Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TARBIYATUNA

The Metode Pendidikan Keteladanan Relevansi antara Qasidah Burdah dengan Teori Belajar Sosial Albert Bandura: Metode Pendidikan Keteladanan Relevansi antara Qasidah Burdah dengan Teori Belajar Sosial Albert Bandura Intan Budiana Putri; Abdul Muhid
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i2.1111

Abstract

Dalam pendidikan Islam, keteladanan merupakan metode yang paling banyak terlihat hasilnya dan terbukti bersifat influentif di dalam membentuk moral, spiritual maupun sosial seorang anak. Qashidah Burdah melalui sya’ir-sya’ir nya yang begitu indah, yang menceritakan kisah Rasulullah yang terpilih, ditulis oleh seorang penyair yang alim. Teori belajar sosial menjelaskan bahwa, perilaku dibentuk oleh hubungan yang terjadi antara klien dengan lingkungannya. Modeling adalah salah satu teknik yang disusun oleh Albert Bandura. Tujuan dari riset ini merupakan sebagai sarana untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan keteladanan dalam syair-syair qasidah burdah dan relevansinya terhadap teori belajar sosial Albert Bandura. Harapan dari riset ini adalah agar dapat dijadikan sebagai gagasan pendekatan dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan kapasitas belajar dengan metode keteladanan. Bentuk riset ini adalah riset kualitatif yang menggunakan metode riset pustaka (library research). Di dalam riset ini ditemukan bahwa di dalam qasidah burdah terdapat kisah-kisah Rasulullah yang dapat kita jadikan sebagai salah satu metode pembelajaran, yaitu metode keteladanan. Hal yang demikian itu sinkron dengan teori belajar sosial Albert Bandura.
ROBERT MILLS GAGNE: TEORI PEMPROSESAN INFORMASI DAN PENERAPANNYA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Izzah Zulvia Noer; Abdul Muhid
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i2.2458

Abstract

Teori pemrosesan informasi ialah suatu teori yang menitikberatkan pada fungsi memori individu dan proses berpikir setiap individu. Teori ini menganggap bahwa belajar melibatkan upaya dalam memproses, mendapatkan, dan menyimpan informasi melalui memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Tujuan penelitian yang dilakukan ialah untuk mengetahui bagaimana teori pemprosesan informasi menurut Robert M Gagne, apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menerapkan teori pemprosesan dan apa manfaat penerapan teori pemprosesan informasi pada pendidikan islam. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode library research, data studi pustaka berasal dari artikel jurnal, handbook, textbook, buku-buku dan arsip dokumen. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa ada delapan fase dalam kegiatan belaja mengajar yang terjadi pada individu dimana pada setiap fase memiliki hubungan erat dengan fenomena yang ada pada pikiran peserta didik, diantaranya fase motivasi, fase pengenalan, fase perolehan, fase retensi, fase pemanggilan, fase generaliasali, fase penampilan, serta fase umpan balik. Kegiatan pemprosesan informasi pada peserta didik dimulai sejak kegiatan belajar bermula sehingga merancang RPP yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas sangat mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran. Manfaat pemprosesan informasi yang baik mampu meningkatkan hasil belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran.