Dendi Wijaya Saputra
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERSEPSI GURU SEKOLAH DASAR JAKARTA UTARA DAN KEPULAUAN SERIBU TENTANG KURIKULUM MERDEKA Dendi Wijaya Saputra; Muhamad Sofian Hadi
Jurnal Holistika Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/holistika.6.1.28-33

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang persepsi guru tentang kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka. Kurikulum yang fokus pada pemberian pengalaman belajar yang terbaik dan bermakna bagi siswa. Tinjauan pustaka terkait topik ini mengungkapkan beberapa bidang pertimbangan mengenai perspektif guru tentang penerapan Kurikulum Merdeka yang baru. Desain kualitatif diimplementasikan dan dilakukan pada guru Sekolah Dasar di Jakarta Utara dan Pulau Seribu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Guru SD memiliki persepsi positif terhadap penerapan Kurikulum Merdeka, (2) terdapat lima faktor yang mempengaruhi persepsi guru terhadap penerapan Kurikulum Merdeka yaitu pengalaman mengajar guru, latar belakang pendidikan, pelatihan guru. , pengalaman pribadi sebelumnya dan gelar pendidikan guru. (3) Persepsi guru mempengaruhi cara guru memberikan proses pembelajaran kepada siswa. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa persepsi guru terhadap penerapan kurikulum Merdeka berpengaruh signifikan terhadap proses belajar mengajar yang diberikan oleh guru sekolah dasar.Kata kunci: Persepsi Guru, Sekolah Dasar, Kurikulum Merdeka
PENGARUH PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SEKOLAH DASAR Linda Astriani; Anggie Yulianti; Dendi Wijaya Saputra; Muhamad Sofian Hadi
Jurnal Holistika Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/holistika.7.2.124-130

Abstract

This study aims to determine how much influence the Indonesian Realistic Mathematics Learning (PMRI) approach has on mathematical reasoning skills at SDN Pondok Labu 12 Pagi South Jakarta. The method used uses an experimental model. The sampling technique uses purposive sampling with an experimental class of 32 students and a control class of students The instrument used is an essay test of 10 questions. The average calculation results of reasoning ability include 6 indicators with a percentage of 51.3% of the experimental class using the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach and the control class with a conventional approach of 43.37%. Then obtained a posttest value of the experimental class of 91.25 while the control class was 74.719 with a percentage of comparison of 65% n-gain value and obtained a tcount test of 8.931 greater than ttable of 2.657 (tcount = 8.931 > ttable = 2.657). So the conclusion in this study is that classes with the use of the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) model are higher than classes that learn through conventional learning.
An Analysis of Freedom to Learn Currciulum Understanding and Readiness on Primary School Education Department FIP UMJ Dendi Wijaya Saputra; Muhamad Sofian Hadi
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.1573

Abstract

This Study aims to describe and analyze students’ understanding of the freedom to learn curriculum (Kurikulum Merdeka), spesifically among undergraduate and Postgraduate students of the Primary School Education Department at the Faculty of Educational Sciences, Muhammadiyah University of Jakarta. The researchers use phenomological approach as a type of the qualitative study to closely and comprehensively explane individual understandings based on personal experience. Setting of the study took place at primary school education department faculty of education Muhammadiyah University of Jakarta. Data collection techniques used in this study consist of observation, interview and documentation. The results of the study indicate that postgraduate students demonstrated a high level of understanding of the Freedom to Learn Curriculum, while undergraduate students showed a relatively lower level of comprehension. As the conclusion of the study, it can be conclude that postgraduate students have a better understanding of the Freedom to Learn Curriculum compared to undergraduate students.
Pelatihan Penyusunan Soal HOTS bagi Guru Sekolah Dasar Jakarta Pusat Saputra, Dendi Wijaya; Hadi, Muhamad Sofian
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.17756

Abstract

Background: Pelatihan penyusunan soal HOTS bagi Guru Sekolah Dasar Jakarta sangat penting untuk dilaksanakan demi mendukung kebijakan pemerintah dengan kurikulum merdeka yang telah menjadi kebijakan kurikulum nasional pendidikan Indonesia. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan pembekalan dan pendampingan dalam menyusun soal-soal berorientasi HOTS yang dapat digunakan oleh para guru Sekolah Dasar dalam proses pembelajaran. Harapannya, dengan kebiasaan membuat soal HOTS akan memberikan pengalaman menyenangkan dan tak terlupakan bagi peserta didik di tingkat sekolah dasar khususnya di wilayah Jakarta Pusat.Luaran dari pelatihan ini adalah terkumpulnya referensi dan contoh soal HOTS yang dapat digunakan oleh para Guru SD Jakarta Pusat. Metode: pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan dengan lokakarya dengan mengumpulkan guru-guru Sekolah Dasar di wilayah Jakarta Pusat. Hasil: Pelatihan menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan guru sekolah dasar di Jakarta Pusat dalam mebuat soal-soal berorientasi HOTS. Kesimpulan: Guru-guru sekolah dasar Jakarta Pusat masih membutuhkan pendampingan dan penguatan dalam rangka pembiasaan pembuatan soal berorientasi HOTS di tingkat Sekolah dasar. 
Differensiasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Dengan Media Monopoli Kelas 2 Sekolah Dasar Sugiarti, Sri; Hadi, Muhammad Sofian; Saputra, Dendi Wijaya
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.18058

Abstract

Pembelajaran modern di sekolah dasar menuntut adaptasi terhadap keberagaman gaya dan kebutuhan siswa. Meskipun pembelajaran berdiferensiasi relevan, implementasinya terkendala kurangnya strategi konkret, terutama dalam mengakomodasi pembelajaran individualistik di kelas kolektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi media Monopoli Pancasila sebagai instrumen efektif dalam pembelajaran berdiferensiasi mata pelajaran PPKn kelas II SD. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, lalu dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan Monopoli Pancasila signifikan meningkatkan motivasi, interaksi sosial, kerja sama, dan pemahaman konsep PPKn yang abstrak, karena sifat gamifikasi dan kolaboratifnya. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan bukti empiris tentang media permainan sebagai alat diferensiasi pembelajaran PPKn, menawarkan strategi praktis bagi guru, dan menjadi dasar pengembangan kurikulum berbasis permainan.   Modern learning in elementary schools requires adaptation to the diversity of student styles and needs. Although differentiated learning is relevant, its implementation is constrained by the lack of concrete strategies, especially in accommodating individualistic learning in collective classes. This study aims to analyze the implementation of the Pancasila Monopoly media as an effective instrument in differentiated learning of PPKn subjects for grade II elementary school. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis, then analyzed thematically. The results show that Pancasila Monopoly significantly increases motivation, social interaction, cooperation, and understanding of abstract PPKn concepts, due to its gamification and collaborative nature. The contribution of this study is to provide empirical evidence of game media as a tool for differentiation of PPKn learning, offer practical strategies for teachers, and become the basis for developing a game-based curriculum.
Bagaimana Taman Bacaan Masyarakat Menguatkan Kemampuan Literasi dan Minat Baca Murid Sekolah Dasar? Hendrawan, Galih Maulana; Sofian Hadi, Muhamad; Saputra, Dendi Wijaya
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.18198

Abstract

Literasi merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi perkembangan anak, terutama pada usia sekolah dasar, karena mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengakses pengetahuan dan berpikir kritis. Salah satu strategi efektif untuk mengoptimalkan kemampuan literasi dan minat baca murid adalah melalui taman bacaan masyarakat (TBM). Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji berbagai sumber yang membahas pengaruh TBM dalam mendukung kemampuan literasi dan minat baca murid sekolah dasar. Studi ini menelaah berbagai program literasi berbasis aktivitas seperti mendongeng, diskusi buku, serta keterlibatan keluarga dan sekolah dalam menciptakan kebiasaan membaca yang positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi peran TBM berkontribusi besar terhadap peningkatan kemampuan membaca dan pemahaman teks murid, serta memperkuat minat baca mereka. Penyediaan bahan bacaan yang bervariasi, dukungan dari program literasi yang menyenangkan, dan keterlibatan berbagai pihak seperti keluarga dan sekolah terbukti efektif dalam membangun budaya literasi yang kuat. TBM memiliki peran strategis dalam memperkuat kemampuan literasi dan minat baca anak usia sekolah dasar, serta memberikan solusi untuk meningkatkan budaya literasi di komunitas.dengan minat dan memutuskan apakah akan membaca keseluruhan dokumen atau tidak.   Literacy is a basic skill that is very important for children's development, especially at elementary school age, because it affects their ability to access knowledge and think critically. One effective strategy to optimize students' literacy skills and reading interest is through community reading parks (TBM). This study uses a literature study method to examine various sources that discuss the influence of TBM in supporting elementary school students' literacy skills and reading interest. This study examines various activity-based literacy programs such as storytelling, book discussions, and family and school involvement in creating positive reading habits. The results of the study show that optimizing the role of TBM contributes greatly to improving students' reading skills and understanding of texts, as well as strengthening their reading interest. The provision of varied reading materials, support from fun literacy programs, and the involvement of various parties such as families and schools have proven effective in building a strong literacy culture. TBM has a strategic role in strengthening the literacy skills and reading interest of elementary school children, as well as providing solutions to improve literacy culture in the community.
Mengatasi Tantangan Disiplin dan Karakter di Sekolah Dasar: Inovasi Pedagogis dan Keterlibatan Multistakeholder Arie Zulfan, Muhammad; Sofian Hadi, Muhamad; Saputra, Dendi Wijaya
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.18199

Abstract

Pendidikan karakter, khususnya disiplin, esensial bagi pembentukan kepribadian siswa sekolah dasar. Tantangan seperti pengaruh teknologi tidak terkontrol, inkonsistensi pola asuh, dan keterbatasan sumber daya menghambat penanaman disiplin. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas pendekatan penghargaan positif dan pelibatan siswa dalam penyusunan aturan untuk membangun disiplin dan karakter. Menggunakan studi literatur kualitatif, penelitian ini menganalisis teori dan temuan terdahulu. Hasil menunjukkan bahwa pembiasaan positif, keteladanan guru, serta kolaborasi sekolah-keluarga-masyarakat mampu mengatasi tantangan tersebut. Integrasi disiplin dan karakter, didukung program inovatif dan evaluasi teratur, menciptakan lingkungan belajar kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman strategi holistic, penguatan karakter berkelanjutan, membentuk generasi unggul, bertanggung jawab, dan adaptif.   Character education, especially discipline, is essential for the formation of elementary school students' personalities. Challenges such as the influence of uncontrolled technology, inconsistent parenting patterns, and limited resources hinder the instillation of discipline. This study aims to explore the effectiveness of the positive reward approach and student involvement in the preparation of rules to build discipline and character. Using a qualitative literature study, this study analyzes previous theories and findings. The results show that positive habits, teacher role models, and school-family-community collaboration can overcome these challenges. Integration of discipline and character, supported by innovative programs and regular evaluations, creates a conducive learning environment. This study contributes to the understanding of holistic strategies, continuous character strengthening, forming superior, responsible, and adaptive generations.
The Influence of Peer Groups, Social Media Advertisements, Preventive Policies of the School of Origin and Personal Religiosity on the Level of Exposure to Online Gambling in New Students of Muhammadiyah Universities in Greater Jakarta Wijaya Saputra, Dendi; Husainah, Nazifah; Iswan
Zona Education Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : Yayasan Mentari Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the limited studies on online gambling exposure among high school graduates entering college, despite its significant impact on adolescent behavior and mental health in Indonesia. The study aims to measure exposure levels and examine the effects of two risk factorsgambling advertising on social media and peer association and two protective factors preventive school policies and personal religiosity among new students at Muhammadiyah Universities (PTM) in Greater Jakarta. Using a quantitative approach, the study involved 584 first-year students selected through simple random sampling from four PTMs: UMJ, UHAMKA, UMT, and UMBARA. Data were collected via an online questionnaire employing the Problem Gambling Severity Index (PGSI) and researcher-developed Likert scales, then analyzed using binary logistic regression. Results revealed that 18.8% of respondents had varying levels of exposure to online gambling. Logistic regression showed significant influences: gambling advertising (OR = 9.14) and peer association (OR = 7.00) increased risk, while preventive school policies (OR = 0.52) and high religiosity (OR = 0.36) reduced risk. Interaction effects between risk and protective factors were not significant, indicating that each factor operated consistently across respondent categories. These findings align with Problem Behavior Theory and highlight the protective roles of religiosity and school policies. The study concludes that online gambling exposure is shaped strongly by digital and social environments, whereas religious values and institutional policies act as safeguards. The implications include theoretical contributions to PGSI adaptation in Indonesia and practical recommendations for policymakers and educators to strengthen preventive interventions, enforce policies, and promote religious values
Deep Learning Engagement as a Predictor of Academic Self-Efficacy and Language Performance Istiara, Febriyantina; AB, Joko Sutrisno; Tama, Ozi hendra; Mahrunnisya, Dyanti; Ajeng, Galuh Dwi; Adijaya, Nuryansyah; Saputra, Dendi Wijaya; Hadi, Muhamad Sofian
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v12i1.46710

Abstract

Abstract This study investigates how deep learning engagement influences academic self-efficacy and language performance among English majors in Indonesia. Deep learning is an active and reflective process that involves critical thinking, conceptual integration, and self-regulated learning. Using a person-centred quantitative design, data were collected from 300 English majors across three universities and analysed through Latent Profile Analysis (LPA). This study applies LPA in English as Foreign Language (EFL) higher education and examines how learner diversity can be observed in a Muslim-majority population. The analysis identified three distinct learner profiles: reflective analysts, strategic learners, and passive processors. Reflective Analysts achieved the highest levels of academic self-efficacy and language performance, as measured by GPA in writing and speaking. In contrast, Passive Processors recorded the lowest scores. Profile membership was significantly influenced by academic year with clear developmental trend, whereas gender had no effect. Overall, the findings confirm that deep learning engagement is a strong predictor of EFL achievement. Theoretically, the study advances understanding of learner diversity of deep learning within Southeast Asian higher education. Practically, The study underscores the need for differentiated instruction (e.g., reflective writing and scaffolding) to help less engaged learners strengthen their critical reflection and self-regulation. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bagaimana keterlibatan dalam pembelajaran mendalam memengaruhi efikasi diri akademik dan kinerja bahasa di kalangan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di Indonesia. Pembelajaran mendalam merupakan proses aktif dan reflektif yang melibatkan berpikir kritis, integrasi konseptual, dan pembelajaran yang diatur sendiri. Dengan menggunakan desain kuantitatif berpusat pada individu, data dikumpulkan dari 300 mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di tiga universitas dan dianalisis melalui Latent Profile Analysis (LPA). Studi ini menerapkan LPA dalam konteks pendidikan tinggi Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) dan menelaah bagaimana keragaman pembelajar dapat diamati pada populasi mayoritas Muslim. Analisis mengidentifikasi tiga profil pembelajar yang berbeda: reflective analysts, strategic learners, dan passive processors. Reflective Analysts mencapai tingkat efikasi diri akademik dan kinerja bahasa tertinggi, diukur berdasarkan IPK dalam keterampilan menulis dan berbicara. Sebaliknya, Passive Processors mencatat skor terendah. Keanggotaan profil dipengaruhi secara signifikan oleh tahun akademik dengan tren perkembangan yang jelas, sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan dalam pembelajaran mendalam merupakan prediktor kuat terhadap pencapaian EFL. Secara teoretis, penelitian ini memperluas pemahaman tentang keragaman pembelajar dalam konteks pembelajaran mendalam di pendidikan tinggi Asia Tenggara. Secara praktis, penelitian ini menekankan perlunya pembelajaran berdiferensiasi (misalnya, penulisan reflektif dan scaffolding) untuk membantu pembelajar yang kurang terlibat dalam memperkuat refleksi kritis dan pengaturan diri mereka. How to Cite: Istiara, F., Sutrisno, J., Tama, O. H., Mahrunnisya, D., Ajeng, G. D., Adijaya, N., Saputra, D. W., & Hadi, M. S. (2025). Deep Learning Engagement as a Predictor of Academic Self-Efficacy and Language Performance. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 12(1), 115-126. doi:10.15408/tjems.v12i1.46710.