Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Artificial Intelligence Dalam Mendorong Inovasi Dan Efisiensi Technopreneurship Tria Setyani; Kevinda Sari; Raka Sulistiyo; Adelia Pratiwi; Ryan Randy Suryono
Jurnal Ilmiah Informatika dan Ilmu Komputer (JIMA-ILKOM) Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 Nomor 1 March 2025
Publisher : PT. SNN MEDIA TECH PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58602/jima-ilkom.v4i1.54

Abstract

Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi kekuatan utama dalam mendorong inovasi dan efisiensi di berbagai sektor industri, termasuk dalam bidang technopreneurship. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh AI terhadap inovasi dan efisiensi dalam technopreneurship dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data melibatkan studi pustaka, wawancara mendalam dengan pelaku usaha berbasis teknologi, serta observasi terhadap implementasi AI di beberapa startup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran signifikan dalam meningkatkan inovasi produk dan layanan melalui analisis data, prediksi tren pasar, dan otomatisasi proses bisnis. AI juga meningkatkan efisiensi operasional dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi ketergantungan pada prosedur manual. Namun, penerapan AI dalam technopreneurship menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan keterampilan teknis, biaya investasi yang tinggi, serta isu etika dan keamanan data. Penelitian ini menyarankan perlunya perencanaan strategis dalam implementasi AI untuk memastikan keberhasilan dan manfaat maksimal bagi technopreneur. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pelaku bisnis teknologi dalam mengoptimalkan penggunaan AI guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis mereka.
Perbandingan Algoritma K-Means dan DBSCAN dalam Pengelompokkan Data Penjualan Elektronik Tria Setyani; Yulia Indriani; Muhammad Fadli; Erliyan Redy Susanto
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 21, No 2 (2025): Agustus
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v21i2.2775

Abstract

This study aims to compare the performance of the K-Means and DBSCAN algorithms in clustering electronic sales data at CV Rey Gasendra. Clustering methods are used to identify sales patterns based on the transaction intensity of each product. The K-Means algorithm was implemented by determining the optimal number of clusters using the Elbow Method and Silhouette Score evaluation. Meanwhile, DBSCAN was applied using a density-based approach, which does not require specifying the number of clusters in advance and relies on eps and minPts parameters. The results showed that K-Means produced more stable and interpretable clusters with a Silhouette  Score of 0.961, whereas DBSCAN excelled in detecting outliers and handling irregular data distributions, despite generating a large amount of noise. Performance evaluation using metrics such as Silhouette  Score, Davies-Bouldin Index (DBI), and Sum of Squared Errors (SSE) indicated that K-Means is more suitable for structured product segmentation, while DBSCAN is more effective for exploring unusual sales patterns. These findings can support data-driven business decisions, such as marketing strategies, inventory management, and product recommendations.Keywords: K-Means; DBSCAN; Clustering; Sales data; Product segmentation AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma K-Means dan DBSCAN dalam pengelompokan data penjualan elektronik pada CV Rey Gasendra. Metode clustering digunakan untuk mengidentifikasi pola penjualan berdasarkan intensitas transaksi setiap produk. Algoritma K-Means diimplementasikan dengan penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode Elbow dan evaluasi Silhouette Score. Sementara itu, DBSCAN diimplementasikan dengan pendekatan berbasis kepadatan, tanpa memerlukan jumlah klaster awal, dan menggunakan parameter eps serta minPts.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-Means memberikan hasil clustering yang lebih stabil dan mudah diinterpretasikan dengan Silhouette Score mencapai 0,961, sedangkan DBSCAN unggul dalam mendeteksi outlier dan menangani data dengan distribusi tidak beraturan, meskipun menghasilkan banyak noise. Evaluasi performa berdasarkan metrik seperti Silhouette Score, Davies-Bouldin Index (DBI), dan Sum of Squared Errors (SSE) menunjukkan bahwa K-Means lebih cocok digunakan untuk segmentasi produk penjualan yang terstruktur, sedangkan DBSCAN lebih efektif untuk eksplorasi pola penjualan yang tidak lazim. Temuan ini dapat membantu pengambilan keputusan bisnis berbasis data, seperti strategi pemasaran, manajemen stok, dan rekomendasi produk.Kata kunci: K-Means; DBSCAN; Clustering; Data penjualan; Segmentasi produk
Analisis Sentimen Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Berdasarkan Ulasan Google Play Store Menggunakan Algoritma Support Vector Machine dan Naive Bayes: Sentiment Analysis of Jamsostek Mobile Application Reviews on Google Play Store Using Support Vector Machine and Naive Bayes Algorithms Tria Setyani; Kevinda Sari; Helma Nopijani Heidy; Ryan Randy Suryono
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 1 (2026): MALCOM January 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i1.2526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen ulasan pengguna aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang tersedia pada Google Play Store menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dan Naive Bayes. Data yang digunakan sebanyak 6.000 ulasan pengguna yang dikumpulkan melalui teknik web scraping. Tahapan penelitian meliputi preprocessing teks (cleaning, case folding, normalisasi, tokenizing, stopword removal, dan stemming), pembobotan fitur menggunakan Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF), pelabelan data dengan metode lexicon-based, serta klasifikasi sentimen ke dalam tiga kelas, yaitu positif, negatif, dan netral. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan confusion matrix dan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma SVM menghasilkan performa yang lebih unggul dengan nilai akurasi sebesar 88,9%, sedangkan Naive Bayes memperoleh akurasi sebesar 64,1%. SVM juga menunjukkan nilai F1-score yang lebih konsisten pada seluruh kelas sentimen dibandingkan Naive Bayes. Dengan demikian, algoritma SVM terbukti lebih efektif dan andal dalam mengklasifikasikan sentimen ulasan pengguna aplikasi JMO.