Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK DAN STABILITAS SEDIAAN SERUM EKSTRAK BUAH KERSEN (Muntingia calabura L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI Liandhajani; Neng Fitria; Antonius Padua Ratu
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i1.140

Abstract

Buah kersen memiliki kandungan polifenol Vitamin C, Vitamin E, flavonoid dan antosianin. Kandungan flavonoid dan vitamin C yang berpotensi sebagai antioksidan berkhasiat untuk kesehatan kulit, sehingga dapat diaplikasikan dalam sediaan antioksidan seperti serum wajah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak buah kersen terhadap sifat fisik dan stabilitas, untuk mengetahui serum ekstrak buah kersen memenuhi syarat uji mutu fisik dan stabilitas serum dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak yang paling disukai. Buah kersen dibuat menjadi ekstrak dengan pelarut etanol 70%, kemudian ekstrak buah kersen diformulasikan dalam bentuk serum wajah. Serum diuji karakteristik, uji iritasi, uji hedonik dan stabilitas sediaan meliputi uji mutu fisik yaitu uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar. Sediaan Serum ekstrak buah kersen mempunyai pengaruh terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan serum. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak dalam serum menghasilkan nilai viskositas tinggi, daya sebar dan pH yang semakin rendah, memiliki hasil organoleptis dan homogenitas yang baik serta serum yang dihasilkan tidak mengiritasi kulit. Karakteristik dan stabilitas sediaan serum ekstrak buah kersen sudah memenuhi syarat uji mutu fisik. Pada uji hedonik serum ekstrak buah kersen dengan konsnetrasi 10% lebih disukai responden.
Edukasi Kesehatan serta Pemeriksaan Kadar Gula Darah dan Tekanan Darah untuk Masyarakat Kelurahan Jatiwarna Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi Sri Firdausi; Nirmala Manik; Ignasius Palmado; Liandhajani; Guntoro Halim
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1867

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi penyebab kematian nomor empat di Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Selain itu, Diabetes Melitus juga termasuk penyakit penyebab kematian utama di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan tahun 2025 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi dan diabetes terus mengalami peningkatan. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai risiko penyakit, pencegahan, serta kepatuhan pengobatan menjadi salah satu faktor utama tingginya angka kejadian kedua penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko, pencegahan, serta tata cara minum obat hipertensi dan diabetes melalui edukasi terstruktur. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan media leaflet yang dilaksanakan di Apotek Wahana Medika, Jatiwarna, Kota Bekasi. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 50 peserta untuk menilai tingkat pemahaman sebelum dan sesudah penyuluhan. Materi edukasi meliputi definisi penyakit, gejala klinis, faktor risiko, komplikasi, upaya pencegahan, serta cara penggunaan obat yang baik dan benar. Hasil pretest menunjukkan mayoritas peserta (36%) memperoleh nilai 60, dengan nilai terendah 40 dan tertinggi 90. Setelah penyuluhan, hasil posttest menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana 5 peserta (16%) memperoleh nilai 100, peserta dengan nilai 90 meningkat menjadi 14 orang (46%), dan tidak ada peserta dengan nilai di bawah 70. Dapat disimpulkan bahwa edukasi menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi dan diabetes melitus. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala dengan cakupan peserta dan wilayah yang lebih luas serta pengembangan media edukasi yang lebih variatif.