Siti Mahmudah
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Akhlak Pada Anak Tuna Daksa di SDN Mojoroto 1 Kota Kediri Umi Lailatuz Zakiyah; Siti Mahmudah; Siti Aisah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.309 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5299

Abstract

Kasus kekerasan pada anak di rumah akan mempengaruhi akhlak anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata kasar atau berkata yang sifatnya mengancam kepada teman-temannya di sekolah. Maka diperlukan peran orang tua dalam pendidikan akhlak anak sangat penting diterapkan dalam lingkungan keluarga, sehingga anak akan berkembang secara kognitif, afektif, psikomotorik dan perkembangan mental atau sikap yang lebih baik lagi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain itu, metode dokumentasi dan wawancara dengan cara triangulasi, yaitu dengan mencari data yang bersumber dari siswa, orang tua dan kepala sekolah. Anak tuna daksa memiliki permasalahan dalam belajarnya antara lain : kurangnya motivasi, keterbatasan intelegensi, rendahnya tingkat penerimaan anak tuna daksa dalam keluarga, dan perkembangan sosial emosional. Maka dibutuhkan metode dan strategi yang cocok untuk anak tuna daksa diantaranya : pembelajaran harus bersifat bersifat rekreatif, fungsional, guidance, dan aman. Selanjutnya, anak tuna daksa juga memerlukan bimbingan dan konseling untuk guru harus memberikan ruang yang nyaman untuk anak tuna daksa yang menginginkan bimbingan konseling dan keterampilan vokasional bagi anak Tunadaksa sangat diperlukan. Terlebih lagi yang paling penting dalam kehidupan anak tuna daksa adalah pendidikan akhlaknya. Maka perlu adanya peran guru dan orangtua dalam mendidik anak tuna daksa, agar menjadi anak yang lebih baik lagi.
Oral corrective feedback as a formative assessment in teaching speaking skill Siti Mahmudah; Pooja Anggunsari
Journal of Research on English and Language Learning (J-REaLL) Vol. 4 No. 1 (2023): Journal of Research on English and Language Learning (J-REaLL)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j-reall.v4i1.19432

Abstract

The purpose of this research is to investigate how teachers and students implement OCF in speaking for EFL students. This research aims at figuring out and reviewing the process, the implementation, and the preferences of teaching-learning in the classroom by applying a type of assessment; that is oral corrective feedback (OCF). English needs to have an assessment as it becomes crucial and affects students from the diagnostic test to the final test. Speaking is a skill that needs to be mastered by students, but it has a lot of challenges faced by foreign students. The term assessment means procedural steps conducted in educational systems to interview, observe, construct questions, review students’ work, and respond to students’ work. Assessment is broken down into two types, formative and summative assessment. Formative assessment is done during the teaching-learning process when the class is still running. Meanwhile, summative assessment happens at the end of the learning period, and it is the last judgment of the teachers. One of the formative assessments that is mostly used and applied is feedback. OCF becomes the focus of this research to improve the students’ speaking skills and to minimize their errors. This research applies library research to find out the use of OCF. It can be seen from the teachers’ feedback because the students will get their errors and try to correct them based on the feedback given by the teachers.