Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Moderasi Beragama pada Masyarakat Kelurahan Pulo Brayan Kota Zainun Zainun; Aldi Koto; Syopiah Syopiah; Yolanda Ruchiyani; Ayu Nurjannah
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 (2021): Special Issue No. 1
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v5i0.4233

Abstract

The Indonesian nation is a culturally diverse society with its plurality. Diversity includes differences in culture, religion, race, language, ethnicity, tradition and so on. In such a multicultural society, tensions and conflicts often occur between religious groups and have an impact on the harmony of life. The purpose of this paper is to discuss religious moderation in the diversity of religious communities in Pulo Brayan Kota urban village. Religious understanding is a historical fact in building religious moderation, namely building community moderation in religious life in the Pulo Brayan City community by maintaining community togetherness, which is part of the right to life, the right to maintain honor. Thus, it needs support from various groups, so that it can improve the paradigm of thinking that is fundamentally based on the principle of religion. What is meant is an activity to conduct a review in the activities of religious life, so as not to deviate from the applicable rules that have been set by the religious law of each. its adherents, especially the moderation of religious communities in the field of faith, worship, and moderation in the field of law so that openness, tolerance and respect for religions are the most important aspects of human life.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERENTANAN EKONOMI INDONESIA Yolanda Ruchiyani; Bambang Suriadi; Nisya Nainita; Nilam Cahaya; Nauval al-ridho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 6: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.863 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i6.1524

Abstract

Kemiskinan juga diartikan suatu keadaan dimana seseorang tidak mampu mencapai salah satu tujuannya atau lebih, tujuan-tujuan yang dimaksud di sini tentunya dapat diinterpretasikan sesuai persepsi seseorang. Dengan demikian, kemiskinan dapat diartikan berdasarkan kondisi seseorang dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. Dengan kemiskinan ini tentunya membawa dampak negatif bagi penyandangnya untuk memicu tindakan tindakan kriminal, buruknya kesehatan dan pendidikan yang rendah. Risiko terjadinya krisis yang terus berulang sebenarnya telah disadari bersama sehingga perlu ada kesadaran untuk mengelola arsitektur keuangan internasional yang lebih baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari publikasi resmi pemerintah. Data yang digunakan adalah data panel yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Keuangan. Data dari BPS berasal dari data pengangguran terbuka menurut provinsi pada tahun 2020-2021. Data yang digunakan merujuk pada presentasi tingkat kemisknan di Indonesia . Pengaruh Angka Partisipasi Kasar (APK) Terhadap Tingkat Kemiskinan Koefisien regresi dari variabel angka partisipasi kasar (APK) tingkat SMA yaitu -1.096064. Maknanya adalah setiap peningkatan yang terjadi sebesar 1% pada APK, maka tingkat kemiskinan (DR) mengalami penambahan sebanyak 1.096064% per tahun, serta menggunakan asumsi yang berlaku yaitu variabel lainnya tetap. Pengaruh APK tingkat SMA terhadap tingkat kemiskinan provinsi di Indonesia tahun 2016-2020 itu negatif dan tidak signifikan. APK melihat usia pendidikan secara kasar, maksudnya penduduk yang bukan termasuk usia suatu tingkat pendidikan pun ikut dihitung. Sehingga, APK mengindikasikan suatu keterlambatan yang menyebabkan tidak sesuainya usia dengan tingkat pendidikan yang ditempu. Masih rendahnya APK juga menjadi penyebab meningkatnya tingkat kemiskinan di Indonesia. Tidak berpengaruhnya Dependency ratio terhadap tingkat kemiskinan dikarenakan Indonesia didominasi oleh penduduk dengan usia kerja yang masih dapat memenuhi kebutuhan hidup penduduk bukan usia kerja sehingga secara keseluruhan tidak mempengaruhi tingkat kemiskinan. Hasil ini didukung penelitian yang dibuat oleh Lukitasari (2015) bahwa pengaruh dependency ratio terhadap tingkat kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat itu negatif dan tidak signifikan. Pengaruh APS tingkat SMA terhadap tingkat kemiskinan provinsi di Indonesia tahun 2016-2020 itu positif dan signifikan. Jika kita amati angka partisipasi sekolah dengan tingkat kemiskinan masih memiliki pergerakan yang cenderung sama dari tahun 2016-2020.