Shofiatun Nikmah
Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sheikh Jamil Al-Husaini’s Analysis Method For Gharib Hadiths; Critical Study of the Book al-Qamar al-Sari li Idah Garib Sahih al-Bukhari Shofiatun Nikmah Nikmah
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 4 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v4i2.3094

Abstract

Sheikh Jamil Halim al-Husaini has contributed greatly to the study of hadith in the global era. His students are scattered in the word, including the archipelagi. However, Research on his character in the field of hadith has not been done. This Research will examine of Sheikh Jamil al-Husaini in the field of hadith by conducting a critical study of his work entitled al-Qamar al-Sa>ri> li I>d}ah} G{ari>b S{ah}i>h al-Bukha>ri. >This book will be studied critically to find out how Sheikh Jamil al-Husaini’s concept is in understanding the Gharib Hadiths. This research uses a qualitative method with a historically approach, this approach will describe comprehensively the intellectual journey and the background of the book in the field of hadith. This research can show that Sheikh Jamil al-Husaini uses the mujadalah method to explain the gharib hadiths in his book. He denied the understanding that was considered incorrect \\in understanding the Gharib words in the Hadith, especially understanding that is contrary to sunni understanding. Conceptually, Sheikh Jamil al-Husaini understands Gharib hadith based on three concepts, namely, 1) interpreting the argument of the Koran and Hadiths that are relevant to the word gharib. 2) conducting linguistic analysis 3) expressing the opinion of the salaf scholars from sunni and refuting arguments that contradict the meaning of hadith. Sheikh Jamil al-Husaini also gave his personal arguments in every explanation in his book. This book shows that Sheikh Jamil al-Husaini had expertise in the field of hadith. His Contribution to the study of Hadith has also reached the archipelago. Sheikh Jamil al-Husaini also transmitted hadith with his complete sanad to his students in the archipelago, either via virtual or in person.
Studi Kitab Zawaid; Mawarid Al-Zaman Ila Zawaid Ibn Hibban Karya Nur Al Din ‘Ali Ibn Abu Bakar Al-Haithami Shofiatun Nikmah
FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam Vol 1 No 1 (2023): FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam
Publisher : Mahad Aly PP Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada artikel ini, penulis mendeskripsikan salah satu tipologi kitab Zawaid yang berkembang pada masa itu. Kitab Mawarid al-Zawaid li Sahih Ibnu Hibban Karya Abu Hasan Nuruddin bin Abu Bakar al-Haithami, penulis kitab ini memiliki predikat sebagai pelopor kitab Zawaid. Sehingga penulis tertarik mengkaji bagaimana geliat dan semangat beliau dalam mengembangkan kitab-kitab hadis pada masanya. Rumusan masalah yang muncul dalam pembahasan ini adalah bagaimana latar belakang al-Haithami sebagai penulis Kitab, dan bagaimana metode yang ia gunakan untuk mengembangkan kitab-kitab Zawaid yang ia tulis. Setelah melalui pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa Nur Al Din ‘Ali Ibn Abu Bakar Al-Haithami merupakan ulama hadis yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan kitab Zawaid pada fase akhir abad ke-sepuluh. Ia memiliki kredibilitas sebagai ulama hadis hingga sekarang, al-‘Iraqi yang sangat dekat dengan al-Haithami memiliki kredibilitas ilmu yang sudah tidak diragukan lagi. Sehingga, al-Haithami mendapatkan banyak pengaruh dari al-‘Iraqi dalam bidang kajian hadis. Metodologi yang digunakan al-Haithami dalam menuliskan kitabnya tidak jauh berbeda dengan beberapa kitab sebelumnya. Yaitu dengan menggunakan urutan Bab fikih untuk tujuan memudahkan ppembaca dalam mengkaji kitab. Selain itu, al-haithami tidak menyebutkan status hadis apakah sahih, hasan atau da’if. Sehingga tidak dapat diketahui secara pasti metodologi yang digunakan al-Haithami dalam menilai kualitas hadis.
KONTRIBUSI HASBI ASH-SHIDDIQY DALAM UPAYA KONTEKSTUALISASI SUNNAH DI INDONESIA shofiatun Nikmah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v1i1.107

Abstract

Ulama Indonesia yang bergerak dalam dinamika pembaharuan Islam di Indonesia pada masa orde baru ialah Hasbi Ash-Shiddiqqy. Seorang sarjanawan muslim yang konsern terhadap permasalahan hukum-hukum Islam. Ia juga memiliki kontribusi bagi pembaharuan penghayatan Alquran dan Sunnah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahmi secara komprehensif bagaimana Sunnah dalam perspektif Hasby Ash Shiddiqy. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan Sosio-Historis untuk mendapatkan Pemahaman yang kommprehensif tentang pandangan Hasbi terhadap Sunnah. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan diantaranya; Hadis dalam perspektif Hasbi ialah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi, meski hanya terjadi satu kali dalam kehidupan Nabi dan hanya diriwayatkan satu orang. Sedangkan, As-Sunnah adalah amaliyah Rasulullah yang dilakukan secara terus-menerus dan diikuti oleh sahabat sehingga mencapai derajat mutawa>tir. Hadis ialah berita yang bersifat teoretis terkait berbagai macam permasalahan, yang memiliki beberapa konsekuensi hukum. Sedangkan sunnah merupakan khabar yang telah menjadi normatif dan prinsip praktis umat muslim yang diamalkan secara mutawatir.