Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Widiarini, Putu
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilanberpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK, (2)pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadapketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa, (3) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (5) perbedaanketerampilan berpikir kritis antara kelompok MPBM dan MPK, (6) perbedaanpemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK.Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest onlynon-control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang.Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui tesKBK dan PK fisika. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item denganreliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item denganreliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manovadua jalur.Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan keterampilan KBKdan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruhinteraksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PKsiswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBMdan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4)terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswayang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBKantara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahamankonsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebihlanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPKdalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisikasiswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah (MPBM), keterampilanberpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK), dan motivasi belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Widiarini, Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika antara kelompok model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) dan model pembelajaran konvensional (MPK) untuk siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dan tinggi. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest only non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK) fisika, dan kuesioner motivasi belajar. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item dengan reliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item dengan reliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PK siswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4) terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBK antara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebih lanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPK dalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika siswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan motivasi belajarABSTRACTThis research is aimed to analyze the difference of critical thinking skill (CTS) and physics concept understanding (PCU) between problem-based learning model (PBLM) and conventional learning model (CLM) groups for students who have high and low learning motivation. This research is a quasi-experimental research with posttest only non-equivalent control group design. Sample of this research was students class X SMAN 1 Seririt academic year 2011/2012 consisting 4 classes and 126 students. Data have been collected by using test of CTS and PCU and questioner of learning motivation. CTS test was extended multiple choices consisting of 25 items with reliability 0.956. PCU test was extended multiple choices consisting of 20 items with reliability 0.715. Data have been analyzed by using descriptive statistic and two-way manova. The results showed that (1) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups (F=24.76; p<0.05), (2) there was significant interaction effect between learning models and learning motivation to CTS and PCU (F=18.96; p<0.05), (3) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups for students who have high learning motivation (F=24.98; p<0.05), (4) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups for students who have low learning motivation (F=6.38; p<0.05), (5) there was significant difference of CTS between PBLM and CLM groups (F=4.41; p<0.05), (6) there was significant difference of PCU between PBLM and CLM groups (F=48.52; p<0.05). LSD analysis showed that PBLM was better than CLM in both CTS and PCU.Key words: problem-based learning, critical thinking skill, physics understanding, learning motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Putu Widiarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.014 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilanberpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK, (2)pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadapketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa, (3) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (5) perbedaanketerampilan berpikir kritis antara kelompok MPBM dan MPK, (6) perbedaanpemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK.Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest onlynon-control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang.Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui tesKBK dan PK fisika. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item denganreliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item denganreliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manovadua jalur.Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan keterampilan KBKdan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruhinteraksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PKsiswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBMdan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4)terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswayang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBKantara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahamankonsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebihlanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPKdalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisikasiswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah (MPBM), keterampilanberpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK), dan motivasi belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Putu Widiarini
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika antara kelompok model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) dan model pembelajaran konvensional (MPK) untuk siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dan tinggi. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest only non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK) fisika, dan kuesioner motivasi belajar. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item dengan reliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item dengan reliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PK siswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4) terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBK antara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebih lanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPK dalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika siswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan motivasi belajarABSTRACTThis research is aimed to analyze the difference of critical thinking skill (CTS) and physics concept understanding (PCU) between problem-based learning model (PBLM) and conventional learning model (CLM) groups for students who have high and low learning motivation. This research is a quasi-experimental research with posttest only non-equivalent control group design. Sample of this research was students class X SMAN 1 Seririt academic year 2011/2012 consisting 4 classes and 126 students. Data have been collected by using test of CTS and PCU and questioner of learning motivation. CTS test was extended multiple choices consisting of 25 items with reliability 0.956. PCU test was extended multiple choices consisting of 20 items with reliability 0.715. Data have been analyzed by using descriptive statistic and two-way manova. The results showed that (1) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups (F=24.76; p<0.05), (2) there was significant interaction effect between learning models and learning motivation to CTS and PCU (F=18.96; p<0.05), (3) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups for students who have high learning motivation (F=24.98; p<0.05), (4) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups for students who have low learning motivation (F=6.38; p<0.05), (5) there was significant difference of CTS between PBLM and CLM groups (F=4.41; p<0.05), (6) there was significant difference of PCU between PBLM and CLM groups (F=48.52; p<0.05). LSD analysis showed that PBLM was better than CLM in both CTS and PCU.Key words: problem-based learning, critical thinking skill, physics understanding, learning motivation
PENGUATAN DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA FASE E MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DI ERA KURIKULUM MERDEKA Widiarini, Putu; Rapi, Ni Ketut; Suastra, I Wayan
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v14i1.71253

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan penguatan dimensi profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek. Dimensi profil pelajar Pancasila yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah dimensi kemandirian dan kreativitas. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X1 SMA Negeri 4 Singaraja sebanyak 48 siswa. Seluruh siswa diberikan kuesioner kemandirian belajar dan tes kreativitas pada akhir pembelajaran. Selama proses pembelajaran, siswa diberikan lembar kerja peserta didik berbasis proyek yang dikerjakan selama 6 minggu. Implementasi kurikulum Merdeka pada fase E sudah dilakukan sejak tahun 2022, khususnya di SMA Negeri 4 Singaraja. Kemandirian belajar yang dimaksud terdiri dari 3 aspek yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kreativitas yang dimaksud terdiri dari 4 aspek yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh bahwa rerata kemandirian belajar siswa sebesar 124,08 pada kategori sangat tinggi dengan standar deviasi 7,87. Rerata kreativitas siswa sebesar 78,36 pada kategori tinggi dengan standar deviasi 8,94. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat mengembangkan aspek-aspek kemandirian dalam belajar dan kreativitas siswa.
META-ANALYSIS: EFFECTIVENESS OF PROJECT-BASED LEARNING ON STUDENT CREATIVITY Widiarini, Putu; Anak Agung Istri Agung Rai Sudiatmika; Ketut Suma; Suardana, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v14i2.84812

Abstract

This research is quantitative research with meta- analysis methods. The aim of this research is to describe the effectiveness of the project learning model on student creativity. The research sample consisted of 10 articles in the accredited national journal Sinta. All articles are the result of research on physical learning in the science group at the high school level. The data analysis technique used is calculating the effect size value. Based on the results of the meta- analysis, it was found that the average total effect size value was 1.55 with a standard deviation of 0.83, which was in the very high category. This shows that the problem-based learning model is effective in increasing student creativity. The results further show that the project-based learning model is also effective at various levels of high school and various physics subject matter.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LABORATORIUM VIRTUAL TINKERCAD BERBASIS PENILAIAN PROYEK TERHADAP KREATIVITAS MAHASISWA PADA MATAKULIAH ELEKTRONIKA DIGITAL WIDIARINI, PUTU; RAPI, NI KETUT; SUMA, KETUT
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i3.3291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan laboratorium virtual Tinkercad terhadap kreativitas mahasiswa pada mata kuliah elektronika digital dasar. Populasi penelitian ini sebanyak 3 kelas mahasiswa di program studi Pendidikan fisika dan Pendidikan IPA yang mengambil mata kuliah elektronika sebanyak 42 orang. Sampel penelitian adalah mahasiswa semester V prodi Pendidikan Fisika sebanyak 15 orang dan mahasiswa semester IV Pendidikan IPA sebanyak 16 orang. Instrumen penelitian berupa lembar kerja mahasiswa berbasis proyek pada modul elektronika digital yang telah dinyatakan valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kreativitas. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor kreativitas mahasiswa pada kelompok eksperimen sebesar 85,4 (SD 6,04) dalam kategori sangat tinggi, dan kelompok kontrol sebesar 80,9 (SD 3,83) dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan lab virtual Tinkercad berbasis penilaian proyek efektif dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa.
STUDI PENDAHULUAN: PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN FISIKA SMA WIDIARINI, PUTU; RAPI, NI KETUT; SUASTRA, I WAYAN; SUMA, KETUT
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4430

Abstract

Education is expected to be able to form a whole person who is aware of the importance of comprehensive learning in facing global challenges so that education must provide opportunities for students to learn in a learning process that is optimally designed. Science learning, especially physics, cannot be separated from identifying natural phenomena through observation activities and deeper exploration through experimental activities. However, there are still many challenges in implementing science learning, especially physics in the field. To identify the problems of science learning, especially high school physics, this study was conducted with the hope of obtaining accurate data related to the problems faced by educators and students. This research is classified as qualitative research with a case study type. The research data will be analyzed through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The subjects in this study were school principals, physics teachers, and high school students in Singaraja city. The focus of the research is focused on six aspects related to problems or challenges in physics learning, namely: aspects of student readiness, teacher readiness, IT-based learning innovation, learning process, learning facilities, and high school student learning outcomes. ABSTRAKPendidikan diharapkan mampu membentuk manusia seutuhnya yang menyadari pentingnya pembelajaran yang komprehensif dalam menghadapi tantangan global sehingga pendidikan harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dalam suatu proses pembelajaran yang dirancang secara optimal. Pembelajaran IPA khususnya fisika tidak dapat dipisahkan dari mengidentifikasi fenomena alam melalui kegiatan observasi dan eksplorasi yang lebih dalam melalui kegiatan eksperimen. Akan tetapi, masih banyak tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran IPA khususnya fisika di lapangan. Untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran IPA khususnya fisika SMA, penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat memperoleh data yang akurat terkait permasalahan yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Data penelitian akan dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru fisika, dan peserta didik SMA di kota Singaraja. Fokus penelitian difokuskan pada enam aspek terkait permasalahan atau tantangan dalam pembelajaran fisika yaitu: aspek kesiapan peserta didik, kesiapan guru, inovasi pembelajaran berbasis IT, proses pembelajaran, sarana prasarana pembelajaran, dan hasil belajar peserta didik SMA.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL BALI DALAM PEMBELAJARAN IPA MASA KINI WIDIARINI, PUTU; SUASTRA, I WAYAN; ARNYANA, IDA BAGUS PUTU
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4431

Abstract

ABSTRACT Science learning based on local wisdom in Bali is very important to understand in the context of relevant and contextual education. Integrating local wisdom into learning will instill values of love for the homeland and good character in students and can also be used as a way to preserve local culture. This research is a literature study that aims to analyze and synthesize literature related to the integration of Balinese local wisdom in science learning. This type of research is qualitative research. There are 15 articles in accredited national journals related to the integration of Balinese local wisdom in science learning. All articles are analyzed by synthesizing the integration of Balinese local wisdom in learning materials so that they become learning resources for students. The integration of Balinese local wisdom in science learning can be translated into the form of sources or learning materials, learning media, and the development of learning models that are integrated into the syntax of the learning model. Some Balinese local wisdom that has been utilized in science learning are 1) the magedong-gedongan ceremony, 2) the Nyepi holiday, 3) the Ngaben ceremony, 4) the Tri Hita Karana philosophy, and 5) the subak system. These five examples of Balinese local wisdom are integrated into science learning materials so that learning becomes more contextual and increases knowledge related to local culture with the aim of preserving local culture and forming good character in students. ABSTRAK Pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal di Bali sangat penting untuk dipahami dalam konteks pendidikan yang relevan dan kontekstual. Pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran akan dapat menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan karakter baik bagi peserta didik sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu cara melestarikan budaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka yang bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis literatur-literatur terkait dengan integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Terdapat 15 artikel pada jurnal nasional terakreditasi yang berkaitan dengan integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran IPA. Semua artikel dianalisis dengan mensintesis pengintegrasian kearifan lokal Bali dalam materi pembelajaran sehingga menjadi sumber belajar bagi peserta didik. Integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran IPA dapat diterjemahkan dalam bentuk sumber atau bahan belajar, media pembelajaran, dan pengembangan model pembelajaran yang diintegrasikan pada sintaks model pembelajaran. Beberapa kearifan lokal Bali yang telah dimanfaatkan dalam pembelajaran IPA yaitu 1) upacara magedong-gedongan, 2) hari raya Nyepi, 3) upacara Ngaben, 4) filosofi Tri Hita Karana, dan 5) sistem subak. Kelima contoh kearifan lokal Bali ini diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran IPA sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan menambah pengetahuan terkait budaya lokal dengan tujuan dapat melestarikan budaya lokal dan membentuk karakter baik peserta didik.
The Innovative Physics Learning Model to Improve Creative Thinking Skills: a Systematic Literature Review Widiarini, Putu; Suma, Ketut Suma; Rapi, Ni Ketut; Suastra, I Wayan
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5v3be946

Abstract

The aims of this paper is to describe an innovative physics learning model in developing creative thinking skills. The studies carried out were 1) indicators of creative thinking skills, 2) ways to develop creative thinking skills. This study is a Systematic Literature Review which is carried out by identifying, reviewing, evaluating and interpreting all research that has been carried out and written in the form of scientific articles. The design used is to summarize and review 20 articles that have a specific focus on research objects in journals indexed by Scopus. The results of the study state that 1) the indicators of creative thinking skills that are widely used in research are Guilford and Torrance's creative thinking; 2) there are various innovative physics learning models that can be implemented to develop creative thinking skills, including project-based learning models, STEM-based learning models, problem-based learning models, flipped classrooms, and technology-assisted learning models.