Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Terapan Gaya Desain Interior Jepang Restoran Tomoto, Imari, Kayu, Nishiki Surabaya Eveline Widjaja
Intra Vol 1, No 2 (2013): Desain Interior 2012/2013
Publisher : Intra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Applied studies in interior design style Japanese restaurant tomoto, Imari, Wood, Nishiki, Surabaya has been the subject of research that analyzed from the viewpoint of Japanese design style. Restaurant is a place of business or building that provides food and beverages which managed commercially by providing good service to all visitors. The application of different Japanese design style at every restaurant draw researchers to examine more in terms of the concept of Japanese design style. The implementation of the concept in the form of Japanese design style layout, interior elements, furniture to decorative elements are displayed on every restaurant under study. 
Vulvitis: Gambaran klinis, etiologi dan pilihan pengobatan (Tinjauan literatur) Eveline Widjaja; Rendy Singgih
Prosiding Seminar Biologi Vol 7 No 1 (2021): PROSIDING BIOLOGI ACHIEVING THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS WITH BIODIVERSITY I
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v7i1.23101

Abstract

Vulvitis merupakan peradangan pada organ reproduksi vulva wanita yang ditandai dengan gejala gatal, perih dan keluarnya cairan kental dari kemaluan. Penyebab vulvitis dapat disebabkan karena iritasi kemudian menyebabkan infeksi, ataupun infeksi itu sendiri. Penyebab infeksi meliputi jamur, virus, bakteri dan parasit. Penyebab tersering dari infeksi adalah vulvovaginitis bakterialis dan penyebab tersering akibat non-infeksi adalah iritan dan alergi. Faktor risiko dari vulvitis antara lain usia muda, kondisi hormonal, aktivitas seksual yang sering bergonta-ganti pasangan, riwayat penyakit seperti diabete melitus, HIV ataupun alergi, penggunaan produk pembersih area kewanitaan yang dapat menyebabkan iritasi, kebiasaan douching, menggunakan pakaian dalam terlalu ketat, kebiasaan higiene buruk dan merokok. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan vulvitis dapat diarahkan dengan anamnesis, pemeriksan fisik terarah dan juga untuk membantu dapat dilakukan pemeriksan penunjang. Terapi untuk vulvitis antara lain dapat dilakukan terapi non farmakologis dan farmakologis, kunci dari terapi tersebut yaitu higienitas dari bagian organ reproduksi. Oleh karena kaum wanita perlu dibekali pengetahuan mengenai kondisi ini mengingat kejadiannya yang seringkali terjadi dan apabila sudah terjadi, penatalaksanaan yang tepat dapat mengurangi keparahan yang ada.