Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MENELAN OBAT PADA PASIEN TB PARU DI KELURAHAN JATIBENING Eli Indawati; Isnaeni; Yulia Agustina
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i1.764

Abstract

Pendahuluan: Pengendalian TB paru di jatibening belum terintegrasi dengan pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat sehingga angka kejadian TB paru masih tinggi di jatibening. Hambatan yang ditemukan dalam upaya pengendalian TB Paru adalah pengobatan tidak adekuat (dosis, jenis, jumlah obat dan jangka waktu), belum tersedianya informasi yang adekuat tentang TB Paru pada klien dan keluarga. Pelibatan keluarga dalam perawatan pasien TB Paru menentukan keberhasilan pengobatan. Salah satu peran keluarga adalah sebagai pengawas menelan obat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah untuk meningkatkan peran keluarga sebagai pengawas menelan obatMetode: Kegiatan dilakukan di jatibening pada bulan Maret 2022. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi melalui kegiatan penyuluhan dan roleplay, serta memberikan booklet.Hasil: Hasil dari kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga tentang TB Paru dan peran keluarga sebagai pengawas menelan obat.Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan merupakan bentuk upaya perawat dalam pengelolaan TB Paru dengan melibatkan pasien dan keluarga.
Be a Life Savier; Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Eli Indawati; Achmad Fauzi; Tatag Mulyanto; Isnaeni Isnaeni; Omega Dr Tahun; Abdul Khamid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.7979

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan dan keterampilan BHD penting diajarkan tentang teknik dasar penyelamatan korban henti jantung dan henti nafas. Kesiapsiagaan yang tepat berupa pelatihan kepada petugas keamanan kampus dalam pemberian bantuan hidup dasar sebagai upaya penanggulangan yang cepat dan tepat sehingga dapat meminimalisir kematian akibat henti jantung yang terjadi di Kelurahan Jatiasih. Sebagai wahana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penanganan pertama kegawatdaruratan dengan kasus henti jantung dan henti nafas. Penerapan metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam 3 tahap, yaitu, pertama, mahasiswa profesional keperawatan menjelaskan tentang dukungan hidup dasar dan kedua, setelah diberikan konseling, responden diberikan pertanyaan dan jawaban tentang dukungan hidup dasar, ketiga warga dilatih untuk melalukan keterampilan BHD. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga dalam memberikan pertolongan pada korban henti nafas dan henti jantung jika ada kejadian henti jantung dan henti nafas yang terjadi di lingkungan Kelurahan jatiasih. Warga mengetahui dan memahami cara memberikan pertolongan pertama pada korban henti nafas dan henti jantung melalui Tindakan BHD. Kata Kunci: Pengetahuan, Bantuan Hidup Dasar, Henti Nafas, Henti Jantung.  ABSTRACT BHD knowledge and skills are important to teach about basic techniques for saving victims of cardiac arrest and respiratory arrest. Appropriate preparedness is in the form of training for campus security officers in providing basic life support as a quick and appropriate response effort so as to minimize deaths due to cardiac arrest that occurred in Jatiasih Village. As a vehicle to increase public knowledge and awareness about the first management of emergencies with cases of cardiac arrest and respiratory arrest. The application of the methods used in community service was carried out in 3 stages, namely, first, professional nursing students explained about basic life support and second, after being given counseling, respondents were given questions and answers about basic life support, the three residents were trained to do basic life support. BHD skills. Increased knowledge and understanding of residents in providing assistance to victims of respiratory arrest and cardiac arrest if there is an incident of cardiac arrest and respiratory arrest that occurs in the Jatiasih Village environment.Residents know and understand how to provide first aid to victims of respiratory arrest and cardiac arrest through BHD Actions. Keywords: Knowledge, Basic Life Support, Stop Breathing, Cardiac Arrest
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TERKAIT PENCEGAHAN KASUS SCABIES DI JATIBENING Abdul Khamid; Eli Indawati; Isnaeni
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i2.797

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit berjangkit yang ditandai dengan kelainan kulit berupa papula, vesikel, urtikaria, dan krista yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dengan keluhan gatal terutama pada saat malam hari. Penyakit ini ada di masyarakat yang tinggal di tropis negara, seperti Indonesia, terutama pada anak-anak yang tinggal di daerah penduduk yang padat dan lembab seperti di panti asuhan Hasil survei didapatkan prevalensi skabies 25% padaorang dewasa, sedangkan prevalenssi tertinggi terjadi pada anak sekolah yaitu 30-65%. Pendidikan kesehatan adalah untuk mencegah penyakit ini. Tujuan penyuluhan Setelah dilakukan penyuluhan setelah dilakukan penyuluhan sebagian besar / lebih dari 60% peserta sudah mengetahui dan terampil dalam melakukan pencegahan penyakit scabies pada anak di lingkungan jatibening. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan flip chart dan leaflet. Pengetahuan dan keterampilan pencegahan skabies di lingkungan jatibening meningkat 80%.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Laparatomi Di RSUD Cileungsi Leni Setyowati; Eli Indawati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.537 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11303

Abstract

Pembedahan adalah semua perawatan yang menggunakan metode invasif dengan membuka atau menunjukkan bagian tubuh yang akan dirawat. Salah satu respons psikologis pasien yang menjalani operasi besar adalah kecemasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan metode cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan faktor kecemasan berupa usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman operasi dan dukungan keluarga bagi pasien. Dari 31 responden tersebut, nilai p <0,05 yaitu p = 0,000, hasil dimana p <0,05 yaitu 0,003 <0,05, sehingga H1 diterima, H0 ditolak, yang artinya ada hubungan antara usia dengan tingkat kecemasan pasien yang akan menghadapi operasi, dan ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan pasien yang akan menghadapi operasi, lalu ada hubungan antara pendidikan dengan tingkat kecemasan pasien yang akan menghadapi operasi, serta ada hubungan antara pengalaman operasi dengan tingkat kecemasan pasien yang akan menghadapi operasi, lalu ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien yang akan menghadapi operasi. Penelitian ini dapat menambah pengetahuan di bidang keperawatan khususnya keperawatan bedah medik untuk dijadikan sumber belajar asuhan keperawatan pada pasien laparotomi pra operasi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi di Ruang Shasta RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2023 Regina Fitriani Rusli; Eli Indawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3231

Abstract

Pendahuluan: Operasi adalah suatu intervensi medis yang dilakukan pada jaringan tubuh manusia dengan menggunakan seperangkat manual dan teknik untuk mendiagnosis atau mengobati patologi (penyakit), bertujuan untuk memperbaiki fungsi tubuh atau mengangkat bagian tubuh yang tidak penting. Tujuan Penelitian : Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di ruang shasta RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2023.  Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 88 responden, jumlah sampel menggunakan rumus slovin 72 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi square.  Hasil Penelitian : Berdasarkan pengolahan dan analis data menghasilkan data sebagai berikut yaitu : Dari hasil uji statistik chi square diperoleh p value sebesar 0,004 dapat disimpulkan p value (0,004) < nilai a (0,05), hal ini menunjukan bahwa ada Faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di ruang shasta RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2023.  Kesimpulan : terdapat hubungan keluarga dengan tingkat kecemasan di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2023.
Hubungan Tingkat Stres Dalam Menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Terhadap Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Mira Nopita; Eli Indawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3251

Abstract

Pendahuluan : Mahasiswa keperawatan berisiko memiliki gangguan tidur karena proses akademik yang berhubungan dengan stresor tingkat tinggi seperti Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Tingkat stres yang hingga melampaui daya tahan individu, dapat menyebabkan dampak negatif seperti sulit berkonsentrasi, sakit kepala, dan kesulitan untuk tidur. Tujuan umum : Penelitian ini bertujuan mencari hubungan tingkat stres dalam menghadapi OSCE dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan STIKes Abdi Nusantara Jakarta Angkatan 2019. Metode : Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga pasien yang Jenis penelitian merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diperoleh sebanyak 64 responden yang berasal dari mahasiswa keperawatan STIKes Abdi Nusantara Jakarta Angkatan 2019. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil : Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat stres dalam menghadapi OSCE dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan STIKes Abdi Nusantara Jakarta dengan nilai P Value = 0,003 (p<0,05). Simpulan : Terdapat hubungan tingkat stres dalam menghadapi OSCE dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan STIKes Abdi Nusantara Jakarta.
Efektivitas Konseling Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Bahagia Renaldi Rifki; ELI Indawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10759

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a disease that is familiar to the world’s population and the local community. Hypertension is also known as high blood pressure. Ussually hypertension is defined as pressure above 140/90, and is considered severe if the pressure is above 180/120.Data from the World Health Organization (2021) about 1.28 billion people in the world suffer from hypertension. West Java is the province with the highest prevalence of hypertension in Java, which is 29.4%. The highest prevalence was found in North Bekasi with 23.85% - 35.65% Compliance with taking medication for patients with hypertension is important because hypertension is a disease that cannot be cured but must always be controlled so that complications do not occur which can lead to death. To find out whether there is an effectiveness of counseling on adherence to taking medicatio in hypertension patients at the Bahagia Public Health Center. The research method used is descriptive analytical with a cross-sectional approach, sampling using non-probability sampling with purposive type. The population of this study was 73 respondentsThe number of samples using the slovin formula was 62 respondents. Collecting data using a questionnaire. Bivariate analysis using chi square test. From the Chi Square statistical test results obtained p value of 0.000 it can be concluded that p value (0.000) a value (0.05), this shows that there is Counseling Effectiveness on Compliance with Taking Drug in Hypertensive Patiens at the Bahagia I Public Health Center. There is a Significant effectiveness between counseling on medication adherence in hypertensive patients at the Bahagia Public Helth Center. It is hoped that after being given counseling, the community will be obedient to taking antyhipertensive drugs. Keywords: Hypertension, Counseling, Compliance with Taking Medication.  ABSTRAK Penyakit hipertensi ini merupakan penyakit yang tak asing lagi ditelinga penduduk dunia dan masyarakat setempat. Hipertensi disebut juga dengan nama tekanan darah tinggi. Biasanya hipertensi didefinisikan sebagai tekanan di atas 140/90, dan dianggap parah jika tekanan diatas 180/120. Data WHO (2021) sekitar 1.28 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Jawa barat merupakan provinsi dengan prevalensi hipertensi paling tinggi di pulau jawa yaitu sebesar 29,4%. Prevalensi tertinggi ditemukan di Bekasi Utara dengan 23,85% – 35,65%. Kepatuhan minum obat penderita hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Untuk mengetahui apakah ada efektivitas konseling terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Bahagia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Populasi penelitian ini sebanyak 73 responden, jumlah sampel menggunakan rumus slovin sebanyak 62 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis secara bivariat dengan menggunakan uji chi square. Dari hasil uji statistik Chi Square diperoleh p value sebesar 0,000 dapat disimpulkan p value (0,000) nilai a (0,05), hal ini menunjukan bahwa ada Efektivitas Konseling Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Bahagia. Ada Efektivitas yang bermakna antara konseling terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Bahagia. Diharapkan setelah diberikan konseling, masyarakat dapat patuh terhadap minum obat antihipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Konseling, Kepatuhan Minum Obat.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Baby Blues Syndrom pada Ibu Nifas di Klinik Cempaka Medical Center Tambun Bekasi Tahun 2023 Neti Yuhaeni; Eli Indawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11139

Abstract

ABSTRACT At first glance, baby blues syndrome is not dangerous, but it has an impact on the development. The results of a preliminary study on 10 mothers stated that there was fear, anxiety, difficulty sleeping, crying, and worry if abnormalities occurred in their babies. This shows that the mother has baby blues syndrome. Knowing the analysis of factors associated with the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers at the Cempaka Medical Center Clinic Tambun Bekasi in 2023. This research is a quantitative analytic study with a cross sectional design. The sample in this study was made up of postpartum mothers who were one week postpartum at the Cempaka Medical Center Tambun Bekasi Clinic as of February 2023, totaling 63 respondents using the accidental sampling technique. The research instrument used was a questionnaire. Data is primary data analyzed using the square test. The results of univariate analysis showed that most postpartum mothers did not experience baby blues syndrome (63.5%), had readiness (77.8%), high husband support (82.5%), type of normal delivery (63.5%), good knowledge (77.8%), and planned pregnancy (69.8%). The results of bivariate analysis revealed that there was a significant relationship between mother's readiness (p value = 0.006), husband's support (p value = 0.013), type of delivery (p value = 0.026), knowledge (p value = 0.006), and pregnancy planning (p value = 0.042) and the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers. Maternal readiness, husband's support, type of delivery, knowledge, and pregnancy planning are related to the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers. It is hoped that midwives can increase the knowledge of mothers, husbands, and families by providing more intensive counseling to avoid baby blues syndrome in postpartum mothers. Keywords: Baby Blues Syndrome, Mother's Readiness, Husband's Support, Type of Delivery, Knowledge And Planning of Pregnancy, Postpartum Mother  ABSTRAK Sekilas baby blues syndrom memang tidak berbahaya, tapi berdampak terhadap perkembangan bayinya. Hasil studi pendahuluan pada 10 ibu menyatakan adanya rasa takut, cemas, waswas, susah tidur dan suka menangis setelah melahirkan dan khawatir jika terjadi kelainan pada bayinya. Hal ini menunjukkan bahwa ibu mengalami baby blues syndrom. Mengetahui analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu nifas di Klinik Cempaka Medical Center Tambun Bekasi tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas satu minggu postpartum yang berada di Klinik Cempaka Medical Center Tambun Bekasi terhitung dari bulan Februari 2023 berjumlah 63 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data merupakan data primer dianalisis menggunakan uji uji  square. Hasil analisis univariat diketahui sebagian besar ibu nifas tidak mengalami baby blues syndrom 63,5%, memiliki kesiapan 77,8%, dukungan suami tinggi 82,5,5%, jenis persalinan normal 63,5%, memiliki pengetahuan baik 77,8% dan kehamilan direncanakan 69,8%. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesiapan ibu (p value = 0,006),  dukungan suami (p value = 0,013), jenis persalinan (p value = 0,026), pengetahuan (p value = 0,006) dan perencanaan kehamilan (p value = 0,042) dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu nifas. Kesiapan ibu, dukungan suami, jenis persalinan, pengetahuan dan perencanaan kehamilan berhubungan dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu nifas. Diharapkan bidan dapat meningkatkan pengetahuan ibu, suami dan keluarga dengan cara memberikan penyuluhan yang lebih intensif agar terhindar dari baby blues syndrom pada ibu nifas. Kata Kunci: Baby Blues Syndrom, Kesiapan Ibu, Dukungan Suami, Jenis Persalinan, Pengetahuan dan Perencanaan Kehamilan, Ibu Nifas 
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberculosis Paru Rosyid Alhaq; Eli Indawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17398

Abstract

ABSTRACT The success of tuberculosis (TB) treatment is highly dependent on the patient's adherence to taking medication regularly. Long periods of time, low medication adherence, medication schedules and side effects are the causes of non-adherence in the treatment of pulmonary tuberculosis. Social support, especially from the family, is considered one of the factors that can affect such compliance. This study aims to identify the relationship between family support and medication adherence in pulmonary TB patients at the Pulmonary Poly of Soedirman Kebumen Hospital. The research sample is 50 patients with pulmonary tuberculosis who are treated in August 2024 through a total sampling technique. The instruments used were family support questionnaires and medication adherence. The family support questionnaire had a validity test of 0.374 and a reliability test using chronbach alpha with a result of r=0.97.Medication adherence was measured by the Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS) with a validity value of 0.374 and reliability of 0.95.Data analysis with the chi-square test showed that there was a relationship between family support and medication adherence (p=0.016). Family support for patients with good pulmonary tuberculosis (80%) and patients who do not comply with medication is 56%. Families should provide informational, instrumental and emotional assessment of pulmonary TB patients, especially during the treatment period. Keywords: Family Support, Medication Adherence, Pulmonary Tuberculosis    ABSTRAK Keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TB) sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur.Jangka waktu yang lama,kepatuhan minum obat yang rendah,jadwal minum dan efek samping obat menjadi penyebab ketidakpatuhan dalam pengobatan tuberculosis paru. Dukungan sosial, terutama dari keluarga, dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tb paru di Poli Paru RSUD Soedirman Kebumen.Metode penelitian menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross-sectional.Sampel penelitian adalah pasien Tb Paru yang control berobat pada bulan Agustus 2024 sejumlah 50 orang melalui tekhnik total sampling..Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat.Kuesioner dukungan keluarga memiliki uji validitas 0,374 dan uji reliabilitas menggunakan chronbach alpha dengan hasil r=0,97.Kepatuhan minum obat diukur dengan Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS) dengan nilai validitas 0,374 dan reliabilitas 0,95.Analis data dengan uji chi-square menunjukan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat  (p=0,016).Dukunagn keluarga terhadap pasien Tb paru baik (80%) dan pasien yang tidak patuh minum obat sebanyak 56%.Keluarga sebaiknya memberikan dukungan secara informasional,penilaian instrumental dan emosional pada pasien Tb paru terutama dalam masa pengobatan. Kata Kunci: Dukungan Keluarga,Kepatuhan Minum Obat,Tuberculosis Paru  
Pengaruh Efikasi Diri, Spiritualitas dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB – HIV di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Eli Indawati; Calista Kheisha Nabila; Dinda Nuraini; Chandra Rizky Fauzan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25134

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) and Human Immunodeficiency Virus (HIV) are interrelated chronic infectious diseases that remain a public health problem. TB–HIV patients require long-term treatment with complex regimens, making medication adherence a key factor in successful therapy. Treatment adherence is influenced not only by clinical factors but also by psychosocial factors such as self-efficacy, spirituality, and family support. In addition to psychosocial factors such as self-efficacy, spirituality, and family support, the advancement of digital technology has increasingly been utilized to improve medication adherence among patients with tuberculosis. A scoping review by Indawati et al. (2025) reported that technology-integrated nursing interventions, including Short Message Service (SMS) reminders, Video Directly Observed Therapy (VDOT), mobile health applications, and digital adherence technologies (DATs), were effective in improving TB treatment adherence. Nurses play a crucial role in assessing patients’ needs, delivering education through digital platforms, conducting remote monitoring, and providing continuous motivation throughout the course of therapy. The integration of technology into nursing practice has been shown to reduce geographical barriers, enhance communication, and strengthen patient engagement in long-term treatment.This study aims to determine the relationship between self-efficacy, spirituality, and family support and medication adherence in TB–HIV patients at Bekasi City Hospital. This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The population in this study were all TB–HIV patients undergoing treatment at Bekasi City Hospital. The sampling technique used stratified random sampling with a sample size of 30 respondents. Data collection was conducted using questionnaires on self-efficacy, spirituality, and family support, and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data analysis was performed using univariate and bivariate methods using the chi-square test. The results showed that most respondents had high self-efficacy, good spirituality, and good family support. The level of medication adherence in TB–HIV patients was mostly compliant. Bivariate analysis showed a significant relationship between self-efficacy and medication adherence (p 0.05), spirituality and medication adherence (p 0.05), and family support and medication adherence (p 0.05).There was a significant relationship between self-efficacy, spirituality, and family support and medication adherence in TB–HIV patients. Psychosocial factors play an important role in supporting the success of TB–HIV treatment.The results of this study are expected to provide a basis for healthcare workers, particularly nurses, in developing nursing interventions that focus on increasing self-efficacy, strengthening spiritual aspects, and involving families to improve medication adherence in TB–HIV patients. Keywords: Self-Efficacy, Spirituality, Family Support, Medication Adherence, TB-HIV.  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit infeksi kronis yang saling berkaitan dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Pasien TB–HIV memerlukan pengobatan jangka panjang dengan regimen yang kompleks, sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan terapi. Kepatuhan pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor klinis, tetapi juga oleh faktor psikososial seperti efikasi diri, spiritualitas, dan dukungan keluarga. Selain faktor psikososial seperti efikasi diri, spiritualitas, dan dukungan keluarga, perkembangan teknologi digital juga mulai dimanfaatkan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis. Studi scoping review oleh Indawati et al. (2025) menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berbasis teknologi seperti Short Message Service (SMS) reminder, Video Directly Observed Therapy (VDOT), mobile health application, serta digital adherence technologies (DATs) efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan TB. Perawat berperan penting dalam melakukan asesmen kebutuhan pasien, memberikan edukasi melalui media digital, melakukan monitoring jarak jauh, serta memberikan motivasi berkelanjutan selama proses terapi. Integrasi teknologi dalam praktik keperawatan terbukti mampu mengurangi hambatan geografis, meningkatkan komunikasi, serta memperkuat keterlibatan pasien dalam pengobatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri, spiritualitas, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB–HIV di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB–HIV yang menjalani pengobatan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner efikasi diri, spiritualitas, dukungan keluarga, dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri dalam kategori tinggi, spiritualitas dalam kategori baik, serta dukungan keluarga dalam kategori baik. Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB–HIV sebagian besar berada dalam kategori patuh. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat (p 0,05), spiritualitas dengan kepatuhan minum obat (p 0,05), serta dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p 0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri, spiritualitas, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB–HIV. Faktor psikososial berperan penting dalam mendukung keberhasilan terapi pengobatan TB–HIV. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam mengembangkan intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan efikasi diri, penguatan aspek spiritual, serta pelibatan keluarga guna meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB–HIV. Kata Kunci: Efikasi Diri, Spiritualitas, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, TB-HIV.