang; Tatag Mulyanto
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.14283

Abstract

ABSTRACT The World Health Organization (WHO) reports that around 21 million adolescents aged 13 to 15 years will smoke in 2020. This number includes 15 million adolescent and 6 million adolescent smokers. Globally, the average smoking rate in among males aged 13 to 15 years was 7.9% between 2010 and 2020. Meanwhile, the smoking rate among females was 4.444% lower, or 3.5%. If seen by region, the average figure smoking among men aged between 13 and years is highest in Southeast Asia, reaching 9.2%. Followed by the European region at 8.8 and the American region at 7.4%. Meanwhile, the highest average prevalence of female smokers aged 13-15 years is in the Americas, reaching 7.1% or 3.6 points higher than the global average of 3.5%. The region with the next highest prevalence is Europe, where reaching 6.8%. High-income countries have the lowest average prevalence of smokers aged 13-15 years, namely 6% for men and 5.2% for women. Meanwhile, upper middle income countries have the highest prevalence, 8.3% in men and 4.9%. To determine the factors related to adolescent smoking behavior in the independent village RT/RW 03/14 Jatibening Pondok Gede Bekasi 2023, which has never been researched so far. This research design uses a cross sectional approach. With a sample collection technique using a questionnaire using the total sampling technique. The analysis used in this research was univariate and bivariate and used the chi-square test. With a total sample of 70 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. There is a significant relationship between the level of pocket money and smoking behavior among teenagers in Kampung Swadaya No. 03/14 Jatibening, Pondok Gede Bekasi (p=0.00). There is a significant relationship between peers and smoking behavior among teenagers in Kampung Swadaya No. 03/14 Jatibening, Pondok Gede Bekasi 2023 (p=0.0.41). There is no relationship between age, gender, who you live with, knowledge, attitude, identity, solidarity, demographics and smoking behavior in teenagers, and there is a relationship between pocket money and peers regarding smoking behavior in teenagers in self-help RT/Village villages. RW 03/14 Jatibening, Pondok Gede, Bekasi. Keywords: Determinants, Smoking Behavior, Dangers of Smoking ABSTRAK Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 21 juta  remaja  berusia 13 hingga 15 tahun akan merokok pada tahun 2020.. Jumlah ini mencakup 15 juta  remaja  dan 6 juta remaja perokok remaja.. Secara  global, rata-rata tingkat merokok di kalangan laki-laki berusia 13 hingga 15 tahun adalah 7,9% antara tahun 2010 dan 2020. Sementara itu, tingkat merokok di kalangan perempuan 4,444% lebih rendah, atau 3,5%.. Jika dilihat dari berdasarkan wilayah, rata-rata angka merokok pria berusia antara 13 dan tahun tertinggi di Asia Tenggara , mencapai 9,2%. Diikuti wilayah Eropa sebesar 8,8 dan wilayah Amerika 7,4%. Adapun, prevelensi rata-rata perokok perempuan berusia 13-15 tahun tertinggi terdapat di wilayah Amerika mencapai 7,1% atau 3,6 poin lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 3,5%.. Wilayah dengan prevalensi tertinggi berikutnya adalah Eropa yang mencapai 6,8%.. Negara-negara yang berpenghasilan tinggi memiliki prevalensi rata-rata perokok berusia 13- 15 tahun terendah, yaitu sebanyak 6% pada laki-laki dengan 5,2% pada perempuan. Sedangkan, negara-negara berpenghasilan menengah ke atas memiliki prevalensi tertinggi, 8,3% pada laki-laki dan 4,9%. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok remaja di kampung swadaya RT/RW 03/14 Jatibening Pondok Gede Bekasi 2023 yang selama ini belum pernah dilakukan penelitian. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan  kuesioner dengan menggunakan teknik Total sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat serta menggunakan uju chi-squarei. Dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. ada hubungan signifikan antara tingkat uang saku dengan perilaku merokok pada remaja dikampung swadaya no 03/14 jatibening,pondok gede bekasi  (p=0.00). ada hubungan signifikan antara teman sebaya dengan perilaku merokok pada pada remaja dikampung swadaya no 03/14 jatibening,pondok gede bekasi  2023 (p=0.0,41). Tidak ada hubungan usia, jenis kelamin, tinggal dengan siapa, pengetahuan,sikap, jati diri,solidaritas ,demografi dengan perilaku merokok pada remaja, dan ada hubungan antara uang saku dan teman sebaya tentang perilaku merokok pada remaja dikampung swadaya RT/RW 03/14 jatibening, pondok gede, bekasi. Kata Kunci: Determinan, Perilaku Merokok, Bahaya Merokok
Efektivitas Layanan Informasi Bahaya Bermain Game Online menggunakan Media Flipchart dalam Mengurangi Intensitas Bermain Game Online Disekolah Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Setukabupaten Bekasi Iwan Riswandi; Tatag Mulyanto
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.14280

Abstract

ABSTRACT Education comes from the basic word didik. In Indonesian Dictionary, the word didik is defined as the process of "maintaining and giving training (teachings, guidance, guidance) regarding morals and intelligence of the mind. Knowing the Effectiveness of Information Services through flipchart media in reducing the intensity of playing online games. Quasy experimental research with a two-group pre-post test research design with a sample of 52 students. The results of the descriptive analysis showed that the intensity of playing online games before being given information services on the dangers of playing online games was 33 or 63.5% who had a very high intensity of playing online games, 12 or 23% of students who had a high intensity of playing online games, 3 or 5.8% of students who had a moderate intensity of playing online games, and 4 or 7.7% of students who had a very low intensity of playing online games,  While after being given information services on the dangers of playing online games, there was a reduction of 9 or 17.3% who had a very high intensity of playing online games, there were 10 or 19.2% of students who had a high intensity of playing online games, there were 27 or 52% of students who had a moderate intensity of playing online games, and there were 6 or 11.5% of students who had a very low intensity of playing online games. Based on the results of the study proved that information services on the dangers of playing online games accompanied by flipchart media are effective in reducing the intensity of playing online games. Keywords: Online Game, Flipchart Media, Intensity of Playing Online Games.  ABSTRAK Pendidikan berasal dari kata dasar didik. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata didik didefinisikan sebagai proses “memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Mengetahui Efektifitas Layanan informasi melalui media flipchart dalam mengurangi intensitas bermain game online. Penelitian pra-eksperimental-semu (quasy experimental research) dengan desain penelitian pre-post test dua kelompok dengan sampel 52 siswa. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa intensitas bermain game online sebelum diberikan layanan informasi bahaya bermain game online yaitu 33 atau 63,5 % yang memiliki intensitas bermain game online sangat tinggi, 12 atau 23 % siswa siswa yang memiliki intensitas bermain game online tinggi, 3 atau 5,8% siswa yang memiliki intensitas bermain game online sedang, dan 4 atau 7,7 % siswa yang memiliki intensitas bermain game online sangat rendah, sedangkan sesudah diberikan layanan informasi bahaya bermain game online maka terjadi pengurangan yaitu 9 atau 17,3 % yang memiliki intensitas bermain game online sangat tinggi, ada 10 atau 19,2 % siswa yang memiliki intensitas bermain game online tinggi, ada 27 atau 52 % siswa yang memiliki intensitas bermain game online sedang, dan ada 6 atau 11,5 % siswa yang memiliki intensitas bermain game online sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa layanan informasi bahaya bermain game online disertai media flipchart efektif dalam mengurangi intensitas bermain game online. Kata Kunci: Game Online, Media Flipchart, Intensitas Bermain Game Online.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Lembar Balik terhadap Pengetahuan dan Sikap dalam Pemilihan Jajanan Sehat Pada Anak SDN 05 Wanasari Kabupaten Bekasi Muhamad Amirga; Tatag Mulyanto
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.14281

Abstract

ABSTRACT In developing countries, diarrhea is still a disease with high morbidity and mortality to date, therefore this disease is still considered a health problem that cannot be overcome in Indonesia (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019). According to Riskesdas 2018, diarrhea cases in Indonesia are still the second highest contributor to morbidity rates among children under five after ISPA (Acute Respiratory Infection) as an infectious disease (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019). Diarrhea became an Extraordinary Event (KLB) which occurred in 2017 in Indonesia 21 times, spread across 12 provinces and districts with a total of 1725 sufferers and 34 deaths (CFR 1.97%) (Indonesian Ministry of Health, 2019). Analyzing the Effectiveness of Health Education Using Flip Sheet Media on Knowledge and Attitudes in Choosing Healthy Snacks in Children at SDN 05 Wanasari, Bekasi Regency.Pre-experimental research with a one group pre-post test research design with a sample of 30 people. The research results showed that health education using flip sheets was effective in increasing students' knowledge about choosing healthy snacks from 30% to 77%. In addition, students' negative attitudes towards choosing healthy snacks decreased from 87% to 33%, while positive attitudes increased to 67%. With a significance of 0.000, it can be concluded that health education using flip-sheet media is effective in improving the knowledge and attitudes of students at SDN 05 Wanasari, Bekasi Regency. This research found a significant effect of health education using flip-sheet media to be effective in increasing the knowledge and attitudes of students at SDN 05 Wanasari, Bekasi Regency with a significance of 0.000. It is hoped that these results can increase students' understanding of the importance of knowledge about the food they consume. Keywords: Flip Sheet Media, Knowledge, Attitudes.  ABSTRAK Di negara berkembang, diare masih menjadi penyakit dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi hingga saat ini, oleh karena itu penyakit ini masih dianggap sebagai masalah kesehatan yang belum dapat diatasi di Indonesia (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019). Menurut Riskesdas 2018, kasus diare di Indonesia masih menjadi kontributor kedua tertinggi terhadap tingkat morbiditas di antara anak-anak di bawah lima tahun setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) sebagai penyakit menular (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019). Diare menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi pada tahun 2017 di Indonesia sebanyak 21 kali, tersebar di 12 provinsi dan kabupaten dengan total 1725 penderita dan 34 kematian (CFR 1.97%) (Kementerian Kesehatan Indonesia, 2019). Menganalisa Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Lembar Balik terhadap Pengetahuan dan Sikap dalam Memilih Camilan Sehat pada Anak-anak di SDN 05 Wanasari, Kabupaten Bekasi. Penelitian pra-eksperimental dengan desain penelitian pre-post test satu kelompok dengan sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan lembar balik efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang memilih camilan sehat dari 30% menjadi 77%. Selain itu, sikap negatif siswa terhadap memilih camilan sehat menurun dari 87% menjadi 33%, sementara sikap positif meningkat menjadi 67%. Dengan signifikansi 0.000, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media lembar balik efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa di SDN 05 Wanasari, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menemukan efek signifikan dari pendidikan kesehatan menggunakan media lembar balik untuk efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa di SDN 05 Wanasari, Kabupaten Bekasi dengan signifikansi 0.000. Diharapkan hasil ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya pengetahuan mengenai makanan yang mereka konsumsi. Kata Kunci: Media Lembar Balik, Pengetahuan, Sikap