Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Quercetin on Coenzyme HMG-CoAR, ABCA1 Transporter, Dyslipidemia Profile and Hepatic Function in Rats Dyslipidemia Model Ignasius Agyo Palmado; Sulistyanaengci Winarto; Honey Dzikri Marhaeny; Yusuf Alif Pratama; Chrismawan Ardianto; Khotib, Junaidi
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v11i32024.274-290

Abstract

Background: Dyslipidemia is a lipid metabolic disorder that increases the risk of cardiovascular disease, typically marked by abnormalities in triglycerides (TG), low-density lipoprotein (LDL), and total cholesterol (TC), along with decreased high-density lipoprotein (HDL) levels. This study explored the potential of quercetin, a natural substance, as a preventive agent against dyslipidemia induced by high-fat diet (HFD) in a rat model. Simvastatin, a standard cholesterol-lowering drug, was used for the comparison. Objective: The main objective of this research was to evaluate the potential of quercetin in lipid metabolism for dyslipidemia caused by HFD and compare its effects with the first-line drug therapy simvastatin, which has a similar mechanism. Methods: Rats fed a HFD were treated with quercetin and simvastatin, and their lipid profiles, liver enzyme activities, and molecular markers related to cholesterol metabolism were analyzed. Results: Quercetin markedly decreased cholesterol levels by inhibiting the enzyme 3-Hydroxy-3-Methylglutaryl-CoA Reductase (HMG CoAR). Cellular observation revealed that it also prevented liver damage and showed a protective effect on liver enzyme activity. Quercetin enhanced the expression of the Adenosine Triphosphate Binding Cassette subfamily A member 1 (ABCA1) protein, showing a protective effect against dyslipidemia akin to simvastatin, yet with a reduced likelihood of liver toxicity. Conclusion: Quercetin may serve as an effective and safer alternative to simvastatin for treating dyslipidemia, offering cholesterol-lowering benefits without hepatotoxic risks associated with long-term statin therapy.
Edukasi Kesehatan serta Pemeriksaan Kadar Gula Darah dan Tekanan Darah untuk Masyarakat Kelurahan Jatiwarna Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi Firdausi, Sri; Manik, Nirmala; Palmado, Ignasius; Liandhajani; Halim, Guntoro
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1867

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi penyebab kematian nomor empat di Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Selain itu, Diabetes Melitus juga termasuk penyakit penyebab kematian utama di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan tahun 2025 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi dan diabetes terus mengalami peningkatan. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai risiko penyakit, pencegahan, serta kepatuhan pengobatan menjadi salah satu faktor utama tingginya angka kejadian kedua penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko, pencegahan, serta tata cara minum obat hipertensi dan diabetes melalui edukasi terstruktur. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan media leaflet yang dilaksanakan di Apotek Wahana Medika, Jatiwarna, Kota Bekasi. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 50 peserta untuk menilai tingkat pemahaman sebelum dan sesudah penyuluhan. Materi edukasi meliputi definisi penyakit, gejala klinis, faktor risiko, komplikasi, upaya pencegahan, serta cara penggunaan obat yang baik dan benar. Hasil pretest menunjukkan mayoritas peserta (36%) memperoleh nilai 60, dengan nilai terendah 40 dan tertinggi 90. Setelah penyuluhan, hasil posttest menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana 5 peserta (16%) memperoleh nilai 100, peserta dengan nilai 90 meningkat menjadi 14 orang (46%), dan tidak ada peserta dengan nilai di bawah 70. Dapat disimpulkan bahwa edukasi menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi dan diabetes melitus. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala dengan cakupan peserta dan wilayah yang lebih luas serta pengembangan media edukasi yang lebih variatif.
Edukasi Kesehatan serta Pemeriksaan Kadar Gula Darah dan Tekanan Darah untuk Masyarakat Kelurahan Jatiwarna Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi Firdausi, Sri; Manik, Nirmala; Palmado, Ignasius; Liandhajani; Halim, Guntoro
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1867

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi penyebab kematian nomor empat di Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Selain itu, Diabetes Melitus juga termasuk penyakit penyebab kematian utama di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan tahun 2025 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi dan diabetes terus mengalami peningkatan. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai risiko penyakit, pencegahan, serta kepatuhan pengobatan menjadi salah satu faktor utama tingginya angka kejadian kedua penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko, pencegahan, serta tata cara minum obat hipertensi dan diabetes melalui edukasi terstruktur. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan media leaflet yang dilaksanakan di Apotek Wahana Medika, Jatiwarna, Kota Bekasi. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 50 peserta untuk menilai tingkat pemahaman sebelum dan sesudah penyuluhan. Materi edukasi meliputi definisi penyakit, gejala klinis, faktor risiko, komplikasi, upaya pencegahan, serta cara penggunaan obat yang baik dan benar. Hasil pretest menunjukkan mayoritas peserta (36%) memperoleh nilai 60, dengan nilai terendah 40 dan tertinggi 90. Setelah penyuluhan, hasil posttest menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana 5 peserta (16%) memperoleh nilai 100, peserta dengan nilai 90 meningkat menjadi 14 orang (46%), dan tidak ada peserta dengan nilai di bawah 70. Dapat disimpulkan bahwa edukasi menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi dan diabetes melitus. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala dengan cakupan peserta dan wilayah yang lebih luas serta pengembangan media edukasi yang lebih variatif.