Kasus kekerasan pada anak di rumah akan mempengaruhi akhlak anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata kasar atau berkata yang sifatnya mengancam kepada teman-temannya di sekolah. Maka diperlukan peran orang tua dalam pendidikan akhlak anak sangat penting diterapkan dalam lingkungan keluarga, sehingga anak akan berkembang secara kognitif, afektif, psikomotorik dan perkembangan mental atau sikap yang lebih baik lagi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain itu, metode dokumentasi dan wawancara dengan cara triangulasi, yaitu dengan mencari data yang bersumber dari siswa, orang tua dan kepala sekolah. Anak tuna daksa memiliki permasalahan dalam belajarnya antara lain : kurangnya motivasi, keterbatasan intelegensi, rendahnya tingkat penerimaan anak tuna daksa dalam keluarga, dan perkembangan sosial emosional. Maka dibutuhkan metode dan strategi yang cocok untuk anak tuna daksa diantaranya : pembelajaran harus bersifat bersifat rekreatif, fungsional, guidance, dan aman. Selanjutnya, anak tuna daksa juga memerlukan bimbingan dan konseling untuk guru harus memberikan ruang yang nyaman untuk anak tuna daksa yang menginginkan bimbingan konseling dan keterampilan vokasional bagi anak Tunadaksa sangat diperlukan. Terlebih lagi yang paling penting dalam kehidupan anak tuna daksa adalah pendidikan akhlaknya. Maka perlu adanya peran guru dan orangtua dalam mendidik anak tuna daksa, agar menjadi anak yang lebih baik lagi.
Copyrights © 2022